Tentang iklan-iklan ini

Obat Diare dan Buang-buang Air Besar (Mencret)

Saya lihat banyak orang yang sakit diare akhirnya mati karena tidak punya cukup uang untuk berobat. Mereka akhirnya mati karena dehidrasi/kekurangan cairan. Contohnya gadis kecil Khoirunnisa dan nyonya Basse.

Saya sendiri karena sering makan kadang kena diare. Pernah sehari sampai 7 kali buang air besar. Meski oralit dan obat macam Entrostop dimakan, tetap saja tidak mempan.

Akhirnya seorang teman saya, Andri, menyarankan saya untuk minum obat yang namanya Imodium. Obatnya kecil dengan warna putih dan harganya Rp 5.500 (harga bisa berubah) per tablet. Tapi begitu manjur. Sekali minum, alhamdulillah mencretnya berhenti. Ini lebih murah ketimbang ke Dokter yang biayanya bisa mencapai Rp 200 ribu lebih (ongkos dokter Rp 50 ribu dan obat bisa Rp 150 ribu lebih).

Tapi ada juga yang bermasalah dan ternyata setelah saya telusuri berbagai artikel kesehatan dan kedokteran di internet saya menarik kesimpulan sebagai berikut. Pertama dosis obat Imodium itu begitu kuat. Kedua, obat imodium itu fungsinya membuat ”mampet”. Jadi kalau kita diare karena keracunan makanan, racun jadi tidak bisa keluar. Inilah yang membuat Imodium jadi berbahaya.

Tapi dibanding dengan ancaman kematian yang dihadapi jika diare tidak diobati, tentu resiko minum obat Imodium lebih kecil dan pantas untuk dicoba dengan melakukan langkah sebagai berikut.

Pertama kurangi dosis Imodium. Jadi orang dewasa dengan berat sekitar 60 kg, cukup minum setengah tablet saja. Jangan 1 tablet penuh. Kalau berat 30 kg, berarti separuhnya lagi yaitu ¼. Sedang anak-anak umur 2-5 tahun cukup 1/8-1/6. Saya pernah mencoba obat Imodium pada anak saya yang berumur 2 tahun dengan dosis 1/8, alhamdulillah berhasil dengan baik. Imodium juga saya berikan kepada anak saya yang berumur 5 tahun, istri saya, dan saya sendiri jika sakit diare.

Biasanya dalam 2 jam mencret berhenti. Jika masih mencret juga, coba minum dengan dosis yang sama sekali lagi dengan jarak waktu 6 jam setelah minum Imodium pertama kali. Jika tidak sembuh juga, berarti anda harus ke dokter.

Yang kedua, ketika kita diare/mencret, JANGAN LANGSUNG MINUM IMODIUM. Biarkanlah kotoran/kuman/racun di perut kita yang mengakibatkan kita kena diare keluar dulu. Setelah 2-3 kali buang air besar, baru kita minum Imodium. Ini untuk memastikan agar kuman/racunnya sudah keluar dari tubuh kita.

Akan lebih baik lagi jika kita minum 6-10 butir Norit/karbon aktif. Jangan khawatir “overdosis” karena Norit bukan obat. Tapi fungsinya lebih sebagai penyerap kuman/racun yang ada di cairan lambung kita. Nanti akan keluar sendiri kita kita buang air.

Ketiga, untuk mencegah dehidrasi karena banyak cairan yang keluar, minumlah oralit yang bisa dibeli di apotik. Jika tidak ada bisa air kelapa, air putih yang diberi 1 sendok teh garam dan 1 sendok teh gula, atau minuman Isotonik seperti Pocari Sweat.

Kelima, coba tetap makan seperti biasa agar kondisi tubuh tetap sehat. Jika ada madu asli (sebab banyak ”madu” tapi isinya cuma air dengan gula merah), minumlah 2 sendok makan 3 kali sehari. Madu mengandung kalori yang cukup tinggi sehingga anda tetap kuat karena energi terpenuhi.

Demikian pengalaman saya. Namun kondisi tubuh setiap orang berbeda-beda. Anda bisa mengikuti tindakan yang saya lakukan. Namun anda yang tahu apakah obat itu cocok atau tidak dengan anda. Jika hasilnya tidak sesuai perkiraan anda, lebih baik anda ke dokter saja.

Hindarilah makanan yang berbumbu tajam dan pedas. Jika makan mie ayam misalnya, pakai kuah yang banyak sehingga ketajaman bumbu/pedasnya berkurang.

Semoga ini bermanfaat dan juga menghemat uang kita.

7 Tanggapan

  1. Terima kasih banyak ya,,
    saran ini sangat baik buat saya,,
    saya sering terkena diare/mencret setelah mengkonsumsi makanan yang rasanya pedas, berlemak,,

  2. mantap, ane baru tau nich, dulu sih biasanya minum norit

  3. Wah pengalamannya menarik juga, kadang emang berobat ke dokter biayanya mahal tetapi belum tentu sembuh..Imodium emang sudah terkenal sebagai obat diare..Makasih postingannya :D

  4. kalau untuk bayi usia 10 bln gmn? apa boleh?

    • Kalau bayi 10 bulan berarti sekitar 7 kg atau 1/10 dari berat orang dewasa yng beratnya 70 kg.
      Jadi dosisnya 1/10 atau DIBAGI 10.
      Kalau susah, bagi 1/4 kemudian ditaruh di air 100 cc dan aduk. Setelah diaduk, buang separuhnya jadi tinggal 50 cc. Setelah itu baru diberikan ke bayi.
      Kalau tetap mencret juga setelah 2 jam, bawa ke dokter.

  5. Saya diare sdh 3 hari, sudah minum norit 2x @6 buyit msh tdk sembuh juga akhirnya saya minum Imodium kemarin, awal minum 2 tablet, selang bbrp jam 1 tablet, masih blm stop juga, barusan saya minum 1 tablet lagi blm ada efeknya juga

    Yang ingin saya tanyakan apa bisa di combine Imodium selang bbrp jam kemudian minum Norit?

  6. Kalau minum norit, sekali minum bisa 10 tablet. Karena norit yg hitam itu untuk menyerap racun/virus.
    Ada pun Imodium karena obat keras harus hati2. Kalau berat kurang dari 60 kg, lebih baik separuh dulu. TIap bab, baru boleh minum separuh lagi. Tak boleh lebih dari 4x.
    Setiap bab, harus minum setengah / segelas air agar tidak lemas. Harus tetap makan juga seperti biasa.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 140 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: