Iklan

Mobil Esemka yang Kini Terlantar

Esemka

Berita Tempo 10 Maret 2014 judulnya: “Esemka Mangkrak, Solo Techno Park Buat Mesin Cetak”. Artinya Pabrik Mobil Esemka sekarang: Terlantar, Terbengkalai. Pasalnya manajemen kurang profesional, proses produksi lama, dan masyarakat kecewa akan hasil yang didapat. Sehingga para pemesan pun jadi hengkang.

Solo Techno Park (STP), lembaga yang menaungi produksi mobil Esemka sekarang beralih membuat mesin cetak digital printing. Begitu menurut berita Tempo yang merupakan media yang mendukung Joko Widodo.

Padahal pembuatan mobil Esemka yang dibuat oleh anak-anak Esemka merupakan 1 hal yang menggembirakan. Saat Jokowi masuk dan mendukung pembuatan mobil Esemka hingga lolos tes uji emisi dan pembentukan perusahaan untuk membuatnya, membuat orang banyak (termasuk saya) kagum akan Jokowi. Baru jadi walikota Solo saja sudah bisa begitu. Inilah pemimpin harapan yang bisa membuat Indonesia mandiri di bidang otomotif.

Esemka 2

Jokowi bahkan menjadikan Mobil Esemka sebagai kendaraan dinasnya yang fotonya dimuat di berbagai media massa. Ini membantu popularitas Jokowi sehingga berhasil terpilih jadi Gubernur Jakarta mengalahkan Fauzi Bowo. Namun sekarang kabarnya tidak kedengaran lagi. Belakangan Jokowi bahkan keberatan akan adanya mobil murah karena akan bikin macet, katanya.

Padahal dengan menjadi Gubernur Jakarta yang APBDnya hampir 70x lipat dari APBD Solo (Rp 72 Trilyun) amat mudah bagi Jokowi untuk mengembangkan Esemka. Jumlah PNS di Jakarta sekitar 80.000 orang. Artinya jika 8000 orang butuh mobil dinas, sudah ada 8.000 mobil dinas yang siap dikembangkan oleh Esemka. Jika 1 mobil Esemka untung Rp 10 juta, maka untuk 8.000 mobil Esemka untung Rp 80 Trilyun. Itu satu jumlah yang lumayan.

Esemka 3

Dengan jumlah mobil 10 juta di seluruh Indonesia, harusnya Esemka bisa memenuhi 1%nya yaitu 100 ribu unit. Jika 1000 unit (0,01%) pun tak sanggup, berarti ini cuma pencitraan saja. Patut disayangkan. Bahkan Jokowi tidak mau lagi memakai mobil Esemka sebagai mobil dinas Gubernur DKI Jakarta (Vivanews). Jokowi justru memilih mobil Innova.

Dengan harga Rp 100 juta – 140 juta mobil Esemka memang masih terlalu mahal. Kalah dibanding mobil murah jepang seperti Agya dan Ayla yang harganya cuma Rp 75 juta – 100 juta. Harusnya Jokowi bekerjasama dengan pemilik mobil Nasional: UPV dari Semarang yang sanggup membuat mobil seharga Rp 30 juta dan konsumsi bensinnya irit cuma 1:40 saja:

https://infoindonesiakita.com/2009/02/06/mobil-nasional-gea-buatan-inka-seharga-rp-50-juta/

Jika itu yang Jokowi lakukan, niscaya ini berhasil meski penampilan mobilnya kalah keren dibanding Esemka. Tapi yang jelas UPV itu lebih handal karena mereka sudah bisa mengekspor ke Belanda meski ada keterbatasan dana.

Harusnya Jokowi membentuk BUMD dengan menggandeng produsen mobil nasional yang sudah ada macam UPV dengan menyuntik modal dan memberi order pesanan sehingga produksi mobil massal bisa langsung berjalan. Sebab lembaga baru yang dibentuk untuk membuat mobil itu tanggung. Swasta yang profesional bukan. BUMD juga bukan. Sehingga macet dan terancam bubar.

Esemka 4

Jadi perkembangan terakhir Mobil Esemka di Media Massa pada bulan Maret 2014 ini patut disayangkan…

Mobil Esemka yg dulu heboh dan saya bela2, ternyata bohong. Pantas Habibie cuma bilang Esemka itu cuma mainan anak2 Esemka. Tak bisa diproduksi massal sebab cuma memakai komponen bekas merek2 lain seperti Daihatsu, Isuzu, dsb. Kelasnya di bawah rakitan Toyota. Misalnya bagian depan pakai Daihatsu sementara lampu bagian belakang pakai Isuzu Panther, dsb. Oplosan.

Habibie: Esemka Cuma Mobil “Dolanan”

JAKARTA, KOMPAS.com — Bacharuddin Jusuf Habibie, Presiden ke-3 Republik Indonesia, mengatakan, mobil Esemka tidak dibuat secara profesional.

“Mobil Esemka itu cuma dolanan, pembuatannya tidak profesional. Masa anak-anak yang baru tamat sekolah menengah pertama (SMP) sudah mau jadi montir, ya, pasti belum ada pengalaman,” kata BJ Habibie seusai acara talkshow Merah Putih di kediamannya, Patra Kuningan 13, Jakarta, Rabu (7/3/2012).
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/03/07/14315050/Habibie.Esemka.Cuma.Mobil.Dolanan

Saat pengadaan 1000 busway pun cukup mengecewakan. Bukannya menggandeng BUMN seperti INKA, PINDAD, dsb yang bisa membuat kendaraan berat atau minimal pabrik Bis Mercy dan Hino yang memiliki pabrik di Indonesia, Jokowi justru mengimpor Busway dari Cina seharga Rp 3,8 milyar. Padahal menurut perkiraan sebagian orang harganya cuma Rp 1 milyar saja. Dan kemudian diketahui karatan dan seorang yang dikabarkan mantan Tim Sukses Jokowi, Michael Bimo Putranto, diberitakan terlibat dlam kasus pengadaan Busway Cina yang berkarat itu. Harusnya Jokowi menggandeng BUMN atau pabrik mobil yang ada di Indonesia sehingga Indonesia itu mandiri. Tidak impor melulu.

Mobil Indonesia

Dan ternyata PT Inka sudah memproduksi Bis Gandeng Busway dengan merk Inobus yang beroperasi di koridor XI. Bis ini dilengkapi dengan GPS, kamera CCTV dan on-board monitor.

Pemda Jakarta lebih memilih Bis Cina ZongTong pada tahun 2012 yang harganya Rp 3,3 milyar ketimbang Bis Inka yang harganya Rp 3,8 milyar. Padahal semakin banyak pesanan harga akan makin murah terbukti sebulan berikutnya harga Bis Inka sudah turun jadi Rp 3,7 milyar, sementara Busway Cina sekarang Rp 3,8 milyar. Karatan pula:

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/08/12/2150399/INKA.Incar.Penggarapan.700.Busway.Gandeng

SENIN, 10 MARET 2014 | 20:00 WIB
Esemka Mangkrak, Solo Techno Park Buat Mesin Cetak
TEMPO.CO, Surakarta – Solo Techno Park, lembaga yang pernah menaungi produksi mobil Esemka, kini merambah segmen bisnis lain. Menurut Direktur Pelayanan dan Pengembangan Solo Techno Park Gampang Sarwono, lembaganya kini membuat mesin cetak digital atau digital printing. “Kami siap dengan teknologinya,” katanya di kantornya, Senin, 10 Maret 2014.

http://www.tempo.co/read/news/2014/03/10/123561092/Esemka-Mangkrak-Solo-Techno-Park-Buat-Mesin-Cetak

 

Ditinggal Jokowi Jadi Gubernur dan Kini Nyapres, Apa Kabar Esemka?
Jokowi tidak menggunakan Esemka sebagai kendaraan dinas ketika sudah menjadi orang nomor satu di DKI Jakarta.

Padahal, PT Solo Techno Park (STP) berniat mempersiapkan mobil Esemka Rajawali edisi spesial. Esemka ini dirancang pihak STP untuk Jokowi. Varian bergenre Sport Utility Vehicle (SUV) akan memiliki desain berbeda dengan Esemka yang selama ini sudah dilihat publik.

Jokowi justru memilih mobil MPV buatan Jepang, Toyota Innova. Memiliki kapasitas penumpang lebih banyak, menjadi salah satu alasannya dan itu juga yang membuatnya menolak menggunakan mobil dinas Toyota Land Cruiser yang disediakan Pemprov DKI Jakarta, sebagai fasilitas penunjang kerjanya.
http://otomotif.news.viva.co.id/news/read/489026-ditinggal-jokowi-jadi-gubernur-dan-kini-nyapres–apa-kabar-esemka-

 

Esemka Jalan di Tempat, Pemesan Mulai Hengkang
SOLO – Setahun lebih sudah mobil hasil karya para siswa SMK Esemka berjalan di tempat. Jumlah pemesan Esemka kini menyusut drastis, mereka mundur dengan alasan yang beragam.

Para calon pembeli memilih membatalkan pesanan lantaran proses produksinya terlalu lama. Namun, secara individual mereka juga ada yang menyatakan kecewa dengan hasil yang didapatkan.
http://autos.okezone.com/read/2014/03/19/52/957512/esemka-jalan-di-tempat-pemesan-mulai-hengkang

Mobil Esemka Meredup, Pemkot Solo Diminta Tanggung Jawab
JEBRES- Pengelola Solo Techno Park (STP) meminta kepada Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo, untuk merombak struktur kepengurusan PT Solo Manufaktur Kreasi (PT SMK). Pasalnya, mereka menilai manajemen PT SMK tidak profesional dalam mengembangkan industri perakitan mobil nasional (Mobnas) Esemka yang pernah mempopulerkan Jokowi tersebut.
http://www.soloblitz.co.id/2014/03/18/mobil-esemka-meredup-pemkot-solo-diminta-tanggung-jawab/

 

Ada Eks Tim Sukses Jokowi Bermain di Busway Karatan?

TEMPO.CO, Jakarta – Proyek pembelian bus Transjakarta senilai Rp 1,5 triliun oleh pemerintah DKI Jakarta diduga bermasalah. Mengutip laporan majalah Tempo edisi Senin, 10 Maret 2014, kawan separtai Gubernur Joko Widodo dari Solo disinyalir turut bermain.

Dari 30 bus gandeng yang diluncurkan itu, 12 di antaranya tak bisa berjalan keesokan harinya.

Di tengah kisruh ini, muncul nama Michael Bimo Putranto. Dia dua kali terlibat dalam tim sukses Jokowi yang berpasangan dengan F.X. Hadi Rudyatmo pada pemilihan Wali Kota Solo, pada 2005 dan 2010.

Kepala Unit Pengelola Transjakarta Pargaulan Butarbutar menyatakan pertama kali melihat Bimo ketika menghadiri presentasi pengusaha yang menawarkan teknologi layar interaktif untuk bus di kantor Dinas Perhubungan, tahun lalu. Pargaulan bertanya kepada rekan-rekannya tentang Bimo. “Dijawab: Bimo adalah ‘orangnya Pak Jokowi’,” ujarnya.

http://www.tempo.co/read/news/2014/03/10/083560852/Ada-Eks-Tim-Sukses-Jokowi-Bermain-di–Busway-Karatan

 

Dinilai Aneh Sikap Jokowi Tidak Lapor Korupsi Busway
Sekarang ini masyarakat menunggu ketegasan sikap Jokowi karena dari fakta yang ada busway dari Cina itu sebenarnya harganya hanya sekitar Rp 1 miliar dan bukan Rp 3,4 miliar.
http://www.tribunnews.com/metropolitan/2014/03/12/dinilai-aneh-sikap-jokowi-tidak-lapor-korupsi-busway

 

Eks Tim Sukses Ikut Pengadaan Busway, Jokowi: Melanggar Kita Gebuk
VIVAnews – Mantan tim sukses Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, Michael Bimo Putranto diduga terlibat dalam pengadaan TransJakarta oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Bimo merupakan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang pernah menjadi Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Tengah.
http://metro.news.viva.co.id/news/read/487430-eks-tim-sukses-ikut-pengadaan-busway–jokowi–melanggar-kita-gebuk

Iklan

4 Tanggapan

  1. sedih sekali mendapat kabar seperti ini..

  2. ckup solo dan jkt yg di bohongin dgn topeng blusukan nya
    jgn smpai sluruh daerah di indonesia ini jd korban….
    apa beliau ga malu yah bohongin org byk gt ???

  3. Siapa yg mo pilih pembohong, sok lugu….?

  4. Katanya mengutamakan produk Indonesia, koq impor dari China ?
    padahal PT INKA sudah bisa memproduksi………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: