Tentang iklan-iklan ini

Cara Mencegah dan Menyembuhkan Penyakit Congek (Otitis Media) dengan Murah


Banyak di antara kita yang hobi korek kuping guna membersihkan kotoran/lilin yang ada di dalam telinga. Kadang-kala selain menggunakan cotton bud, ada pula yang menggunakan pengorek dari besi/baja yang agak tajam sehingga menimbulkan iritasi/luka. Ini bisa mengakibatkan infeksi yang mengundang virus/bakteri bahkan pecahnya gendang telinga.
Akibatnya, congek atau air nanah mengalir terus dari telinga dan pendengaran berkurang. Jika parah, bukan hanya tuli. Tapi juga bisa mengakibatkan kematian. Sehingga akhirnya tindak operasi harus dilakukan untuk menyelamatkan penderita.
Padahal sesungguhnya lilin/kotoran yang ada di dalam telinga kita diproduksi secara alami oleh tubuh kita untuk menangkap kotoran/debu agar tak masuk ke dalam telinga. Nanti pada akhirnya akan keluar sendiri meski tidak dikeluarkan.
Jika dibersihkan dengan cotton bud, kadang ini justru bisa mendorong kotoran semakin ke dalam dan makin padat. Sementara dengan besi tajam bisa mengakibatkan iritasi. Jadi lebih baik dibuang saja. Istri saya beberapa kali menderita Otitis Media. Akhirnya saya buang alat pengorek besinya. Lebih aman pakai klip kertas atau bulatan peniti sehingga tidak tajam dan kotoran juga tidak terdorong ke dalam. Tapi ini sebaiknya jangan terlalu sering (jangan setiap bulan) dan harus hati-hati sekali.
Bagaimana jika sudah terkena Otitis Media?
Saya cari-cari ternyata banyak orang yang berobat ke RS hingga 2 minggu tidak sembuh-sembuh. Ada lagi yang memakai obat tetes telinga yang mahal yang harganya sampai Rp 80 ribu lebih, namun cukup lama penyembuhannya.
Alhamdulillah istri saya berobat ke dr Hasna. Oleh dokter tersebut cuma diberi obat antibiotik Amoxycilin (Rp 4.500/strip) dan obat tetes telinga Erla Mycetin yang terbuat dari Chloramphenicol (seharga Rp 3.500). Alhamdulillah dengan obat seharga Rp 8.000 tersebut, penyakit Otitis Media yang diderita istri saya sembuh. Cairan dari dalam telinga berhenti mengalir dan pendengarannya pulih kembali.
Cara di atas bisa ditiru jika anda benar-benar yakin bahwa penyakitnya sama. Tapi jika penyakit tetap berlanjut dalam sebulan, kemungkinan anda harus ke RS untuk menjalani operasi.
Semoga bermanfaat.
Otitis media
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Wikipedia Indonesia tidak dapat bertanggung jawab dan tidak bisa menjamin bahwa informasi kedokteran yang diberikan di halaman ini adalah benar.
Mintalah pendapat dari tenaga medis yang profesional sebelum melakukan pengobatan.
Otitis media adalah peradangan telinga bagian tengah yang biasanya disebabkan oleh penjalaran infeksi dari tenggorok (faringitis) dan sering pada anak-anak. Pada semua jenis otitis media juga dikeluhkan gangguan dengar (tuli) konduktif.

Dari perjalanan klinisnya, otitis media dibedakan atas akut (baru) dan kronis (proses lebih lama).
Otitis Media Akut (OMA)
Otitis media adalah infeksi atau inflamasi / peradangan di telinga tengah.
Telinga sendiri terbagi menjadi tiga bagian: telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam. Telinga tengah adalah daerah yang dibatasi dengan dunia luar oleh gendang telinga. Daerah ini menghubungkan suara dengan alat pendengaran di telinga dalam. Selain itu di daerah ini terdapat saluran Eustachius yang menghubungkan telinga tengah dengan rongga hidung belakang dan tenggorokan bagian atas. Guna saluran ini adalah:

* Menjaga keseimbangan tekanan udara di dalam telinga dan menyesuaikannya dengan tekanan udara di dunia luar.

* Mengalirkan sedikit lendir yang dihasilkan sel-sel yang melapisi telinga tengah ke bagian belakang hidung.

* Sebagai sawar kuman yang mungkin akan masuk ke dalam telinga tengah

Bagaimana Otitis Media Terjadi

Otitis media sering diawali dengan infeksi pada saluran napas seperti radang tenggorokan atau pilek yang menyebar ke telinga tengah lewat saluran Eustachius. Saat bakteri melalui saluran Eustachius, mereka dapat menyebabkan infeksi di saluran tersebut sehingga terjadi pembengkakan di sekitar saluran, tersumbatnya saluran, dan datangnya sel-sel darah putih untuk melawan bakteri. Sel-sel darah putih akan membunuh bakteri dengan mengorbankan diri mereka sendiri. Sebagai hasilnya terbentuklah nanah dalam telinga tengah. Selain itu pembengkakan jaringan sekitar saluran Eustachius menyebabkan lendir yang dihasilkan sel-sel di telinga tengah terkumpul di belakang gendang telinga.

Jika lendir dan nanah bertambah banyak, pendengaran dapat terganggu karena gendang telinga dan tulang-tulang kecil penghubung gendang telinga dengan organ pendengaran di telinga dalam tidak dapat bergerak bebas. Kehilangan pendengaran yang dialami umumnya sekitar 24 desibel (bisikan halus). Namun cairan yang lebih banyak dapat menyebabkan gangguan pendengaran hingga 45 desibel (kisaran pembicaraan normal). Selain itu telinga juga akan terasa nyeri. Dan yang paling berat, cairan yang terlalu banyak tersebut akhirnya dapat merobek gendang telinga karena tekanannya.
Penyebab
Penyebab otitis media akut (OMA) dapat merupakan virus maupun bakteri. Pada 25% pasien, tidak ditemukan mikroorganisme penyebabnya. Virus ditemukan pada 25% kasus dan kadang menginfeksi telinga tengah bersama bakteri. Bakteri penyebab otitis media tersering adalah Streptococcus pneumoniae, diikuti oleh Haemophilus influenzae dan Moraxella cattarhalis. Yang perlu diingat pada OMA, walaupun sebagian besar kasus disebabkan oleh bakteri, hanya sedikit kasus yang membutuhkan antibiotik. Hal ini dimungkinkan karena tanpa antibiotik pun saluran Eustachius akan terbuka kembali sehingga bakteri akan tersingkir bersama aliran lendir.
Otitis Media Kronik

Otitis media kronik ditandai dengan adanya supuratif (bernanah) yang merupakan lanjutan dari OMA yang mengalami pecah gendang telinga dan tidak menutup setelah 6 minggu atau non supuratif (serosa/gendang telinga utuh).

http://id.wikipedia.org/wiki/Otitis_media

Congek Bisa Sebabkan Kematian
10:27, 18/04/2010
MEDAN-Jangan menganggap enteng penyakit pada indra pendengaran yang biasa disebut congek. Pasalnya, infeksi pendengaran bisa menyebabkan kematian jika tipe penyakit yang ditemukan adalah tipe ganas.
“Penyakit infeksi pada pendengaran ini ada dua tipe, jinak dan ganas. Kalau ganas jaringan choleasteatom dari yang tumbuh di gendang telinga dapat merusak tulang-tulang hingga ke otak, ini bisa penyebab kematian. Kalau sudah ada jaringan choleasteatom yang tumbuh, mau tidak mau harus segera dioperasi,” kata Ketua PGPKT Komisaris Daerah Sumut DR Dr Delfitri Munir Sp THT-KL(K) kepada wartawan di sela-sela operasi Outitis Media Perporasi (OMP) gratis di lantai III Central Medical Unit RSUP H Adam Malik Medan, Sabtu (17/4).
Sedangkan untuk tipe jinak, menurut Delfitri, jadwal operasinya masih bisa ditunggu dan bisa disembuhkan dengan memakan obat saja. Delfitri menerangkan, penyakit infeksi pendengaran itu disebabkan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). “Penyakit ini ditandai dengan keluarnya nanah dari telinga. Kalau yang sudah ganas, nanahnya berwarna kehijau-hijauan,” sebutnya.
Masih menurutnya, penangan operasi yang dilakukan terhadap pasien yang hanya mengalami gangguan jinak, hanya menambal gendang telinga serta membersihkan tulang-tulang telinga yang infeksi dan membutuhkan waktu paling lama satu jam.
“Sedangkan yang sudah ditumbuhi jaringan choleasteatom tadi, waktu operasinya bisa sekitar 4 jam lebih,” ucapnya.

Dia juga mengatakan, dokter THT tidak semua bisa melakukan operasi OMP ini. Di RS Adam Malik sendiri, dari 23 dokter THT, yang bisa dan rutin melakukan operasi ini cuma tiga orang.
Delfitri menambahkan, Pemda diharapkan untuk menyiapkan alat-alat untuk mendukung operasi ini, sebab, sampai hari ini alat yang paling lengkap baru di RS Adam Malik. “Mengingat banyaknya penderita congekan ini, setiap tahunnya hingga 4,7 per seratus ribu penduduk, disarankan pemda menyiapkan alat-alat yang mendukung operasi ini, seperti mikroskop, mikrobor dan lainnya. Sedangkan kita siap untuk memberi pelatihan-pelatihan seperti ini, agar jumlah dokter THT yang bisa melakukan operasi ini bertambah,” katanya.
Sementara Kasubbag Humas RSUP HAM Sairi M Saragih DCN Mkes membenarkan dilakukannya operasi OMP di ruang Central Operasi Terpadu terhadap tujuh pasien yang menderita infeksi pendengaran. “Dari informasi yang didapat rencananya dokter akan menangani operasi terhadap 7 pasien namun pada satu orang mengundurkan diri,” katanya. Ketujuh pasien menderita infeksi pendengaran menjalani operasi OMP yakni Linggom (17), Nadia Safitri (18), Epiyanti (39), Evelyn (22), Rosinta (31), Agussalim (13) dan Rahmansyah (21). (mag-21)

http://www.hariansumutpos.com/2010/04/40726/congek-bisa-sebabkan-kematian.html

Otitis media ( OM / congek ).
Penyakit yang umumnya dikenal sebagai congek (kalau sudah parah) ini bisa juga bikin sengsara. Namun, karena menyerang telinga, biasanya tidak terlalu mendapat perhatian. Padahal, kalau sampai si otitis media datang dan tak segera ditangani, akibat yang ditimbulkannya tak kalah mengerikan. Bisa jadi tuli. Atau, bisa sampai menimbulkan komplikasi, di antaranya meningitis atau radang otak yang dapat berakhir dengan kematian.

Bayi dan anak-anak lebih rentan
Otitis media sebenarnya radang telinga tengah. Nama keren ini berasal dari kata oto yang artinya telinga, itis berarti radang, dan media yang menunjukkan bagian tengah. Jadi, otitis media itu peradangan sebagian atau seluruh telinga tengah.
Untuk mengetahui apa yang dimaksud telinga tengah, coba tengok sebentar anatomi organ pendengaran kita. Telinga dibagi atas tiga bagian, yakni telinga luar, tengah, dan dalam. Telinga luar meliputi daun telinga sampai membran timpani atau gendang telinga, yang menjadi pembatas antara dunia luar dengan rongga telinga tengah. Rongga telinga ini juga menjadi muara tuba eustachius, saluran yang menghubungkan daerah nasofaring di rongga mulut dengan rongga telinga.
Tuba eustachius memiliki peranan cukup penting. Selain sebagai ventilasi agar tekanan di rongga telinga sama dengan tekanan udara luar, saluran ini juga merupakan penghalang masuknya kuman dari nasofaring ke telinga tengah. Secara normal tuba dalam keadaan tertutup. Kalau telinga tengah perlu oksigen, ketika mengunyah, menelan, atau menguap, saluran ini baru terbuka.
Di telinga tengah juga terdapat tiga tulang pendengaran yang saling bersambungan dan menghubungkan gendang telinga dan rumah siput (koklea) di telinga dalam. Rumah siput merupakan tujuan akhir getaran suara sebelum diteruskan melalui saraf pendengaran dan keseimbangan ke otak.
Telinga tengah biasanya steril. Di dalam tuba eustachius ada mekanisme pertahanan untuk mencegah masuknya mikroba dari rongga mulut ke rongga telinga. Namun, dalam kondisi tertentu, ketika pertahanan terganggu, infeksi di telinga tengah bisa terjadi. Kuman masuk ke telinga tengah seolah tanpa perlawanan. Kuman inilah yang menimbulkan otitis media.
Kemasukan benda asing atau serangga, yang betah dan tak bisa keluar, juga bisa menyebabkan infeksi telinga. Atau, karena “keunikan” individu. Orang yang anatomi telinganya tidak normal bisa juga menderita otitis media. Orang macam ini cenderung rentan terhadap kotoran, yang biasanya mengandung kuman.
Peradangan biasanya ditandai dengan keluarnya cairan pada organ pendengaran ini. Kalau cairannya kental seperti nanah, penyakitnya disebut otitis media supuratif. Sebaliknya, ada yang nonsupuratif (otitis media serosa). Sekilas, gejala keduanya hampir sama.
Dilihat dari proses munculnya penyakit, otitis media masih dibedakan lagi atas otitis media akut dan kronis. Bila otitis media supuratif timbulnya mendadak, disebut otitis media akut (OMA). Kalau tidak segera diobati sampai tuntas, si OMA dapat berkembang menjadi otitis media supuratif kronis (OMSK). Berbagai komplikasi juga bisa timbul. Tidak hanya gangguan fungsi telinga, tetapi bisa mengakibatkan kematian. Proses menjadi kronis ini bisa menyebabkan hancurnya struktur di dalam telinga dan tulang-tulang di sekitarnya yang merupakan bagian dari tengkorak.
Infeksi dapat terus menyebar sampai ke selaput pembungkus otak dan ke jaringan otak sendiri. Ini terjadi karena benteng pertahanan di telinga berhasil diruntuhkan kuman penyakit. Reaksi pertama yang terjadi biasanya berupa pembentukan abses lokal. Selanjutnya, melalui proses cukup rumit, abses ini bisa menyebar ke selaput pembungkus otak, lalu ke jaringan otak. Walaupun tidak khas, nyeri kepala di daerah atas dan belakang telinga bisa menjadi petunjuk infeksi telinga yang sudah masuk ke rongga tengkorak.
Komplikasi otitis media bisa terjadi di telinga saja (lokal) atau di dalam rongga tengkorak (intrakranial). Kelumpuhan saraf wajah dan labirintitis (yang gejalanya vertigo dan tuli saraf berat) adalah contoh komplikasi lokal. Sementara infeksi sampai ke otak bisa berlanjut menjadi meningitis dan abses otak. Pada keadaan ini, penanganannya menjadi lebih rumit, melibatkan tidak hanya dokter spesialis THT, tetapi juga dokter spesialis saraf atau bedah saraf. Hasil terapi pun lebih sulit diperkirakan.
Yang menjadi masalah kalau otitis media terjadi pada bayi atau anak kecil. Meski belum tentu dikeluhkan mereka justru rentan terhadap otitis media. Gangguan pendengaran pun mudah terjadi, karena bentuk tubanya lebih pendek, lebar, dan mendatar. Kalau ada infeksi di saluran pernapasan atas, misalnya batuk pilek atau influenza, kuman-kumannya lebih leluasa untuk sampai ke rongga telinga tengah. Maka OMA pun cepat terjadi.
Infeksi dapat menimbulkan perubahan lapisan mukosa telinga tengah. Perubahan ini terjadi berangsur-angsur, tidak langsung. Mula-mula tuba eustachius tersumbat, sehingga penderita merasa pendengarannya terganggu. Lalu terjadi perubahan pada lapisan mukosa di dalam telinga, terbentuk cairan di rongga telinga, dan gendang telinga membengkak. Penderita akan merasa sangat sakit dengan demam tinggi dan nyeri di telinga semakin bertambah. Kalau cairan tidak segera dikeluarkan, gendang telinga bisa pecah atau robek (perforasi), dan meninggalkan lubang. Tuli pun bisa terjadi.
Berdasarkan bagian yang mengalami gangguan atau kerusakan, tuli dibedakan menjadi tuli konduktif dan tuli saraf. Pada tuli konduktif, pendengaran menjadi terganggu karena ada gangguan hantaran suara akibat kelainan telinga luar dan tengah. Sifatnya mekanis dan umumnya bisa direparasi. Tuli saraf lebih sulit disembuhkan, karena yang rusak di bagian dalam, sarafnya sendiri, atau pusat pendengaran di otak. Kedua jenis tuli ini dapat terjadi sendiri-sendiri atau bersamaan, dan bisa diderita segala usia.
Nah, infeksi di telinga tengah hampir selalu menimbulkan tuli konduktif. Walaupun gendang telinga masih utuh, tulang-tulang pendengaran bisa terputus. Hal ini akan menimbulkan tuli konduktif lebih parah. Penanganannya pun bisa melalui bedah rekonstruksi mastoidektomi, untuk menyambung tulang-tulang pendengarannya. “Tindakan bedah ini bertujuan untuk memperbaiki pendengaran sampai penderita bisa bersosialisasi dan melakukan aktivitas sehari-hari. Artinya, cukup sampai ia bisa mendengar dan mengikuti pembicaraan orang-orang di sekitarnya, bukan mengembalikan fungsi pendengaran sampai seratus persen normal,” ujar dr. Helmi, Sp.THT, dari Bagian THT.
Pada kasus infeksi yang mencapai ke telinga dalam dan menimbulkan tuli saraf berat di kedua telinga, terkadang diperlukan implantasi koklea. Tindakan ini cukup rumit dan memerlukan waktu cukup lama. Pada kasus lain, dapat pula digunakan alat bantu dengar. Hanya saja diperlukan beberapa persyaratan khusus, seperti keadaan telinga luarnya harus baik. Pasalnya, alat bantu dengar di telinga bisa memberi peluang terjadinya infeksi telinga luar.

Obati sampai tuntas
Baca selengkapnya di sini:

http://ezcobar.com/dokter-online/dokter15/index.php?option=com_content&view=article&id=82:otitis-media-om-congek-&catid=45:tht&Itemid=62

Bagaimana Mengobati Telinga Berair
Beberapa pasien mengeluh masalah dengan telinga mereka yang sering berair berulang (istilah awam : congek / torek). Umumnya telinga yang sering berair berulang akibat gendang telinga yang robek. Penyebab gendang telinga yang robek dapat dibaca pada tulisan saya “Telinga Berair Berulang“

Pengobatan telinga yang berair harus dilakukan secara teratur sampai kering, karena apabila sering berair berulang dapat menyebabkan pendengaran akan berkurang secara bertahap dan yang lebih berbahaya dapat mengakibatkan infeksi ke otak.

Pengobatan telinga berair, tergantung dari lama dan seringnya infeksi serta besar kecilnya gendang telinga yang robek.

Biasanya akan diberikan obat tetes telinga dan obat minum untuk mengurangi infeksi. Apabila telinga tetap berair lebih dari 3 bulan terus menerus setelah diobati dengan teratur, biasanya diperlukan tindakan operasi untuk membersihkan infeksi pada telinga bagian tengah tersebut.

Pada gendang telinga robek yang tidak terlalu besar bisa dilalukan operasi penutupan gendang telinga, setelah infeksi sembuh. Infeksi telinga yang sudah lama dan berulang biasanya gendang telinga sudah tidak ada lagi, umumnya sulit untuk dilakukan penutupan gendang telinga.
Baca selengkapnya di sini:

http://d132a.wordpress.com/2008/11/03/bagaimana-mengobati-telinga-berair/

Tentang iklan-iklan ini

74 Tanggapan

  1. wah menakutkan . . .

  2. aku pnya pnykt congek,.,.,.udah dari saya kecil ampe skrg gak sembuh2.,,.umur saya skrg 15 tahun,.,.gmana caranya agar saya bisa sembuh,.,.

    • sebaiknya dgn obat2an herbal, jauuh lebih aman..

    • Saya sekarang berumur 30 tahun, dari kecil ampe dewasa sy pny penyakit conge, berbagai macam cara org tuaku berusaha mengobati penyakit ku ini tapi sia sia saja, hingga q dewasa dan merantau ke Jakarta, setelah q berihtiar datang ke spesialis THT q disarankan beli obat diapotek namanya TARIVID OFLOXACIN, cara pakainya diteteskan 2 tetes 3x sehari, selama 3 hari setelah pemakaian dihentikan besoknya langsung kering, sekarang dah dua tahun lebih ga pernah kambuh kambuh lg lega rasanya bs sembuh dr penyakit ini.

  3. idih ngeriiiiiiiiiii

  4. ass… saya skrang sudah bermur dua puluh lima tahun. saya mengalami penyakit kekurangan pendenganran (TULI) ini dari kelas 3 sDN smpai krang blum normal. dua-duanya telinga ku tidak bia mendengar kalau bicara yg sederhana. akirnya skrang sya minder bergaul dgn teman-teman ku. tolong sya minta solusi.

  5. mikuum…….
    saya menderita congek dari SD, sekarang umur saya 19 tahun.
    gimana caranya byar cept sembuh,,,,,,,,,,?

  6. dr.hasna alamat’a dmna gan???tolong info’a..

    thanks…

  7. pa dokter saya maw tnya,cara mengobati telinga berair dan bau bagaimana?
    kjadian ini terjadi saat saya duduk d bangku SD yaitu pd tahun 2002…lalu skrg terulng kmbali sblmnya sudh saya k dokter 2x THT lalu d semprot dan d bersihkan lalu stlh bbrp bulan telinga ini kmbali berair dan berbau….
    lalu saat flu mngeluarkan ingus mntup satu hidung lalu mnyemprotkannya selalu saja keluar angin dr telinga….

    lalu harus bgmna pa?sptinya saya sudh tdk percya pd pnymbuhan medis lg…

    mhon beri sugesti , thanks.

    • Saya bukan dokter. Kalau mau yang dokter bisa klik link:

      http://d132a.wordpress.com/2008/11/03/bagaimana-mengobati-telinga-berair/

      Namun saat istri saya telinganya berair dan nyaris tak bisa mendengar, setelah cari2 di internet alhamdulillah bisa sembuh dalam 3 hari dengan obat dexamethasone, amoxicyllin (1/2), dan obat tetes telinga Erlamycetine.

      Anak saya Irfan yang berumur 6 tahun saat sakit telinga diberi obat serupa dengan dosis separuhnya kemudian ditetesi Propolis Melia alhamdulillah sembuh juga dengan cepat.

    • Saya sekarang berumur 30 tahun, dari kecil ampe dewasa sy pny penyakit conge, berbagai macam cara org tuaku berusaha mengobati penyakit ku ini tapi sia sia saja, hingga q dewasa dan merantau ke Jakarta, setelah q berihtiar datang ke spesialis THT q disarankan beli obat diapotek namanya TARIVID OFLOXACIN, cara pakainya diteteskan 2 tetes 3x sehari, selama 3 hari setelah pemakaian dihentikan besoknya langsung kering, sekarang dah dua tahun lebih ga pernah kambuh kambuh lg lega rasanya bs sembuh dr penyakit ini.

  8. kalo pengbatan untuk balita usia 4 thun sdah hmpir 3thn tpi sdh di bawa tht ko ga kunjung sembuh

  9. saya bingung anak saya ko ga bisa sembuh. pengobatan untuk balita sdah 3 thn tapi ga kunjung sembuh

  10. asklm
    tnngan sya mngalami pnykit congek
    tp dy sllu brsaha mntup2i.y dari sya
    pdhl sya sudah tw,
    mdh2an dgn tips2 d atas
    tnngan sya bisa sembuh total
    sblm dtag wktu prnikahan kami,,
    amin !!
    mnta doa nya yaaa

  11. tempatnya dmna???
    aq pngen sembuh jg,,,aq sjak kecil ngalami congek..
    jadi putus harapan aq…slalu di ejek…
    gmn cranya shobat???

  12. UNTUK MEndapatkan (antibiotik Amoxycilin (Rp 4.500/strip) dan obat tetes telinga Erla Mycetin yang terbuat dari Chloramphenicol (seharga Rp 3.500), apkah obat ini bisa didapatkan atau dijual oleh semua apotik ????????????

  13. Saya pemuda umUr 20 thn…..sudaH 8 thun q menderita penyakit telinga beraiR’….dah berobat juga blom smbuh2 juga…sampe2 setiap kmna2 aq slalu bawa contton bud untuk membersihkannya..sejak sekolah smp saya sudah di bayangi rasa minder gara2 penyAkit ini…….belajarpun tak eNAk teman2 pun pada kaburr…………q bersyukur sdh lulus smp………smpE2 mau scol sma q gk mau garA2 ini’……pasty tmBah bnyak lagi cobaANnya’…….wktu skolah sma q tuh jarang bnget makan Di scol atopun istiraHat’…………
    Wktu istirahat q habiskan di toilet untuk membersihkan congek’ku ini’………setiap ganti pelajarAn. Q bolak balik ke toilet mulu….karena selama 2_3 jam berasa ada aiR yg keluar….langsung Q bersihkAn…………sampai saat ini Q sudah keRjA untuk menghidupi keluArga & scol adek2..conge ini pun blom smbuh’…..q sDh gk tau mau berobat Gmna???
    Org tuAQ juga gk taU kalu aq menderita CongEk’…….org tuAnQ sibuk bekerja’………Q pengEN hidup kaya org2 biasa yg tak tergantungan sama toilet’………ya allah smbuhkaNLah congekku ini’….q pengEn mEmbahagiAkan ortu & adek2 saya’…….

  14. smoga sembuh buat yg menderita pnyakit telinga berair berdoa ajh slalu sma allah , sgala panyakit pasti ada obat nya buat gw yg punya penyakit serupa smoga bisa di sembuh kan amin.

  15. Ass….
    Tolong kasih tau saya…
    Apa obatnya..
    Saya sudah 35 tahun mengidap conge’an…dah kesana kemari berobat tapi ga sembuh2…
    Bagi yg tau kasih tau yah…
    Thanks..

  16. obat apa yang cocok diminum untuk anak usia 2 thn, untuk menyembuh rasa sakit di telinga? Sblmnya say ucapin terima kasih

    • anak sama sm seperti anak bapak. dokter (specialist THT)
      saran kan obat tetes merk carbo glycerin

  17. saya punya penyakit conge, bagaimana caranya supaya bisa sembuh dengan cara tradisional dan herbal?
    Qhu tunggu balasannya y?

  18. ASS….MOHON MAAF SEBELUMNYA KEPADA BPK NIZAMI. SAYA KURANG SETUJU DENGAN PENDAPAT BAPAK ..MASALAH TELINGA ORGAN YANG VITAL. KLO DOKTER NGOBATI ITU PASTI DIPERIKSA DULU …NAH DARI HASIL PEMERIKSAAN BARU DI PILIH OBAT YANG SESUAI . JADI KLO SETIAP SAKIT TELINGA BAPAK SARANI UNTUK MEMBELI OBAT YANG SEPERTI BAPAK KASIH PADA ANAK BAPAK… ITU TERLALU BERBAHAYA PAK…..KARENA SEMUA OBAT PUNYA EFEK SAMPING…KLO GENDANG TELINGA SUDAH TIDAK UTUH OBAT TETES TELINGA ITU TIDAK BOLEH DIBERIKAN. GIMANA BISA TAU GENDANGNYA MASIH UTUH ,,,YA HARUS DIP PERIKSA DULU OLEH DOKTER.JADI SEBAIKNYA KLO SAKIT BEROBATLAH PADA AHLINYA…JANGAN COBA-COBA SENDIRI.

    • ow,,,iya itu. berbahaya sekali dab. gendang telinga kalau pecah harus diganti gendang tabuh…..semoga bermanfaat

    • yaah namanya jga berbagi, tadi kan pak Nizami sudah bilang, beliau bukan dokter. orang punya pendapat sendiri2. gw berapa kali ke dokter yg ada cuma dikasih obat bejibun tapi gak sembuh2. Lagian kita jga bisa menakar sendiri kalo sudah berkali-kali bru deh ke dokter yg ahli. Belakangan yg gw tau, dokter sekarang kayak sales, dia bisa jual banyak obatnya dia dapat insentiv, dari RS atau MedRep.

  19. Sekedar berbagi pengalaman pak.
    Istri saya waktu itu juga ke dokter.
    Yang punya cukup uang, silahkan ke dokter dulu.
    Cuma tak semua orang kan sekarang sanggup ke dokter. Toh jika selama 1 bulan ikhtiar sendiri tidak sembuh, ya mau tak mau tetap harus ke dokter atau RS.

  20. ass.saya punya pnyakit conge…saya sudah ke dokter sempat sembuh tpi beberapa tahun kemudain kambuh lg penyakitnya..gmna caranya penyakit nich supaya tidah kambuh kembali dok

    • Kata dokter yg pernah saya konsul ke dia conge itu salah satu penyebabnya adalah penumpukkan nanah dibalik gendang telinga kita yang meluap/bocor melalui gendang telinga kita, adapun nanah itu berasal dari sel darah putih yang menyerang bakteri yg berasal dari dari rongga mulut/hidung yg naik melalui saluran eustachius, jadi supaya tidak terjadi kita harus menjaga rongga mulut kita tetap sehat jangan membiarkan sakit flu atau radang tenggorokan tidak diobati. Saya juga congean tapi untung belum parah dan sepertinya karena saya dulu suka tidak segera mengobati radang tenggorokan dan filek saya. saya mau coba saran A Nizami mudah2an sembuh. terima kasih

  21. klo punya pnyakit conge lebih baik klo mandi jangan setiap hari kepalanya di basahin….karna dapat menambah keluarnya air dri telinga

  22. obat propolis itu di tetes kan ke lubang telinga ato di tete ke dalam air lalu di minum ???

  23. apakah bisa terjadi infeksi jika ada serangga kecil yang masuk ke telinga lalu menyebabkan congek.

  24. Wah itu tanya dokter saja pak.
    Tapi kalau ada serangga masuk telinga, harus dikeluarkan itu.

  25. dlu ag ga pa2, tp gara2 suka tlpn 24 jam, trs suara y kenceng telinga ag jd sakit hidung trs pipi bengkak, mgkn da 1 thn tp dokter blum kasi ag obat yg cocok, ag mohon kasi ag obat y dokter,

  26. ag da cape ma penyakit ag ni, jd skrg pipi ag k liatan y gendut padahal bengkak, tolng ag dokter,

  27. semoga yg kna congek cpt smbuh dan cepat beraktivitas seperti biasa
    heheheheheheeee,,,,

  28. kalau buat kucing bisa di pakai ga itu obatnya?

  29. saya juga sama. Insya alloh, obat minum: amoxilin lebih baik. Karna membunuh virus/bakteri dari dalam. Selamat mencoba…

  30. IJIN SARAN, bagi yg uda dewasa. Jaga kondisi Tubuh. JANGAN SAMPAI ANDA SAKIT FLU. kata dokter saya, JIKA Anda flu, Biasa nya yg pernah menderita CONGEK, pada saat sakit flu, biasanya congek Akan muncul. Nah, apabila ada gejala flu, sesegera mungkin minum obat flu, obat sprti iklan2 di TV. gejala awal Congek…adalah flu. Apabila sudah keluar nanah, bagi yg takut salah “gak berani pakai OBAT TETES”minum obat amoxilin atau obat antibiotik”pembunuh kuman dari dalam” dari sejak jaman doeloe. Amoxilin TOP untk membunuh bakteri,virus,kuman dari dalam tubuh. Semoga cepat sembuh rekan2 semua… Selamat mencoba.

  31. dari kecil mpe skrng telinga saya masii saja mengeluarkan congek,gmn cra mengobatinya?
    dan obat apa yg plg mujarab?
    thx

  32. saya mau tau gimana cara mengobati congek,,,dari SD sampai sekarang telinga saya congek n berbau,,,apa bisa di sembuh kan…..

  33. saya mau tau gimana cara mengobati congek,,,dari SD sampai sekarang telinga saya congek n berbau,,,apa bisa di sembuh kan…..

  34. Klau cairan /nanah brwarna
    kuning itu masih jinak
    atau ganas?

    Kirim alamat dr.hasna
    dong.atas jwabannya
    sy ucapkn trmksh

  35. saya merasakan apa yg disebut di sana . tenginga saya berair , dan terus menerus …. mserta merasakan nyeri , tapi yang nyeri hanya telinga bagian kanan ……

  36. Kawan saya mantan penyelam, waktu menyelam pernah mengeluarkan darah dari telinga, sekarang kupingnya agak tuli apakah pengaruh waktu menyelam hingga kuping menjadi agak torek, adakah obatnya ?

  37. saya dr SD sudah mengidap pnykit conge.smpe skrang pun mci .sya skrang brumur 16thn.
    telinga sya sering keluar nanah dan berbau tak sedap.
    ap ad obt herbalnya pak?
    tl0ng d jwb scepatnya.
    sblumnya sya ucapkan trma kasih.

  38. Saya Jga Pnya Pnyakit Congek Gimana Cara mNGhilang kn Pnyakit Congek Tolong Pak Ya

  39. Saya Jg telingah Saya Berbau Gk ENak

  40. telinga saya kaya ada yang menyumbat bagaimana cara menanganinya….sblumnya sya ucapkan trma kasih.

  41. Saya menderita kurangnya pendengaran saya pada telinga kanan yang munkin berkurang 80 persen dari telinga kiri saya , saya menderita sejak umur saya 7 thun . dan sekarang saya berumur 17 tahun . bagai mana cara pengobatanya biar bisa sembuh dan normal kembali seperi telinga kiri saya ?
    terima kasih

  42. om obat yg om rekomendasiin itu banyak di jual diapotik2 besar gak?kuping ku sakit baru2 ini kayanya grgr sering mendengarkan lagu dengan headset… mau ke dokter tht tapi takut,soalnya seumur2 blm pernah ke tht… sakitnya kupingku tuh kalo kesenggol dikit nyeri bgt,spt ada jerawat…aku takut kalo harus dioperasi. Apa obat yg om rekomendasiin bisa buat penyakit di kupingku?terima kasih om:)

  43. TEMAN SAYA MENDERITA PENYAKITTERSEBUT … SAYA INGIN SEKALI MEMBANTU NYa . . .

  44. congek udah dari SD ampe skrg gak sembuh” ,
    kasian setiap ngeliat.a ,
    dya jd minder qalo kemana”

    share donk yg tau , biar gw bisa kasih tau k dya .

  45. Mau gw bantu dya ,.

    Share yha yang tau , .

  46. Kalo obat2n herbal sprti apa ? Trimksh

  47. uda 12 tahun kena ini penyakit, skrg aku 16thn. siap-siap mati aja :)

  48. Kl mnurut penglamanku obat herbal bgus dan ga ada efek sampingnya jd ga ada slhnya kl М̣̣̥̇̊ά̲̣̣̣̥υ̲̣̥ mencoba pake obat herbal aja yg aman.ada be2rapa obat herbal yg bsa mngobati penyakit telinga : THM,herba aini,herba aini natural sama ear canddle herbal
    Hanya sekedar info Yɑ̤̥̈̊ªªª◦”̮◦.

  49. Tapi kl bisa percaya sama kuasa allah Yɑ̤̥̈̊ªªª◦”̮◦. Jd sebelum mnggunakan obat baca bismillah dan yakin allah yg menyembuhkan melalui perantara obat tersebut :) jazzakillah khoiron

  50. Kira2 biaya tuk operasi ganti gendang telinga brp ya ? Coz pas saya kelas 2 SMP awalnya kuping sy klr air trs,lalu makanya saya pk korek kuping trs tuk membersihkannya,lama klamaan klr cairan berbau gt,lantas sy trsin tuk buat bersihin pake korek kuping,pas saya korek agak dlm taunya ,ada yg menempel di korek kuping,sebuah selaput warna putih,dan smpe sekarang sy berumur 23thn,sy blm tahu tuk biaya operasi penggantian gendang telinga,sy py asuransi sinarmas dr t4 sy krj,tp sy msh ragu tuk menggunakannya,huft bingung tuk harus bagaimana ya ? Tolong donk kasih solusinya

    • selaput ptih itu jamur . bukan gendang telinga yg copot om … segera ke Dr.THT untuk di bersihkan dan diri obat tetes … tp jgn di korek2 lagi .. gatel juga diemin aja jgn di korek . bahaya … mengorek kuping bikin ketagihan ..

  51. ya alloh saya pengen nangis denger yang congean bisa sampai di operasi bahkan menyebabkan kematia.,anak saya sudah 1 1/2 tahun congean sekarang mulai berbau ,berkali-kali ke THT jg polianak hasilnya nihil pernah juga di terapi sempat 1bulan sembuh namun kembali lagi,saya hawatir.membaca artikel ini saya sampai nangis,,,saya takut terjadi sesuatu terhadap anak saya.
    ya Alloh sembuhkan anak ku,dia tdk berdosa berikan saja padaku penyakit ini,,,,

  52. saya berumur 43 tahun telinga saya pendengaran kurang jelas.awalnya pilek 1 bulan gak sembuh singkat aja bagaemana cara penyembuhanya dan obatnya apa .penah ku bawa kedokter tidak ada perubahan tolong balas lewat imail kintap.city@yahoo.com

  53. subhanalloh.. sy jg menderita penyakit ini. setelah ikhtiar, mari coba bersabar.
    oia sejenak kita lupakan masalah ini, sy ada acara thun bruan naek puncak gnung slamet. bgi yg ada rencana sma atau pngin ikut kabarin ane ya..
    sblumnya prknlkan sy pmuda umr 20 th, asal bekasi. salam kenal.

  54. Saya menderita otitis media sejak kecil sampai sy SMA, sya coba minum obat herbal “TRICAJUS” Alhamdulillah skrg sudah sembuh dan nyaman.. Terimakasih :) Search di GOOGLE aja obatnya.

  55. sassalamu’alaikum

    nama saya lazta aziz saya ber umur 15th dari tk hingga sma telinga saya tetap mengeluarkan cairan berupa nanah saya baru aja di oprasi 3bulan yang lalu kata dokter udah bagus namun sedikit sedikit cairan nya keluar lagi minta solusi donk

  56. Dibawah ini ada cara merawat telinga terair adalah :
    1. Menyemprotkan sedikit parfum pada kapas
    lembut untuk disumbatkan ke telinga.
    2. Buat suatu lapisan tipis dari kapas facial untuk
    melapisi kapas yang basah
    3. Buat gumpalan yang bisa masuk ke telinga,
    namun gumpalannya harus panjang dan agak
    melebar agar mudah ditarik kembali, harus
    dilakukan hati-hati agar tidak menyentuh
    gendang telinga. Biarkan kapas menyumbat
    telinga selama 2-3 jam, kemudian tarik keluar.
    4. Maka telinga Anda tidak akan berdengung atau
    berair lagi.

  57. saya menderita sejak kecil sekarang umur saya 17 alhamdulilah sembuh dengan obat tetes OTOPAIN harga 44ribu.
    saya doakan semoga yg punya pnyakit ini sembuh amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 137 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: