Iklan

Isyu Jual Beli Kursi Caleg dan Pemukulan Djoko Edhi

Djoko Edhi

Djoko Edhi

Di bawah adalah berbagai berita tentang isyu jual beli kursi Caleg dan pemukulan yang dilakukan Caleg PPP, Djoko Edhi Abdulrahman, terhadap mantan politikus PPP Bahrudin Dahlan. Baharudin menuduh Djoko Edhi menjadi calo kursi caleg di PPP.

Terlepas dari benar-salah berita tersebut, jika benar ada parpol yang memperjual-belikan nomor urut Caleg yang jadi, maka yang jadi ”Wakil Rakyat” adalah para ”Penyuap” yang pada akhirnya bukan membela rakyat, tapi berusaha dengan berbagai cara untuk mengembalikan uang yang telah dia berikan kepada Parpol tersebut.

Harusnya Caleg dipilih berdasarkan suara terbanyak/pilihan rakyat. Bukan berdasarkan banyaknya uang yang dia setor ke Parpol.

Semoga saja pemilihan Caleg betul-betul berdasarkan pilihan rakyat. Bukan berdasarkan nomor urut yang ditentukan oleh partai.

10/09/2008 07:20 wib – Nasional Aktual

Djoko Edhi Pukul Bahrudin

Buntut Jual-Beli Nomor Urut Caleg PPP

Jakarta, CyberNews. Kasus jual-beli kursi caleg berbuntut panjang. Syuting acara salah satu tv swasta semalam pun kisruh. Acara pengambilan gambar di Wisma Nusantara Jalan M Thamrin Jakarta itu diwarnai aksi pukul antara mantan politikus PAN Djoko Edhi Abdulrahman dan politikus PPP Bahrudin Dahlan.

Sebelum acara tersebut, Djoko Edhi dan Bahrudin sudah saling serang. Bahrudin menyebutkan Djoko Edhi menjadi calo kursi caleg di PPP. Merasa difitnah, Djoko Edhi meminta perhitungan kepada Bahrudin.

Djoko Edhi yang kini mendaftar sebagai caleg PPP itu tiba di lobi Wisma Nusantara pukul 20.15. Tak Lama kemudian, Bahrudin yang beralih menjadi caleg PAN tiba di tempat sama pada pukul 20.30.

Tanpa basa-basi, Djoko Edhi langsung memukul kepala Bahrudin yang sedang bersalaman dengan beberapa orang. Djoko menghunjamkan delapan pukulan ke kepala Bahrudin.

Bahrudin yang baru saja dipukuli tidak berkomentar apapun. Sambil memegangi kepalanya, Bahrudin keluar dari lobi gedung. Kru televisi dan beberapa wartawan yang berada di lokasi langsung memisahkan keduanya. Djoko Edhi dibawa kru ke sebuah ruangan, sementara Bahrudin langsung diamankan ke luar gedung.

Selanjutnya, format acara tv tersebut diubah. Acara yang seharusnya dimulai pukul 21.00 itu molor sekitar 10 menit. Bahrudin akhirnya tidak dihadirkan dalam acara tersebut namun hanya melalui telepon.

Dalam sesi pertama, Djoko Edhi masih belum bisa mengendalikan emosinya. Dia terus mengumpat kepada Bahrudin yang diwawancara melalui telepon.

“Tidak ada ampun untuk orang yang zalim. Masak saya dituduh jual nomer caleg,” katanya. “Kalau dituduh terima Rp 250 miliar sih nggak apa-apa, lha ini cuma Rp 250 juta,” ujarnya.

Presenter acara Grace Natalia yang memandu acara pun berusaha menenangkan Djoko. Namun hal itu tidak digubris oleh Djoko. Ditantang soal bukti jual-beli nomor urut caleg, Bahrudin mengaku punya bukti. “Saya punya buktinya, saya punya saksi. Tapi saya tidak akan mengatakan sekarang. Nanti saja di pengadilan,” jawab Bahrudin.

“Kalau begitu, nanti malam bawa orang itu ke saya,” kata Djoko Edhi lagi. Tak mau kalah, Bahrudin pun ganti mengancam Djoko Edhi. “Masa lalu Anda itu sudah di tangan saya, Anda jangan ancam-ancam saya,” katanya. Mendengar itu, Djoko Edhi hanya tertawa-tawa. “Ah hebat sekali Anda,” katanya.

Baca artikel selengkapnya di:

http://www.suaramerdeka.com/beta1/index.php?fuseaction=news.detailNews&id_news=13487

Setelah Pukuli, Djoko Edhi Bentak-bentak Bahrudin

Ken Yunita – detikNews

Jakarta – 8 Pukulan ke Bahrudin rupanya belum membuat Djoko Edhi Abdrurrahman puas. Dengan wajah merah, mantan politisi PAN itu terus membentak dan menuding Bahrudin Dahlan.

“Saya orang Madura. Saya akan tetap jadi orang Madura,” kata Djoko Edhi sambil menuding wajah Bahrudin.

Bahrudin yang baru saja dipukuli tidak berkomentar apapun.

Baca artikel selengkapnya di:

http://www.detiknews.com/read/2008/09/09/211503/1003330/10/setelah-pukuli,-djoko-edhi-bentak-bentak-bahrudin

Melalui Voting, Anggota F-PAN Djoko Edhi Direcall dari DPR

Kamis, 23 Peb 06 09:44 WIB

Djoko Edhi S. Abdurrahman terpaksa harus menerima kenyataan pahit. Setelah melalui proses panjang, akhirnya DPP PAN pun me-recall Edhi dari keanggotaan partai berlambang matahari. Tak hanya itu. Ia juga didepak dari keanggotaan DPR-RI.

Keputusan ini diambil secara voting dalam Rapat DPP PAN pada Rabu (22/2) dini hari di Jakarta. Sebelum keputusan itu diambil pengurus harian DPP PAN sempat terjadi argumentasi yang cukup alot, namun setelah divoting dari 108 suara sebanyak 56 suara menyatakan Djoko Edhi bersalah, 45 suara mendukung serta tetap ingin mempertahankan Djoko Edhi di DPR RI, dan 8 suara abstain.

Sanksi terhadap Djoko Edhi ini sudah lama diberitakan sejak anggota Komisi III DPR RI itu berangkat ke Mesir bersama rombongan BURTDPR RI pada akhir Desember 2005 lalu. Saat itu Djoko Edhi menegaskan jika studi banding BURT DPR itu tujuannya antara lain untuk mengkaji masalah perjudian di negara Piramida itu.

Namun ini dibantah keras oleh Ketua Fraksi PAN DPR Abdillah Thoha jika tidak ada program kajian judi itu baik di BURT DPR maupun di Prolegnas (Program Legislasi Nasional) DPR, apalagi di DPP PAN.

Ketika dikonfirmasi, Sekjen DPP PAN Zulkifli Hasan membantah jika recall terhadap Djoko Edhi itu akibat masalah judi. Melainkan akibat kesalahan yang dilakukan Djoko Edhi selama ini baik menyangkut institusi DPR RI maupun DPP PAN.

Djoko Edhi sendiri ketika ditanya menyatakan menerima keputusan itu. Djoko Edhi mengaku akan mengupayakan ke arbitrase partai. “Saya terima karena sudah diputuskan secara terbuka. Mungkin kemampuan saya cukup sampai di sini,” aku Djoko Edhi wartawan di Gedung MPR/DPR RI Jakarta, Rabu (22/2).

Di mata wartawan politisi asal Madura itu dikenal baik dalam memberikan informasi terkait komisinya di DPR selama ini. Bahkan disebut cukup vokal dan terbuka pada pers. Seperti informasi yang dikatakannya mengenai studi banding judi berikut anggarannya yang digunakan oleh BURT DPR, kunjungan ke Bali yang memanipulasi anggaran, dan lain-lainnya. (dina)

Baca artikel selengkapnya di:

http://www.eramuslim.com/berita/nas/6222162955-melalui-voting-anggota-f-pan-djoko-edhi-direcall-dpr.htm?prev

Dikonfirmasi, Djoko Edhi Kok Ngamuk?

Apalagi, Bahrudin yang melaporkan perkara itu di Polres Metro Jakarta Pusat, menyatakan, saat melakukan pemukulan, Djoko dalam pengaruh obat-obatan terlarang. Menurutnya, Djoko sudah lama menjadi pencandu obat-obatan. Namun, ia mengaku sengaja membiarkan Djoko memukulinya, karena mengetahui mantan Wakil Sekretaris Fraksi PAN tengah mabuk.

Djoko saat itu tak kunjung mengangkat ponselnya. Namun, pada Rabu (10/9), telepon INILAH.COM berdering yang ternyata berasal dari Djoko. Kami langsung menanyakan langkah-langkah yang akan ditempuhnya berkaitan dengan laporan Bahrudin.

“Mau ngapain nanya? Sudahlah, kan banyak pernyataan saya di berbagai media. Itu saja yang ditulis,” hardiknya.

Saat ditanya mengenai pernyataan Bahrudin bahwa ia dalam keadaan mabuk akibat pengaruh obat-obatan, nada bicara Djoko meninggi. “Obat apa? Obat anjing? Anda bisa saya hajar juga ya. Kalau berani Anda ke rumah saya, atau saya yang akan samperin.”

Djoko juga mengeluarkan sejumlah kata-kata kasar dan makian yang tentu saja tak mungkin kami muat. Ia akhirnya menutup telepon sendiri.[R2]

Baca artikel selengkapnya di:

http://www.inilah.com/berita/politik/2008/09/10/48878/dikonfirmasi-djoko-edhi-kok-ngamuk/

Pertikaian Caleg PPP, Bahrudin Dipukul Djoko Edhi

indosiar.com, Jakarta – Peristiwa memalukan antara dua calon anggota legislatif dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Selasa (09/09) malam, terjadi di Jakarta. Mantan politisi PAN yang kini menjadi caleg PPP Djoko Edhi Abdul Rahman tidak dapat menahan emosi dan memukul caleg PPP lainnya Bahrudin. Tindakan itu dilakukan Djoko Edhi karena merasa tersinggung atas ucapan Bahrudin.

Bahrudin Dahlan melaporkan pemukulan dirinya oleh Djoko Edhi ke Polres Metro Jakarta Pusat. Dalam laporannya, Bahrudin menyebutkan dia dipukul berulang kali oleh Djoko Edhi yang emosi menyusul pernyataan Bahrudin yang menyebut bahwa sebagian caleg PPP memberikan mahar sebesar 250 juta rupiah kepada Ketua Umum agar menjadi caleg nomor satu di PPP. Akibat pemukulan oleh Djoko Edhi, Bahrudin yang mengaku sudah meminta maaf atas pernyataannya mengalami lebam dibagian wajahnya.

Baca artikel selengkapnya di:

http://www.indosiar.com/news/fokus/75597_pertikaian-caleg-ppp-bahrudin-dipukul-djoko-edhi

Iklan

4 Tanggapan

  1. Subuh dini hari bulan terlihat masih teramg benderang.

    Sejak BBM akan dinaikan mungkin kitalah blogger yang paling dinamis dan paling gila dengan perang pemikiran utk merasionalisasikan arah kebijakan utk berpihak pada rakyat.Sambung menyambung dan kadang terlalu dinamis menguras waktu dan tenaga juga pemikiran hingga kadang pekerjn sedikit terbengkalai.Melebar hingga terlalu luas, namun berpengaruh sangat besar untuk kita sikapi.Mengejar hingga batas terakhir.

    Masalah nomor urut dan broker parpol kita sepakat utk dibubarkan, dilihat dari cth kasus yang ada.
    Masalah ini smoga tlh usai dengan diberlakukan UU Pemilu No.10/2008 oleh KPU Pusat
    meskipun blm tuntas, masih banyk yang selesai.Masih ada kritik yang lain dan ada juga yg krng signifikan. Cth parlemen watch (legowo) mempersoalkan tanda contreng bukan coblos ini memang sepele tetapi sah-sah saja.Juga penentuan Dapil (daerah Pemilihan)parpol. Nah ini ckup baguslah.

    Smntara menrt saya masih byk juga yang belum selesai dari masalah politik uang, dialog dan debat kandidat, juga kontrak politik. Begitupula masalah KPU harus menggunakan visi teknologi(e-government)canggih agar menghemat beban biaya negra. Pembangunan masalah politik 3 tahun ini semoga segera tuntas.

    Salam dan selamat sahur

  2. Alhamdulillah sama2 akh.
    Mungkin memang perlu dibuat kontrak politik.
    Misalnya:
    1. Berapa harga Bensin di Indonesia jika harga minyak dunia US$ 120/brl, 150/brl, 200/brl?
    2. Kekayaan Alam Indonesia dikelola oleh: BUMN atau Swasta/asing?
    3. Sistem Ekonomi yang dipakai apa? Kerakyatan/Neoliberalis?
    4. Biaya Pendidikan SD-Universitas: Murah atau terserah pasar?
    5. RS Pemerintah dan PTN: Dikelola negara atau diprivatisasi?

    Mungkin perlu dikembangkan kontrak politik/poin2 yang lebih baik, sehingga bisa diajukan ke semua capres.

  3. Cape juga menjawab diblog jika harus melayani byk fans yg bertanya kadang dari dasar kembali, tetapi ada juga yg mulai berfikir anarkis, gile bener.Saya terpikir utk membuat sebuah kerngka dasar yang lbh jelas semacam platform agenda bersama utk diperjuangkan terkhusus masalah diats dimulai dari SDA-minyak dan gas serta non migas krna ini adalha smbr pendaptn negara yg mesti dikuasai dan dimanfaatkan bagi negara.

    Saat ini kelihatn sekali jika pmrntah mulai cerdik dgn coba menaikan pajak trhdp sektor tsb (Bolivia cthnya ktika gagal) dan bargaining bagi hasil yang mulai terperhatikan sebagai alternatif karna tdk berdaya menghadapi kapitalisme global.

    1. Harga minyak kita tdk perlu naik dan tdk terpengaruh serta berhasil kembali menjadi pengekspor minyak jika kita berhasil MENASIONALISASI asset strategis kita.Utk (900 rbu-1jt lifting produksi kita msh ckp aman bahkan masih dpt ditingkatkan sebtulnya dengan cost recovery begitu sagt tinggi sdgkan hasil tdk berubah bahkan cenderung menurun. Cadangan minyak yg ada di pemerntah 50 juta barel. kekurangan dapat ditutupi bahkan lebih jika aset nasional tsb dikuasai negara. Blok Cepu, Natuna, dll amat sgt byk termasuk didaerah kami (ujungkulon).

    Cost recovery kemarin dibahas dalam RUU dengan menghitung berapa yang dibutuhkan utk hal itu. Semacam penjaga gawang saja yang sifatnya sementara dan masih lebih menguntungkan dgn nasionalisasi.
    Mestinya diatur pula RUU untuk bagaimana kita dpt menasionalisasi asset strategis.

    Perkembangan harga minyka dunia saat ini sebesar 95-100 dollar pemerintah jga tdk adil ketika semua negara menurunkan harga BBM pemerintah malah tdk menurunkan harga BBM.

    Ini malah mau nagkepin para aktivis terus dan ngurusi yg lain.Mendingan nangkepin mafia minyak dan gas lbh jelas bertrilyun-trilyun (Gas 30 T dan Minyak 195 T).

    2. Kekayaan alam berkaitan dikelola oleh negara. Ini harus dipilah mana yg menguntungkan dan berpengaruh thdp hajat hidup org banyk (Sektor publik) dan mana yg dapat dimanfaatkan pada sektor privat (kapitalis).
    Satu cth misalnya PT. KS itu adalah BUMN yg ada diwylah privat tetapi karna mash menguntungkan mestinya tdk perlu di jual.Apalgi bijih besi kita sekarag mulai banyk ditemukan.

    Sbr daya Air, ini yg paling lucu dan memuakan.Sektor publik yg dibutuhkan rakyat sehari-hari. Ini malh dijual dan diprivatisasi. Wajar jika disubsidi.Jika pmrintah anggap ini merugikan, manajemennya dong dibenahi.

    Kasus kelapa sawit minyak CPO (Crude Palm Oil) adalah satu cth kita kecolongan,karena investor lbh suka menjualnya ke luar negeri, lha ibu-ibu pada menjerit krna minyak goreng sgt mahal.Peran Bulog mungkin perlu kembali seperti jaman Orba atau jika masih merepotkan ditarif pjk untuk ekspor.

    Kasus Tambang Emas Freeport,lha ini lagu lama dijamn orde baru hingga saat ini. Tambang itu nomor 2 terbesar didunia dibawah Afrika Selatan. Bayangkan. dan banyak lagi.

    3. Sistem ekonomi kerakyatan mutlak diperlukan sebagai ideologi.Pilar kita menopang hari ini dan dimasa datang.Teori pertumbuhan seperti sel kangker suatu saat beberapa indikator ekonomi makro tsb. harus dioperasi, dan cenderung tidak adil.

    4.3 elemnery dasar dari IPM adalah kesejahteraan, pendidikan dan keshatan.
    Jelas pendidikan murah adalah sdh tgas kita semua. Investasi dimasa datang (non materi) yang sgt berguna. Cth negara komunis yg sbtr lagi akan bubar saja, Kuba dimasa lalu ketika di embargo dunia yg dipelopori USA telah menganggarkan 50% utk sekolah murah. Hasilnya adalah banyak tenaga dkter dan para medis dari negara tsb. menymbangkan utk WHO dan rumah sakit dibanyk ngara.

    5. Yg terakhir sgt penting dikelola negara tetapi jaminan dari RS apa dan PTN apa ? RS okelah, tetapi jgn kmdian bsr pasak daripda tiang, masih ada yg lbh diprioritaskan. Saya termasuk yg menentang RS baru berdiri di Propinsi Banten thn 2006-2007 (seperti RS Siloam mungkin ini hnya bgi kalngan berduit) karna tiap kab/kota sdh ada RS pmnrth, malah krg maksimal dan ada juga dikorupsi (RS. Malingping-Rangkas dan Balaraja skrg).

    Saya lbh menyukai grass sroot puskesmas yg tersebar memiliki fasilitas lengkap seperti RS. Cthnya adalah Yogyakarta. Ini sgt bagus skali.Maslh kshatn juga termasuk yg msti dpt perhatian kita, tetapi sgt juga rawan korupsi oleh para pemborong. Lha ini pisau bedah saja kualitas nmr dua, gawat skali dlm hal pengadaan alkes didaerah kami.

    PTN tdk sedkit yg krg menyumbangkan bagi rkyt. Mash seperti mimpi dgn riset tetapi tdk ada rekomendasi dan tndk lanjut, bahkan seperti menara gading dan tdk bersentuhan dgn rakyat. Sombong sekali. Kami harus intropeksi dalam hal ini.

    Brngkali ini saja yg dapat saya ceritakan dan masih amat byk lagi.

  4. PTN saat ini msh blm jls dan relatif sekali dgn 3 status kategori : PTN biasa, PTN BLU, PTN BHP
    hasil kmrn SMPTN kini semua klas sosial ekonmi tertampung utk diakomodir. Tetapi toh masih ada juga kampus yg membuka klas khusus apakah ini membuat mutu kampus mnjadi menurn atau smkn kapitalis.Trgantng dari kbjkan dan iklim yg ada dari kampus tsb.

    100 T dari pst utk anggaran pdkkn masih bnyk kendala utk sklh mrah atau gratis.Lbh cndrng pada kesjahteraan guru, masalh korupsi yg masih mnjadi kndala, dll.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: