Iklan

Studi Banding Anggota DPR: Buang-buang Uang Rakyat

Meski Indonesia termasuk negara miskin, namun banyak anggota DPR dan DPRD yang tidak sadar menghamburkan milyaran rupiah dengan alasan untuk studi banding.

Sebagai contoh 40 anggota DPRD Riau nyaris menghabiskan Rp 1,6 milyar untuk kunjungan ke negara-negara Asia dan Eropa. Ditambah “uang saku” Rp 50 juta per orang maka total biaya Rp 3,6 milyar! Padahal tujuannya tidak jelas. Dan hasil dari kunjungannya juga biasanya tidak ada.

Untung saja Mendagri Mardijanto melarang hal tersebut. Kalau sekedar studi banding, kan bisa dipakai cara lain yang lebih murah. Bisa memanfaatkan pegawai KBRI atau mahasiswa Indonesia Pasca Sarjana yang belajar di luar negeri. Minta mereka mengumpulkan informasi/membuat laporan berupa Video, Foto, dan tulisan yang diperlukan.

Bisa juga dengan menulis surat kepada institusi di luar negeri guna memberikan informasi/dokumen yang diperlukan.

Anggota DPR juga bisa mencari data lewat internet (Google), telepon, teleconference, email, dan sebagainya. Kalau pun harus pergi juga tidak harus sampai 40 orang. 5 orang juga sudah cukup. Sehingga dana milyaran rupiah itu bisa dipakai untuk mensejahterakan rakyat.

Metrotvnews.com, Riau: Sebanyak 40 anggota DPRD Riau akan mengadakan kunjungan ke negara-negara di Asia dan Eropa dengan dana Rp 1,6 miliar. Beberapa anggota DPRD lainnya menolak ikut dan menganggap studi banding ini hanya untuk rekreasi semata.

Rencananya angota dewan akan berkunjung ke Arab Saudi, Jepang dan Italia dengan menghabiskan dana Rp 1,6 miliar ditambah uang saku sebesar Rp 50 juta per orang. Keberangkatan akan dibagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama 20 anggota dewan akan berangkat pada 8 November 2007, gelombang kedua anggota dewan yang lain akan menyusul.

http://www.metrotvnews.com/berita.asp?id=48590

detikcom – Studi Banding 40 Anggota DPRD Riau ke 3 Negara Batal

Pekanbaru – Rencana studi banding 40 anggota DPRD Riau ke tiga negara batal sudah. Hal ini terkait datangnya larangan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri). …

www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/11/tgl/09/time/110044/idnews/850395/idkanal/10

Dubes RI di Swiss: Studi Banding DPR 90% Tidak Bermanfaat!
Rachmadin Ismail – detikNews

Jakarta – Berbagai kecurigaan publik tentang minimnya aktivitas anggota Dewan saat studi banding di luar negeri dibenarkan Duta Besar Republik Indonesia di Swiss, Djoko Susilo. Dari setiap kunjungan yang ada selama ini, 90 persen di antaranya tak bermanfaat bagi rakyat.

“Berdasarkan pengalaman saya setahun jadi dubes. Bukan hanya di swiss tapi berdasarkan informasi dari teman-teman dubes di Eropa seperti Belanda, Jerman dan Prancis, 90 persen tidak ada manfaatnya,” kata Djoko kepada detikcom, Senin (19/4/2011).

Djoko menolak dengan tegas kunjungan kerja yang bersifat asal-asalan. Bagi politisi PAN ini, kunjungan ke luar negeri bisa dibenarkan asal memiliki tujuan yang jelas.

“Misalnya untuk konferensi misal dari KTT, perundingan, atau tindakan pembelaan warga negara TKI dll, kategori pertama ini sah dan penting,” imbuhnya.

Selain itu, kunjungan ke luar negeri bisa dilakukan dalam misi kebudayaan atau mempromosikan pariwisata atau olahraga.

“Nah, ini misi yang ke luar negeri, yang terakhir disebut studi banding. Ini dominannya DPR termasuk DPRD,” sambungnya.

Karena itu, Djoko menolak setiap kunjungan anggota Dewan ke Swiss jika tak memiliki agenda yang pasti. Bila kegiatan yang dilakukan kurang dari 70 persen waktu kunjungan, jangan harap bisa mendapat izin dari Djoko.

“Kalau tidak seperti itu, batalkan saja. Saya pernah menolak kunjungan DPRD Sumatera dia datang ke sini 5 hari, tapi hanya mengalokasikan 5-6 jam untuk acara,” tegasnya.

Sebelumnya, berbekal draf RUU Fakir Miskin yang masih setengah jadi, rombongan komisi VIII DPR bertolak ke Australia dan China. Rombongan yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR Gondo Radityo Gambiro bertolak ke Australia dan China pada hari Minggu (17/4). Rombongan akan melakukan tour ke dua negara tersebut hingga 24 April 2011.

Tidak ketinggalan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR pun ikut melawat ke Amerika Serikat dan Inggris. Kunjungan ke Amerika dan Inggris yang dilakukan BURT DPR dijadwalkan di awal bulan Mei 2011.

Komisi I DPR juga melakukan kunjungan ke Amerika Serikat 1-7 Mei 2011 dengan menghabiskan anggaran Rp 1.405.548.500.

(mad/feb)
http://www.detiknews.com/read/2011/04/19/070221/1620292/10/dubes-ri-di-swiss-studi-banding-dpr-90-tidak-bermanfaat

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: