About these ads

Air PAM Mahal? Ayo Pakai Jetpump!

Saya biasanya pakai pompa air Sanyo biasa dengan kedalaman pipa sampai 9 meter. Beberapa tahun lalu di musim kemarau selalu kering dan tidak keluar airnya. Jika sudah begitu terpaksa minta air ke tetangga.

Karena keseringan kering dan terlalu sering minta air ke tetangga, akhirnya malu juga dan terpaksa pasang air PAM. Pertama-tama sih tarifnya biasa-biasa saja, jadi tidak terlalu masalah.

Meski begitu, kualitas air PAM dibanding air tanah jauh beda. Kalau air tanah begitu jernih dan segar karena murni dari tanah, air PAM itu bau kaporit seperti di kolam renang dan sering keruh airnya. Jangankan untuk minum. Untuk mandi saja terasa bedanya. Air tanah jauh lebih segar dan nyaman (ini menurut pengalaman pribadi saya).

Kalau untuk minum maaf, saya tidak bisa meminumnya. Apalagi saya pernah membaca berita ada mayat mengambang di Kali Malang, padahal air kali itu satu sumber dari air PAM. Meski mungkin sudah bersih karena telah diproses, tetap saja saya tidak tega kalau teringat hal itu. Sehingga kami terpaksa beli air Aqua yang harga per gallonnya sekarang sekitar Rp 12 ribu (sekalian antar). Jika satu gallon hanya bertahan 3 hari, dalam sebulan kami harus beli 10 gallon atau habis sekitar Rp 120 ribu. Itu pun kadang Aqua sekarang sulit didapat di toko-toko terutama ketika lebaran kemarin.

Ketika air tanah kering, saya tidak mau pakai jetpump dengan pertimbangan biayanya ketika itu sekitar Rp 3 juta cukup mahal. Akhirnya beli pompa semi jetpump yang kedalamannya sampai 11 meter. Ketika di musim kemarau kering lagi, oleh tukang pompanya diturunkan sekitar 2 meter hingga kembali bisa keluar air.

Malang ketika musim hujan akhirnya pompanya terendam air dan rusak. Dibetulin tidak bisa juga, akhirnya beli pompa semi jetpump lagi seharga 483 ribu berikut pipa-pipanya. Total mungkin habis Rp 1,5 juta untuk pergantian dari pompa biasa ke semi jetpump.

Ternyata itu pun air yang mengalir sangat kecil. 3 hari kemudian tidak keluar air lagi hingga terpaksa pakai air PAM.

Biaya PAM pertama-tama masih murah. Cuma sekitar Rp 150 ribu per bulan. Bulan berikutnya naik jadi sekitar 250 ribu per bulan. Kemudian Rp 295 ribu per bulan. Dan terakhir Rp 354 ribu per bulan. Padahal saya berusaha keras menjaga agar jika bak sudah penuh, air tidak keluar terus.

Mahal sekali. PAM yang diprivatisasi jadi milik Swasta Thames PAM Jaya, kemudian diambil alih oleh AETRA memang mengutamakan bisnis. Untuk pemakaian 51 m3 air kena sekitar Rp 354 ribu atau sekitar Rp 7.000/m3. Termasuk termahal di Asia. Padahal kita butuh air itu untuk mandi, mencuci piring dan pakaian.

Akhirnya saya berpikir, jika sebulan bayar Rp 354 ribu, maka setahun bisa habis Rp 4,2 juta lebih. Kalau 20 tahun, bisa habis Rp 84 juta. Bisa beli mobil atau rumah kecil!

Padahal pasang pompa jetpump biayanya jauh lebih murah. Di Pasar Kenari biaya totalnya hanya Rp 3,8 juta dengan pompa Shimizu (tanpa penampung air). Di satu situs internet, saya lihat biaya pengeboran Rp 200 ribu per meter. Jadi kalau 20 meter habis Rp 4 juta hanya untuk pemboran. Belum biaya pipa dan jetpumpnya.

Sementara ketika tanya-tanya ipar di Kebon Nanas, ada tukang pompa yang terkenal di daerah itu. Bang Sabur namanya. Dia pernah memasang pompa di masjid At Taubah dan majels Ta’lim Al Washiyyah. Padahal di masjid itu kan keran air untuk wudlu bisa sampai lebih dari 20 keran.

Akhirnya setelah tanya harga, total biayanya hanya Rp 3,5 juta dengan pompa Panasonic 125 watt (tanpa penampung air) dengan perjanjian digali hingga 24 meter dengan kedalaman pipa hingga 17 meter.

Ketika sampai 21 meter, setelah menembus beberapa lapisan tanah, pasir, dan batu akhirnya sampai lapisan yang berisi tanah hitam. Bang Sabur bertanya ke saya ini tanahnya sudah hitam. Kalau diperdalam lagi cuma 3 meter (jadi 24 meter), khawatirnya lapisannya masih tanah hitam sehingga airnya justru kuning dan bau dan tidak bisa dipakai untuk mencuci. Mau terus jadi 24 meter atau berhenti cukup di sini? Kata bang Sabur.

”Kalau berhenti sekarang airnya bagus ya?” Tanya saya.

”Iya.” Katanya.

Memang kalau digali terus hingga 32 meter mungkin lapisannya bisa jadi tanah merah. Tapi kalau cuma 3 meter, takutnya lapisannya belum berubah. Akhirnya saya bilang stop saja.

Ketika pengeboran sudah selesai dan pipa-pipa dimasukkan ke dalam lubang, setelah 2,5 pipa bang Sabur meminta saya untuk menaik-turunkan pipa. Terasa ada air pada kedalaman 10 meter. Jadi jika pipa ditanam hingga 17 meter, minimal 3 tahun ke depan tidak akan kering. ”Jika kering, panggil saya gratis,” kata bang Sabur. Perjanjiannya kalau dalam setahun kering, panggil lagi gratis.

Pengeboran dimulai hari Kamis dan berakhir Minggu sore. Minggu Malam sudah selesai. Ini agak lama karena memang manual. Tidak pakai mesin. Kalau pakai mesin di perumahan akan kotor karena air lumpur langsung dibuang keluar, kata bang Sabur.

”Di tempat lain bahkan jetpumpnya sudah 7 tahun tidak rusak dan tidak kering.” Kata bang Sabur.

Begitu selesai, 3 jam pertama harus dikuras, kata bang Sabur sebab air masih kotor bercampur tanah. Tapi hari Senin meski agak keruh kualitasnya sudah di atas air PAM. Hari Kamis sudah lumayan jernih.

Cuma memang meski dayanya 125 watt, ketika saya cek kecepatan putar meteran listrik, kecepatannya sama dengan kecepatan AC 1 PK yang dayanya sekitar 860 watt.. Oleh karena itu harus dipasang penampung air minimal 500 liter sehingga jetpump tidak harus selalu menyala dan otomatisnya bisa jalan. Jika tidak, maka meski menetes sedikit, jetpump akan mati-nyala mati-nyala.

Untuk pemasangan penampung biayanya paling tidak Rp 700 ribu untuk penampung merk ”Penguin” yang jika penuh otomatis akan mematikan jetpump. Ketika saya cek di Material, harganya Rp 715 ribu. Total biaya pemasangan penampung air antara Rp 1 juta-1,5 juta tergantung pakai menara atau sekedar coran.

Bagaimana jika rumah dekat sungai/septic tank/got? ”Tidak masalah,” kata bang Sabur. Karena disekeliling pipa akan dicor sehingga air kotor tidak masuk. Air yang terpompa betul-betul murni air tanah. ”Saya pernah pasang pompa dengan jarak hanya 20 meter dari sungai dan bersih,” katanya.

Begitulah pengalaman saya memasang Jetpump. Mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi pembaca lainnya. Lebih baik kita keluar uang agak banyak di awal misalnya Rp 3,5 juta, ketimbang harus bayar PAM Rp 350 ribu per bulan yang tarifnya biasanya setiap 1-2 tahun selalu dinaikkan.

http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0601/16/metro/2362255.htm

Pencemaran Kali Malang Tidak Tertangani

Jakarta, Kompas – Pencemaran air di Kanal Tarum Barat atau Kali Malang yang dipergunakan sebagai sumber air baku untuk air minum di DKI Jakarta selama ini tidak tertangani.

Pencemaran air ini semakin membebani pengolahannya menjadi air minum oleh dua mitra Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) DKI, yakni PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) dan PT Thames PAM Jaya (TPJ).

”Pencemaran makin meningkat dari limbah domestik yang mengalir dari berbagai permukiman di Bekasi. Selama ini pencemaran Kali Malang tidak tertangani,” kata Direktur Utama Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta I Djendam Gurusinga kepada Kompas, Jumat (13/1).

Baik Palyja maupun TPJ, lanjutnya, sering mengeluhkan tingkat pencemaran air baku tersebut. Namun, Djendam menuturkan, kewenangan untuk menanggulangi pencemaran air tidak hanya terletak pada instansi Jasa Tirta.

Saat ini Palyja mengambil air baku dari Kali Malang sebanyak 4,5 meter kubik per detik, lalu dialirkan ke instalasi pengolahan air di Pejompongan.

Selain dari Kali Malang, Palyja juga mengambil air dari Sungai Cisadane, Sungai Krukut, dan Sungai Pesanggarahan, mencapai 3 meter kubik per detik.

Tarif Naik, Air PDAM Kok Masih Keruh

6 Nov 2008 … Dana Satria mengakui air baku buat PDAM Bekasi berasal dari Sungai Bekasi dan Sungai Tarum Barat atau Kali Malang. Kondisi air di sungai itu …

www.sinarharapan.co.id/berita/0811/06/jab07.html

http://www.tempointeraktif.com/hg/topik/masalah/1913/

Topik : Mayat mengambang di sungai

Rabu, 29/10/2008 | 17:35 WIB

Identitas Mayat di Kalideres Belum Diketahui

Mayat itu lalu dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk diotopsi. Iza menyatakan belum ada dugaan modus dan motif pembunuhan juga pelakunya.

Selasa, 02/09/2008 | 12:24 WIB

Mayat Kali Pesanggrahan Belum Teridentifikasi

Mayat perempuan yang ditemukan mengambang dalam kantong sampah di Kali Pesanggrahan, Jakarta Barat, kemarin, belum teridentifikasi.

Minggu, 20/04/2008 | 18:19 WIB

Mayat Tanpa Kepala Ditemukan

Tersangkut di pintu air Kali Malang, diperkirakan sudah dua pekan tewas dan terendam. Identitas korban belum diketahui.

Senin, 19/03/2007 | 17:15 WIB

Mayat Bayi Laki-laki Ditemukan di Sungai

Sesosok bayi laki-laki ditemukan terapung di Kali Sunter, Kelurahan Rawa Badak Utara, Jakarta Utara, hari ini. Polisi menduga bayi yang diduga hasil hubungan gelap itu dihanyutkan oleh ibunya ke sungai itu.

Rabu, 03/01/2007 | 13:14 WIB

Mayat Bocah Mengambang di Kali Ciliwung

Warga kawasan Manggarai Setia Budi, Jakarta Selatan, dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat bocah berusia dua tahunan mengambang di Kali Ciliwung.

http://www.liputan6.com/mobile/?c_id=6&id=31947

Mayat Pria Tak Dikenal Mengambang di Kalimalang

Liputan6.com, Jakarta: Warga Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Jumat (5/4) pagi, dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat pria tanpa busana. Mayat yang tersangkut di tepi saluran Kalimalang itu ditemukan Haji Alimin, seusai salat subuh.

http://www2.kompas.com/metro/news/0606/27/081705.htm

Bayi Dimutilasi

Makassar, Warta Kota

Warga kelurahan Cipinang Melayu Timur digegerkan dengan penemuan sesosok mayat yang mengambang di Kali Malang hari Senin (26/6) siang.

http://www.media-indonesia.com/berita.asp?id=141159

Mayat Perempuan Korban Mutilasi Ditemukan di Kali Malang

Air PDAM Mahal, Pakai HIPAM « Malang Raya

Mahalnya tarif PDAM membuat warga desa di dekat Sumber air Candi Sumberawan memilih memakai jasa HIPAM (Himpunan Pengusaha Air Minum) desa setempat untuk …

www.malangraya.web.id/2008/05/21/air-pdam-mahal-pakai-hipam

.:: Portal Tribun Timur Makassar

19 Jul 2008 … HERAN pemakaian PDAM sangat tinggi pembayarannya. Kami pernah menyangka pembayaran PDAM mahal karena kami menduga ada kebocoran pipa dan …

www.tribun-timur.com/view.php?id=88462&jenis=Public

TempoInteraktif.Com – Komentar Pembaca

1.700.000,- gimana rakyat mau sehat mau pasang PAM MAHAL BANGET2, tolong ini bupati bekasi memikirkan hal ini karena U/ wilayah Pulo gebang saja pasang PAM …

www.tempointeraktif.com/komentar/?berita=brk,20031223-47,id.html&act=read

PT Thames Pam Jaya ganti nama menjadi PT Aetra Air Jakarta?

Tolongg tanya, bagaimana cara mengurus tagihan yang kelebihan bayar, tiap bulan bayar Pam kok mahal banget, tahu2 baru saya cek, …

www.forum.detik.com/showthread.php?t=34048&page=2

PDAM Kota Denpasar

apa saya harus membayar biaya pemasangan PDAM satu juta tigaratus sekian… wah mahal sekali ya… kira2 kapan PDAM mengadakan gebyar. …

www.denpasarkota.go.id/instansi/?cid==QDN&s=kritik&xid=2506

Tarif air naik? Tidak adil!!! – Page 2 – KompasForum

Artinya air pam mahal. Kalau pam dimanja maka rakyat yang kena getah. Yang adil sajalah. Harga sudah 2 kali lipat malaysia koq masih minta naik. …

www.forum.kompas.com/nasional/3205-tarif-air-naik-tidak-adil-2.html

About these ads

20 Tanggapan

  1. waduhhhhhhhhhhhhhhh air airrrrrrrrr airrrrrrrrrrrrrrrrr mahal
    bumi air dan tanah dikuasai oleh negara
    UU Privatisasi Air harus direvisi lagi

  2. Kaum Neoliberalis memang berkolusi dengan pemerintah dan legislatif untuk membuat UU yang akhirnya menjadikan air yang merupakan kebutuhan pokok manusia sebagai barang dagangan/bisnis.

    Jika anda punya uang, anda bisa dapat air. Jika tidak, silahkan hidup dengan kekurangan air.

    Silahkan baca Privatisasi air di:

    http://infoindonesia.wordpress.com/category/privatisasi

    Tapi dari pak Rudy Swardani di milis Saksi:
    Klo di Surabaya PAM dikelolah oleh pemerintah daerah harganya murah tiap
    bulan Orang tua saya (plus adik sekeluarga) Cuma bayar paling banyak Rp 30,000
    per bulan
    ===

    Cuma memang kalau Privatisasi Air sudah jadi UU, maka akan diterapkan di seluruh propinsi.

    Satu lagi, jika kita pakai jetpump dan tetangga kita kekeringan, sebaiknya kita bagi airnya. Jika perlu sambung pipa.

    Menurut pak Rudy juga UU Privatisasi Air bertentangan dengan UUD 45 dan Al-Qur’an dan Sunnah.
    Jadi Undang-undang tsb setatusnya masih dibawah UUD 45 dan tidak boleh bertentangan dengan Undang2 yang di atasnya, hal ini bisa digugat ke Makamah Konstitusi

    Nabi Muhammad SAW bersabda: ”An-Naas syurokaa fi tsalatsin, fil-maa wal-kalaa wan-naaro.” Manusia berserikat dalam tiga hal yaitu air, rumput, dan api. (HR Imam Ahmad, Abu Daud, dan Ibnu Majah).

    Privatisasi Air bertentangan dengan UUD 45, Hukum Islam, dan Kemanusiaan.

  3. nice artikel…
    thanks ya atas infonya…
    sangat bermanfaat…

  4. Terimakasih atas artikelnya.
    Salam kenal dari saya, dari Bandung.
    sekadar informasi, kalau di Bandung, sistem paket, pakai jetpump kecil (engkel) dengan kedalaman sumur 22 meter, pipa 12-16 meter, pekerjaan 3 hari, total 700rb. Sedangkan kalau pakai jetpump besar, dengan kedalaman sumur sampai 50-52 meter, dan pipa 40-43 meter, pekerjaan 1 minggu, biayanya total 8 jt. harga torren berfariasi, memang kalau penguin asli (cirinya bersegel) bisa sampai segitu mas, tapi kalau produk lokal, penguin2an bisa lebih miring, ya lumayan, bisa kurang sampai 200 rb, itu juga ukurannya gak ngepas, misalnya 500 liter, kadang kenyataannya 600 liter.Produk lokal juga bisa tahan lama, asak gak disimpan di tempat terbuka. segitu aja, terimakasih…

  5. Kalau murah bagus tidak masalah.
    Namun umumnya mengecewakan. Saya pernah beli sepatu murah cuma Rp 54 ribu. Berasa panas sehingga jarang saya pakai. Kemudian setahun kemudian saya pakai, baru buat jalan 1 km saja sudah hancur alasnya. Beda dengan sepatu bagus yang tahan sampai 7 tahun lebih.

    Kemudian saya juga beli cat yang harganya cuma separo dan tidak bermerek. Catnya tidak rata. Biangnya mengendap dan harus diaduk. Warnanya juga kusam dan tidak menarik.

    Begitu pula produk plastik. Kipas angin yang murah kurang dari setahun saja plastiknya rusak karena kepanasan atau pecah karena getas. Beda dengan kipas angin yang bermerk. Begitu pula ember yang murah gampang pecah.

    Ada juga sebelumnya pakai tukang pompa yang bisa memberi solusi murah. Tapi tiap tahun selalu bermasalah 1-3 kali. Ujung2nya jadi mahal.

    Bang Sabur juga bilang, memang ada torren yang lebih murah. Tapi dia tidak berani pasang khawatir 1-2 tahun pecah sehingga pelanggannya kecewa. Lebih baik lebih mahal 30% tapi bisa dipakai 6 tahun lebih daripada murah tapi hanya 1-2 tahun saja (akhirnya ongkos tukang jadi lebih mahal).

  6. Itu aja udah dimonopoli sendirian, masih mengeluh rugi. Heran juga

  7. Sekedar info : 4 (empat) tahun yang lalu ( pertengahan tahun 2004), saya pasang jet pump dirumah (Bekasi) dengan kedalaman 27 meter total biayanya cuma Rp. 2.850.000,- (Dua juta delapan ratus lima puluh ribu rupiah) dengan rincian sebagai berikut : – borongan bor plus pipa-pipanya sebesar Rp.2.000.000,- dan untuk pompanya saya menggunakan merk LG WILO seharga Rp. 850.000,-, sampai saat ini masih bagus, cuma 2 hari yang lalu ada masalah kecil yakni otomatisnya ngadat, sekarang sudah saya ganti plus pasang harganya Rp.75.000,-. mudah-mudahan seterusnya tidak ada masalah air. (memang yang saya kuatirkan adalah apabila terjadi mati listrik yang berkepanjangan, mudah-mudahan pasaokan listrik PLN lancar). dan perlu diketahui juga bahwa saya tidak menggunakan torn/bak penampung air.

  8. gimana ya cara pasang jet pump

  9. Saya punya masalah yang sama dengan mas nizam, yaitu masalah air pam yang terus melambung, bulan febuari 2010 tagihan mencapai Rp 883.000 lebih, tagihan yang sangat fantastis, Luar biasa…
    karna saya sudah lelah, bertanya sana-sini mengenai tagihan yang luar biasa ini saya diamkan hingga datang petugas pemutusan. Saya Hanya Mendo’akan Juga turut prihatin jika seperti ini terus, Kasihan Rakyat kecil yg membutuhkan air,seperti saya . Jika mereka berfikir ini juga menyangkut perasaan, dan hak orang lain yang terampas….

  10. @Wenny: Anda harus berani bertindak untuk pasang jetpump. Mungkin menurut anda biayanya sangat mahal (saat ini mungkin sekitar Rp 4 juta-an). Tapi itu cuma sekali saja. Setelah itu, hingga saat ini paling mahal tagihan PAM saya kurang dari Rp 12 ribu/bulan. Sekedar abonemen.

    Tapi jika anda mencoba “mengirit” dengan tidak pasang jetpump dan hanya mengandalkan PAM, jika tagihannya Rp 400 ribu/bulan saja dalam setahun anda habis Rp 4,8 juta. 10 tahun, anda habis diperas Rp 48 juta! Dan tarif PAM ini akan terus naik dan naik karena memang PAM sudah diprivatisasi/diserahkan ke swasta.

    Jadi masalah diperas atau tidak, itu pilihan kita. Mau diperas terus atau pasang jetpump…:)

  11. mahalnya air PDAM memang sangat terasa tapi di daerah kami dikec. manyar, kab. Gresik sangat di butuhkan, baik untuk masak maupun untuk mandi dan mencuci. Denagan kebutuhan tersebut saya berharap sangat agar air PDAM jangan lagi dinaikan harganya, terutama untuk saya yang tidak memiliki saluran PDAM. Selain keluhan tersebut saya juga mau menanyakan bagai mana prosedur pemasangan baru sebagai pelanggan PDAM dan apa aja persyaratannya serta berapa biaya yang akan kita bayar, trima kasih

  12. Mas saya ada rencana ingin pasang jetpam,daya listrik dirumah masih 400watt,dan alamat saya deket terminal tegal tepatnya dukuhturi.pertanyaan saya adalah
    – apa harus ganti watt listrik lbih tinggi misalnya 900watt?
    – bisa minta alamat bang sabur??untuk yang bisa pasang jetpam dirumah,atau klo kejauhan dari rumah saya bisa tolong rekomendasikan yg lain tp kerjanya bagus seprti bang sabur
    – untuk tahun 2010 apa tidak naik tarifnya??
    – wktu mas pasang jet pam itu biaya Rp.3jtan lbh apa itu sudah termasuk pipa dan alat2 laen??
    Terimah kasih atas jawbannya

  13. Untuk pasang jetpump, minimal 900 watt. Sebab listrik yang dikonsumsi jetpump bisa 2x lipat dari yang tertera. Misalnya jetpump 250 watt, bisa jadi listrik yang dikonsumsi 500 watt. Lihat:

    http://prihadisetyo.wordpress.com/2008/05/18/pompa-100-watt-berapa-watt-konsumsi-listriknya/

    Mungkin itu sebabnya di rumah saya ketika jetpump menyala, putaran meteran listrik nyaris sama dgn AC yang 860 watt.

    Bang Sabur ke Tegal kasihan kejauhan. Mahal di transportasi dan akomodasi serta jauh dari keluarga. Lebih baik tanya tetangga/saudara di Tegal.

    Biasanya sih tiap tahun/2 tahun naik. Listrik saja naik.

    Rp 3,5 juta itu bersih. Semua ditanggung bang Sabur.

  14. mas saya tinggal di daerah bekasi timur , wisma jaya. airnya menggunakan jetpump tapi airnya kuning, dan keruh, saya dan suami baru merencanakan akan memasang PDAM dengan perkiraan air pam lebih bersih dan jernih dari air tanah di bekasi, tapi setelah saya membaca semua keluhan tentang air pam saya jadi mengurungkan niat saya untuk memasang pam, setelah saya baca tadi ternyata air kuning dan keruh itu berpengaruh kepada kedalaman tanah, memang kalu dirumah saya tidak pernah kekeringan air,seperti tetanggas2 saya kalu musim kering air di rumah saya tetap deras..tapi ya itu airnya keruh dan kuning, saya minta solusinya pak..kira2 perlu diperdalem lagi galian atau ada solusi lain..?? dan berapa rincian biayanya..kalu bisa sii jangan mahal2 ya pak…mohon segera dibalas..

  15. Selamat pagi Ibu/ Bapak A Nizami,

    Mohon maaf bila penyebutan gelar dan/ atau pengejaan nama salah.
    Saya sangat ingin memasang pompa jetpum di rumah, untuk menggunakan air tanah. Air PAM keruh dan sering mati. Saya ingin menggunakn air tanah secara rasional (sehemat mungkin). Bagi saya air tanah itu adalah berkah dari Tuhan YME yg perlu untuk dimanfaatkan dan dijaga oleh semua orang dan generasi penerus juga tentunya, makanya saya ingin menggunakannya sesuai kebutuhan saja.
    Saya ingin bertanya, dimana alamat Bang Sabur dan no telp nya bila diperbolehkan. Saya berdomisili di Jakarta Barat.
    Terima kasih atas informasi yg disampaikan baik dari artikel ini maupun no. contactnya Bang Sabur.
    Mungkin saya terlambat dlm mencari artikel ini :)

  16. Saya hendak beralih dari penggunaan PAM yg sangat mahal dan kualitas air yg kurang bagus menuju penggunaan air tanah.
    Namun penggunaan yang bijaksana tentunya. Saya berusaha menerapkan budaya hemat air. Apalagi jaman sekarang, sulit sekali mencari air bersih.
    Saya prihatin lantas bagaimana dgn nasib anak cucu kita.

    Ok, btw, pak/ bu, apakah saya boleh meminta nomor telepon bang Sabur? Dan Kebon Nanas itu di Tangerang atau Jaktim ya?
    Saya rasa tidak jauh dengan domisili saya di wilayah Jakarta Barat.
    Membaca track record bang Sabur, membuat saya sangat berkeinginan menggunakan jasa beliau.
    Andaikan jauh pun, saya akan jemput bang Sabur untuk dapat survey & berkonsultasi dulu guna rumah saya guna membuat jetpump di rumah saya dan setelahnya menentukan lokasi terbaik pembuatan jet pum tsb.
    Kiranya bpk/ ibu berkenan memberikan nomor contact bang Sabur atau alamatnya juga boleh.

    Terima kasih sebelumnya.

  17. Thanks mas, info nya

  18. Yth…
    Saya baru baca ulasan ini, karena saya ada rencana untuk pasang jet pump, saya tinggal di daerah kali malang, kalau mau pakai jasa bang Sabur, kayaknya ga kejauhan, boleh minta tolong di info no telp bang Sabur, thx atas infonya.

  19. Selamat malam, saya bs minta infonya tlp bang sabur ?? Pompa di rmh saya bolak-lik bermasalah terus, kebetulan rumah saya di cipinang jd dekat.
    Semoga berkenan utk di share contactnya karna akan sangat membantu sekali. Terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 133 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: