About these ads

Si Raja Tega?


RAJA TEGA

Si Raja Tega?
UMR naik cuma 11%. Itu pun banyak rakyat yang upahnya masih di bawah UMR seperti Rp 1,2 juta/bulan karena perusahaan tak mampu menggaji lebih. Sementara yang manajer dengan gaji Rp 4 juta/bulan banyak yang dalam 3 tahun terakhir tidak naik-naik gajinya karena perusahaannya lesu.
Toh pemerintah bersemangat sekali menaikkan harga-harga barang. Naiknya tidak tanggung-tanggung pula. Kalau cuma 10-20% masih wajar. Lah ini bisa sampai 100% hanya dalam 1 tahun!
Ini naik apa merampok?
Continue reading

About these ads

Harga Premium Naik dari RP 4500 jadi Rp 6500/liter!


Hatta Rajasa dan Jero Wacik

Ternyata kenaikan harga Premium amat besar. Dari RP 4500 jadi Rp 6500/liter!

Kenaikan harga diumumkan oleh Menteri Perekonomian Hatta Rajasa ditemani Menteri ESDM Jero Wacik, Menteri PPN/ Kepala Bappenas Armida Alisjahbana serta menteri kabinet Indonesia Bersatu jilid kedua saat memberikan konferensi pers kenaikan harga BBM bersubsidi di kantor Kementerian Perekonomian Jakarta, Jumat (21/6/2013). | Kompas.com/Didik Purwanto

Agar tidak dibohongi, kalau mau tahu harga bensin dunia coba lihat ini:
http://en.wikipedia.org/wiki/Gasoline_and_diesel_usage_and_pricing

di sini harga Pertamax 95 yg di Indonesia Rp 12.000, di Brunei cuma US$ 0,39/liter atau Rp 3900/liter. Di Malaysia US$ 0,61/ltr atau RP 6100/liter.
Continue reading

Masalah BBM dan Solusinya


Masjidil Haram sebelum Nasionalisasi Perusahaan Minyak di Arab Saudi

Masjidil Haram sebelum Nasionalisasi Perusahaan Minyak di Arab Saudi

Saya lihat pemerintah tidak menganalisa masalah BBM dengan tepat dan melakukan solusi yang tepat. Walhasil, rakyat dipaksa berkorban dengan kenaikan harga2 BBM dan harga2 barang lainnya yang otomatis memiskinkan rakyat karena daya beli mereka berkurang. Dengan kenaikan harga barang 20% misalnya. Mereka yang belanja bulanannya Rp 3 juta/bulan, harus mengeluarkan Rp 3,6 juta / bulan. Darimana yang Rp 600 ribu/bulan itu? Sementara BLSM sebesar Rp 150 ribu/bulan selama 5 bulan itu tidak ada artinya.

Ada lagi spanduk “Selamatkan Uang Negara”. Ada uang negara yang dikuasai Negara. Uang ini digunakan untuk gaji Presiden, menteri, pejabat, DPR, PNS, Tentara, Polisi, dsb. Sisanya baru untuk rakyat. Sedikit sekali yg sampai ke rakyat. Apalagi kalau dikorupsi.

Continue reading

Partai Pendukung Kenaikan Harga BBM 2013


Partai Pendukung Kenaikan Harga BBM

Siapa pun itu jika mewakili aspirasi rakyat seperti menolak kenaikan harga BBM, itu harus didukung.
Masalah hati seperti pencitraan, itu urusan Allah.
Saya lihat anggota DPR yg menyindirnya rata2 memang pendukung kenaikan harga BBM seperti dari partai Demokrat ini:
“Tapi daging sapi jangan naik,” sindir Ketua Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf.

Cuma memang tokoh2 Islam harus hidup sederhana dan istiqomah sesuai Islam. Sehingga bisa berkata dgn tegar tanpa dicemoh karena dianggap cela.

http://infoindonesia.wordpress.com/category/bbm/kenaikan-harga-bbm-bbm/

Continue reading

Kenaikan Harga BBM Miskinkan Rakyat dan Menambah Kejahatan


anjunganminyak

Kalau kita lihat data statistik BPS, mobil pribadi itu cuma 9,5 juta. Itu pun mungkin 80% adalah mobil2 tua yg tak layak jalan. Sisanya adalah truk, bis, dan 68 juta Sepeda Motor. Sepeda Motor itu kurang nyaman dan aman. Boleh dikata 90% pemakainya adalah orang2 miskin yg tak mampu naik bis/KRL karena ongkos kendaraan umum mahal. Dibanding jumlah rakyat yg 242 juta jiwa, jelas pemilik mobil pribadi itu kurang dari 5%. Artinya 95% subsidi itu sudah tepat sasaran. Kalau mau mengambil 5% Subsidi yg salah sasaran, kenakan saja pajak STNK yg tinggi bagi pemilik kendaraan pribadi. Misalnya 10% dari harga yg beli. Misalnya dia beli mobil Rp 1 milyar. Dia harus bayar pajak Rp 100 juta. Artinya itu bisa menutupi 10.000 liter bensin/tahun atau hampir 300 liter bensin/hari. Jangan sampai pengurangan subsidi menyengsarakan 80% rakyat menengah ke bawah karena kenaikan harga2 lainnya

Kenaikan harga BBM akan memiskinkan rakyat karena harga2 barang otomatis akan naik. Sementara pendapatan rakyat tak meningkat. BLSM pun cuma 5 bulan dgn besar rp 150 ribu/bulan:

Continue reading

Mismanagement/Salah Urus Minyak di Indonesia


Banyak Mismanagement/Salah Urus minyak di Indonesia yang harus dibenahi dulu. Solusinya: Nasionalisasi Semua perusahaan minyak di Indonesia. Biar semuanya dikelolah oleh 3 BUMN minyak agar bisa bersaing. Dgn dikuasai oleh perusahaan minyak asing, Produksi minyak di Indonesia di era Soeharto yang 1,5 juta bph sekarang turun jadi 0,8 juta bph setelah kontrol minyak diserahkan dari Pertamina ke BP Migas.

Begitu pula minyak kurang, kok malah ekspor? Itu harus dibenahi dulu. Baru kita bicara tentang pengurangan Subsidi BBM.

Dari berita Detik.com 10 April 2012, kita bisa melihat salah urus masalah minyak di Indonesia. Harusnya Presiden, Menteri ESDM, BP Migas, dan Pertamina membenahi hal ini. Di antaranya:

1. Minyak Kurang Kok Masih Ekspor Minyak?

Pada tahun 2011 ekspor minyak Indonesia ke luar negeri 100.744 ribu barel/hari. Alasannya Kilang Minyak Indonesia tak bisa mengolah minyak Indonesia tersebut.

Aneh kan?

Namanya teknologi itu bisa dibeli. Indonesia tidak bisa bikin reaktor nuklir, pesawat terbang, dan komputer. Tapi kita bisa membeli dan mengoperasikannya. Nah harusnya juga begitu. Jangan sampai negara Jepang dan Singapura yang tidak punya minyak malah bisa mengilang minyak Indonesia.

Continue reading

Partai Pendukung Kenaikan Harga BBM dan Penentangnya


Partai pendukung kenaikan harga BBM yang utama adalah Partai Demokrat yang memang sejak awal gigih memperjuangkan kenaikan harga BBM. Ada pun partai lain seperti Golkar dan PPP yang semula menolak kenaikan harga BBM, akhirnya setelah rapat paripurna menyetujui kenaikan harga BBM.

Ada 2 Opsi yang dipilih. Opsi pertama menolak kenaikan harga BBM. Yang menolaknya adalah PDIP dan Hanura yang sampai walk-out. Kemudian Gerindra dan PKS.

Ada pun Opsi Ke2 menyatakan pemerintah bisa menaikan harga BBM jika rata-rata harga jual minyak Indonesia (sesuai dengan harga bursa Komoditas NYMEX)  di atas 15% dari acuan APBN yang US$ 105,75/brl. Artinya jika harga minyak dunia mencapai US$ 120,75, pemerintah bisa menaikan harga BBM. Saat ini harga minyak sudah mencapai US$ 118/brl.

Continue reading

Kwik Kian Gie: Subsidi BBM itu Bohong!


Di bawah adalah tulisan Kwik Kian Gie yang menyatakan Subsidi BBM adalah bohong. Jika kita teliti, itu memang benar.
Sesungguhnya biaya produksi minyak dari menggali minyak, kilang, hingga distribusi ke Pom Bensin menurut KKG adalah US$ 10/brl. Ada baiknya kita naikan saja jadi US$ 15/brl untuk memberi keuntungan bagi pendukung Neoliberalisme yang mengatakan Subsidi BBM itu ada. Itu sudah termasuk keuntungan yang cukup besar bagi para operator dan distributor.
Buat yang ragu angkanya bisa lihat data komponen biaya dari website pemerintah AS:
http://www.eia.gov/petroleum/gasdiesel
Di situ dijelaskan biaya minyak mentah 72% dari harga jual, pengilangan 12%, Distribusi dan Pemasaran 5%, Pajak 11%.
Taruhlah rate 1 US$ = Rp 10.000 dan 1 barrel = 159 liter.
Continue reading

Daftar Nama Pendukung Kenaikan Harga BBM tahun 2005


Warga Antri BBM

Warga Antri BBM

Berikut nama-nama pendukung kenaikan harga BBM tahun 2005 yang mencapai 125%. Mereka memasang iklan dukungan kenaikan harga BBM di berbagai media massa. Bahkan LPEM FEUI membuat “studi Ilmiah” yang menyatakan kemiskinan berkurang jika harga BBM dinaikkan.

Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro yang berulangkali menaikan harga BBM ternyata di zaman Megawati juga menaikan harga BBM.

Continue reading

Download Revisi File Presentasi “Tak Ada Subsidi BBM” dan Penjajahan Kompeni


Secara matematis memang dengan jumlah konsumsi minyak 1,2 juta bph (barrel/hari), produksi 1 juta bph, dan impor 0,2 juta bph dengan biaya produksi US$ 15/barrel, harga jual US$ 77/barrel dan harga minyak Internasional US$ 125/barrel Indonesia harusnya untung US$ 49,4 juta per hari atau Rp 165,8 Trilyun/tahun(1 barrel=159 liter dan 1 US$ = Rp 9.200). Anda juga bisa menghitung sendiri dengan spreadsheet/kalkulator anda.

Tapi pernyataan rugi pemerintah bisa jadi satu kebenaran/bukan kebohongan karena “Cost Recovery” tahun 2008 untuk produksi sekitar 1 juta bph besarnya menurut LMND Rp 74 trilyun ditambah bagi hasil 15%. Deputi Operasi Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) Dodi Hidayat mengungkapkan bahwa bagi hasil berikut cost recovery bisa mencapai 60:40.

Continue reading

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 105 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: