Iklan

Prestasi atau Pencitraan Dahlan Iskan di Kaskus?

Tucuxi

Di Kaskus ada tulisan yang berjudul: “Dahlan Iskan Sang Mercusuar Prestasi (Indonesia kerja kerja kerja)”

http://www.kaskus.co.id/post/52dac7513ecb17533a8b4646#post52dac7513ecb17533a8b4646

Ada seabreg “Prestasi” Dahlan Iskan di situ sehingga pembacanya ternganga-nganga kagum.

Masalahnya, ada tidak HUBUNGAN “PRESTASI” Dahlan Iskan tsb dengan Kesejahteraan Rakyat Indonesia? Jika tidak, “Nggak Ngaruh”, kata orang.

Dahlan Iskan diangkat jadi Meneg BUMN (Badan Usaha Milik Negara) pada tanggal 17 Oktober 2011 setelah sebelumnya 2 tahun menjabat sebagai Direktur Utama PLN.

Nah apa sih pengaruh BUMN2 yang dipegang oleh Dahlan Iskan itu kepada kesejahteraan rakyat Indonesia? Nah ini yang penting.

Kalau masalah Pindad bikin Panser, Mobil Tempur, dsb dan PAL bikin kapal, itu sebelum Dahlan jadi Meneg BUMN mereka memang membuat itu? Memangnya apa fungsi BUMN tsb selama ini?

Yang saya rasakan saat Dahlan Iskan jadi Meneg BUMN adalah:

Listrik masih byar pet

Listrik pakai pulsa. Artinya jika pulsa anda habis dan anda tidak punya uang, anda tidak bisa menyalakan lampu. Kapitalis sekali. Beda dgn zaman sebelumnya di mana listrik tidak langsung diputus. Masih ada pertimbangan kemanusiaan mengingat listrik itu adalah satu kebutuhan rakyat meski dia tidak punya uang.

Tega menaikkan tarif gas LPG 12 kg secara gila-gilaan. Dalam setahun LPG naik dari Rp 70 ribu jadi Rp 140 ribu. Naik 100%. Karena banyak rakyat protes, SBY pun memerintahkan Dahlan Iskan untuk menurunkannya jadi Rp 110 ribu. SBY mendekati Pemilu paham akan perasaan rakyat. Dahlan Iskan tidak. Lebih menuruti apa kata BPK:

https://infoindonesiakita.com/2014/01/02/si-raja-tega

Tega menaikan tarif Bensin sebanyak 40% dalam setahun. Dari Rp 4500/liter jadi Rp 6500/liter. Padahal UMR saja naik cuma 11%!

Dahlan Iskan ingin agar BUMN tidak memberikan deviden Rp 30 trilyun ke Kas Negara. Nah kalau BUMN benar2 untung besar di zaman Dahlan Iskan, apa ruginya memberi Rp 30 trilyun ke negara? Apa “Keuntungan” itu cuma Financial Engineering (Rekayasa Laporan Keuangan) belaka?

Tahun 2009 saja BUMN sudah memberi Rp 29 trilyun ke negara. Padahal saat itu rate dollar cuma Rp 8000. Harusnya dengan dollar yang sekarang Rp 12.000, Dahlan bisa memberi Negara (baca: Rakyat) Deviden BUMN senilai Rp 43 Trilyun:

https://infoindonesiakita.com/2009/07/30/siapa-bilang-bumn-selalu-rugi-dan-harus-diprivatisasi/

Mobil Indonesia

Kenapa Pemda DKI Jakarta beli 1000 Busway Trans Jakarta dari Cina seharga Rp 3,8 trilyun? Kenapa tidak beli dari INKA yang harganya Rp 3,7 Trilyun? Harusnya Dahlan Iskan melobi Pemda DKI dan Pejabat terkait agar pengadaan Busway itu beli dari INKA atau BUMN lainnya.

https://infoindonesiakita.com/2014/03/24/mobil-esemka-yang-kini-terlantar/

 

Sebaliknya Dahlan Iskan justru sibuk dgn mobil Tucuxi seharga Rp 1,5 milyar (yang akhirnya kecelakaan). Siapa yang mau beli? Apa manfaatnya untuk rakyat? Buat Wawan, Hotman Paris, Syahrini and the gang?

Harusnya Dahlan Iskan membantu BUMN seperti INKA membuat Busway atau Mobil Rakyat. Ini baru bermanfaat bagi rakyat.

Mobil Tucuxi tsb dipamerkan Dahlan pada tahun 2012. Sekarang sudah tahun 2014. Mana hasilnya? Sebab kalau cuma buat prototype, anak2 SMK juga sudah bisa buat Esemka. Sementara banyak pembuat mobil Nasional seperti UPV di Semarang sudah mengekspor mobilnya sampai Belanda:

https://infoindonesiakita.com/2009/02/06/mobil-nasional-gea-buatan-inka-seharga-rp-50-juta/

Ada lagi prestasi BUMN di bidang Garam katanya. Nyatanya hingga Agustus 2013 pun kita masih impor garam:

Meski Laut Luas, RI Masih Impor Garam dari Australia dan Singapura

http://finance.detik.com/read/2013/08/06/183539/2325181/1036/meski-laut-luas-ri-masih-impor-garam-dari-australia-dan-singapura?f9911013

Bahkan di awal tahun 2014 impor garam Indonesia meningkat 75%. Jelas tindakan Dahlan Iskan selaku Meneg BUMN yang asetnya tahun 2009 saja mencapai Rp 2000 trilyun tak lebih sekedar kosmetik biasa:

Jakarta -Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai dan volume impor garam di awal tahun 2014 meningkat signifikan. Kenaikan volume dan nilai impor garam pada Januari 2014 dibandingkan Januari tahun lalu melonjak di atas 70%.

Berdasarkan data BPS yang dikutip detikFinance, Selasa (4/3/2014), total garam yang diimpor selama Januari 2014 mencapai 278 ribu ton atau naik 78% secara volume. Sedangkan nilai impornya mencapai US$ 13,4 juta atau naik 75% secara nilai impor.

http://finance.detik.com/read/2014/03/04/120508/2514666/4/di-awal-tahun-impor-garam-melonjak-75

Mungkin ada yang berkilah: “Dahlan Iskan kan cuma jadi Meneg BUMN!”

Jangan salah, BUMN Singapura seperti Temasek Holdings yang juga menguasai Telkom dan Indosat, itu menyumbang 60% dari GDP Singapura. Artinya sebagian besar penerimaan Singapura didapat lewat BUMN:

The economy of Singapore is dominated by government-linked corporations that produce as much as 60% of the country’s GDP.[32] These government-linked companies are owned by a government holding agency, Temasek Holdings. Notable Government-linked corporations include Singapore Airlines, SingTel, ST Engineering, MediaCorp and Singapore Temasek Holdings.

http://en.wikipedia.org/wiki/Government-owned_corporation#Singapore

Di Kaskus ditulis:

Indonesia mengimpor 7 juta ton tepung terigu per tahun untuk pembuatan roti dan mi instan. Kebergantungan pada impor gandum, selain mematikan sektor pertanian, menguras devisa hingga 2,5 miliar dollar AS per tahun. Dahlan menginstruksika n penanaman15 ribu hektare (ha) tananam sorgum pada BUMN-BUMN perkebunan. Targetnya indonesia bisa memproduksi sorgum dua juta ton dalam setahun, sehingga bisa mengurangi 30 persen impor.

Dari Wikipedia ditulis panen rata2 Sorgum di seluruh dunia itu kurang dari 1,4 ton / hektar. Jika Dahlan menginstruksikan (ini AKAN / belum terjadi) menanam 15.000 hektar Sorgum, Indonesia cuma memproduksi 21.000 ton Sorgum. Dibanding impor Indonesia sebanyak 7 juta ton, darimana bisa ketemu 30%?  21.000 ton/2.000.000 ton x 100% = 1% dari impor. Tidak ngefek… 🙂

Banyak prestasi2 ditulis soal prestasi Dahlan Iskan selaku Meneg BUMN. Padahal BUMN2 itu kan banyak yang mengelola perkebunan dan juga pupuk. Kenapa Indonesia masih impor beras, kedelai sehingga tahu tempe sempat berhenti produksi, impor susu, impor sapi, dsb?

Dari situ kita paham “Prestasi” Dahlan Iskan itu tidak berpengaruh pada rakyat Indonesia. Cuma pencitraan belaka…

Dahlan Iskan menaikkan harga LPG, Bensin, dsb secara drastis. Dahlan Iskan mendukung pencabutan Subsidi BBM. Jika jadi Presiden, saya yakin rakyat Indonesia makin melarat. Lah saat kenaikan harga LPG saja rakyat banyak yang termehek-mehek… 🙂

http://capresindonesia.wordpress.com/2012/05/12/dahlan-iskan-pencitraan-petasan-laksana-bom/

Dahlan minta tolong KEN soal keuntungan BUMN
Sindonews.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan mengimbau Komite Ekonomi Nasional (KEN) agar membantu dirinya memperjuangkan BUMN mengelola dividen seluruh BUMN sebesar Rp30 triliun ketimbang disetor ke negara.

http://ekbis.sindonews.com/read/2013/12/03/34/812642/dahlan-minta-tolong-ken-soal-keuntungan-bumn

 

Indonesia mengimpor 7 juta ton tepung terigu per tahun untuk pembuatan roti dan mi instan. Kebergantungan pada impor gandum, selain mematikan sektor pertanian, menguras devisa hingga 2,5 miliar dollar AS per tahun. Dahlan menginstruksika n penanaman15 ribu hektare (ha) tananam sorgum pada BUMN-BUMN perkebunan. Targetnya indonesia bisa memproduksi sorgum dua juta ton dalam setahun, sehingga bisa mengurangi 30 persen impor. Ujicoba penanamana sorgum dilakukan di lahan marginal seluas 7.5 hektar PTPN XII, Banyuwangi. Panen perdana sukses dilakukan pada November 2012. Budidaya sorgum juga dimanfaatkan BUMN untuk membantu pengentasan kemiskinan di Atambua NTT.
http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/105489

http://id.berita.yahoo.com/dahlan-bogasari-siap-beli-tepung-sorgum-atambua-063122329.html

The world average annual yield for the 2010 sorghum crop was 1.37 tonnes per hectare.
http://en.wikipedia.org/wiki/Commercial_sorghum

http://en.wikipedia.org/wiki/Commercial_sorghum

Foto Tucuxi, Mobil Listrik Bergaya Ferrari Rp 1,5 Miliar, Mampu Tarik Gerbong Kereta!
http://www.tribunnews.com/otomotif/2012/12/23/foto-tucuxi-mobil-listrik-bergaya-ferrari-rp-15-miliar-mampu-tarik-gerbong-kereta

Iklan

Satu Tanggapan

  1. Terima kasih karena sudah kritis terhadap tokoh yg satu ini. Saya setuju terhadap beberapa hal, namun dalam hal pencabutan subsidi BBM saya kurang setuju karena selama ini subsidi justru lebih banyak dinikmati orang kaya, juga besarannya sangat membebani APBN, miris toh APBN malah buat melayani si kaya. Tapi untuk “pencitraan” yg lainnya saya kok setuju yah. Semoa banyak yg liat halaman ini. Thanks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: