Iklan

Pencitraan Jokowi oleh Stan Greenberg (Konsultan Politik Bill Clinton)

pencitraan Belum 2 tahun jadi Gubernur Jakarta… Gubernur yg 5+ tahun bikin Busway dan BKT saja tidak dapat.
Gunawan Saleh: itu pesertanya ibukota: etopia, nigeria, kongo, banglades, syiria, kamboja

Berita di atas bisa jadi hasil pencitraan terhadap Jokowi oleh Stan Greenberg yg pernah jadi Konsultan Politik Bill Clinton.
Tak heran jika akhirnya “reputasi” Jokowi mendunia. Jokowi walikota terbaik di dunia. Jakarta kota nomor 1 paling bagus di dunia. Padahal Jokowi belum 2 tahun menjabat jadi Gubernur Jakarta. Dan Survey yg dilakukan oleh lembaga Survey asing pun baru dimulai 18 bulan lalu. Saat Jokowi baru menjabat. Orang bisa menduga ada unsur pesanan di sini. Apalagi Survey Greenberg ternyata juga pesanan.
Masuknya Stan Greenberg sbg konsultan politik Jokowi bisa jadi lewat James Riady yg mendanai kampanye presiden AS Bill Clinton. James terlihat dekat dgn Jokowi. Tak mustahil James Riady juga mendanai kampanye Jokowi dan menyewa ahli pencitraan untuk Jokowi.

http://www.tempo.co/read/news/2014/04/15/231570960/Jakarta-Raih-Peringkat-Pertama-Kota-di-Negara-Berkembang

Aneh saja pembangunan MRT dan Monorail yang baru “mulai” sudah dinilai sebagai berhasil. Harusnya setelah selesai baru dinilai. Mana ada soal yang jawabannya baru separuh sudah dinilai?

Saya lihat di jalan Sudirman cuma area yang dipagari spanduk dgn tulisan proyek MRT. Dari atas Bis saya lihat cuma penggalian hingga mentok aspal jalan sebelumnya. Tidak lebih. Nyaris tak ada aktivitas kecuali beberapa saat ada petugas yang memegang2 kabel, ada yang lagi foto selfie, ada juga yang sedang tidur. Saya melihat ini di bulan April 2014. Padahal proyek sudah “dimulai” Desember 2013. Jika begitu, 100 tahun juga tidak akan kelar. Bisa2 mangkrak sebagaimana proyek Mobil Nasional Esemka.

Nasib H Sukiyat dan Mobil Esemka

Sukiyat “Tokoh Esemka” Diancam, Bengkelnya Terbakar, dan Dilaporkan ke Polisi

https://infoindonesiakita.com/2014/04/02/sukiyat-tokoh-esemka-diancam-bengkelnya-terbakar-dan-dilaporkan-ke-polisi/

Masalah penanganan banjir juga masih biasa. Normalisasi kali belum dilakukan. Ingat, Gubernur sebelumnya sudah berhasil membuat Banjir Kanal Timur yang berhasil mengurangi titik banjir di wilayah yang dilalui. Dulu banjir 5 tahun sekali. Sekarang setiap tahun banjir. Bahkan tahun 2014 ini warga Kampung Melayu kebanjiran sampai 7 kali! Padahal biasanya paling banter cuma 2x. Sekarang hujan sehari saja sudah banjir. Hujan sedikit macet.

Belum lagi kemacetan yang tambah parah. Dulu untuk ke Blok M dari daerah Otista (17 km) bisa ditempuh dalam waktu kurang dari 1 jam. Sekarang bisa 2 jam lebih. Walhasil saya hampir tiap hari terlambat ke kantor. Padahal datang lebih pagi. Sampai ditegur pula oleh HRD.

Kira2 impor 1000 Bis Cina seharga Rp 3,8 milyar padahal menurut sebagian orang cuma Rp 1 milyar itu bagus atau tidak? Apalagi ternyata sebagian Bis itu karatan:

Kisah Busway Impor Karatan

Kisah Impor Bis Cina Karatan: Impor Lagi… Impor Lagi…

https://infoindonesiakita.com/2014/04/12/kisah-impor-bis-cina-karatan-impor-lagi-impor-lagi/

Jadi penobatan Jakarta sebagai kota nomor 1 ini sepertinya terlalu berlebihan. Pencitraan. Kalau sekedar nomor 3-4 mungkin masih bisa dimaklumi.

Saya lihat Survey Stan Greenberg untuk Jokowi yang 68% berlebihan. Lah lawan Foke kemarin saja kan cuma 60%? Itu pun saat popularitas Jokowi sedang tinggi. Sedang Prabowo Subianto (PS) 15% angkanya amat direndahkan. Abu Rizal Bakrie (ARB) 11% mungkin masih masuk akal.
Perkiraan saya pribadi: Jokowi 41%, Prabowo 30%, dan Mahfud MD 10%. Paling tidak berdasarkan polling di beberapa blog saya.

Memang banyak yang suka Jokowi. Tapi yang tidak suka Jokowi juga banyak. Dan beberapa blunder Jokowi jadi meredup. Kecuali jika memang Tim Konsultannya bisa membunuh karakter Prabowo sebagaimana kasus 1998 Mei kemarin di mana karir militer Prabowo benar2 hancur karenanya.

Angka 28% untuk PDIP yang diramalkan Greenberg pun meleset jauh. Stan Greenberg menyatakan PDIP adalah satu2nya parpol yang tidak perlu koalisi untuk maju sbg Capres. Kenyataannya PDIP cuma dapat 19,1%. Meleset 31% lebih.
http://www.suarapembaruan.com/home/stan-greenberg-konsultan-politik-bill-clinton-teliti-elektabilitas-jokowi-61-persen/42639

Saya tidak 100% percaya pada tulisan Raden Nuh. Tapi setelah saya recheck, beberapa poinnya seperti Konsultan Politik Jokowi, Stanley Greenberg setelah dikonfirmasi dgn media massa seperti Suara Pembaruan ternyata benar:
Daftar Cukong Jokowi Sang Capres Boneka
http://radennuh.org/2014/04/11/daftar-cukong-jokowi-sang-capres-boneka/

Jokowi dan James Riady
https://infoindonesiakita.com/2014/04/05/jokowi-dan-james-riady/

pencitraan 2

Ada lagi tulisan ‘Dark forces worried over PDI-P’s rise’ yang dibuat Hans David Tampubolon di The Jakarta Post. Kesannya “KEKUATAN HITAM” khawatir atas bangkitnya PDIP.

http://www.thejakartapost.com/news/2014/04/14/dark-forces-worried-over-pdi-p-s-rise.html

Kalau PDIP bersih sih tak masalah. Masalahnya PDIP itu Hitam atau Putih? Di beberapa grafik statistik, saya melihat PDIP sebagai partai nomor 1 atau nomor 2 paling korup di Indonesia:

ANTARA: Sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merilis data pada 2005-2013 ada 40 kader Golkar terlibat korupsi, diikuti PDIP 27, Demokrat 17, PAN 8, PPP 8, PKB 2, Gerindra 2, PKS 1, PBR 2, PKPI 1, dan PBB 2 kader.
http://www.antaranews.com/berita/424188/demokrat-klaim-bukan-partai-terkorup

Di Tempo ada 2 partai terkorup yang melebihi Partai Demokrat. Sayang Tempo tidak menulis 2 partai terkorup tersebut. Tapi dari berita Antara di atas, kemungkinan Golkar dan PDIP:

TEMPO: Menurut Syarifuddin, polisi menempatkan dua partai besar lainnya pada posisi pertama dan kedua dengan 35 persen dan 25 persen. KPK juga menempatkan dua partai tersebut pada posisi pertama dan kedua dengan 34 persen dan 24 persen. “Saya tidak mau sebut nama partainya, tanya ke polisi dan KPK saja,” kata dia.
http://www.tempo.co/read/news/2014/01/20/078546531/Demokrat-Klaim-Bukan-Partai-Terkorup

Jika hitam juga, sesama Hitam dilarang saling mendahului… 🙂

Apalagi Jokowi terlihat akrab dengan pengusaha James Riady dari Lippo. Ada yang menulis Mochtar Riady ayah James Riady adalah pengusaha hitam yang dimasukkan dalam daftar hitam yang tidak boleh memiliki Bank lagi. Sementara James Riady sendiri dicekal di AS karena mendanai Bill Clinton secara illegal:
Jokowi dan James Riady

http://chirpstory.com/li/84613

http://radennuh.org/2014/01/30/rahasia-dibalik-citra-dan-popularitas-jokowi/

https://infoindonesiakita.com/2014/04/05/jokowi-dan-james-riady/

Jakarta Post, koran berbahasa Inggris milik Jusuf Wanandi CSIS, yang bersama Cyrus adalah promotor ‘Jokowi Effect’. Seperti Tempo, sepertinya merupakan Media pendukung pencitraan Jokowi.

Saat ada berita Jokowi diusir dari rumah Megawati oleh Puan Maharani, saya pikir berita yang tidak penting ini disebar oleh musuh Jokowi. Ternyata yang menyebarnya adalah Hans David Tampubolon dari The Jakarta Post dengan judul: “Jokowi shrugs off infighting” Beritanya mengharukan sekali. Ceritanya Megawati menangis saat Puan mengusir Jokowi:

“Puan then told Jokowi to leave. She was very disappointed, as she had expected Jokowi’s popularity to help the PDI-P win at least 30 percent of the vote, paving the way for her to become the party’s
vice presidential candidate later on,” the source said, adding that Megawati had broken down in tears during the debate.

“Megawati cried, not because she was sad to see Jokowi ousted from her home by her own daughter

http://www.thejakartapost.com/news/2014/04/12/jokowi-shrugs-infighting.html

Kesannya Jokowi dizalimi sehingga masyarakat bisa simpati. Belakangan muncul berita yang membantah kebenaran “kisah sinetron” tsb… 🙂

Puan 27%

http://politik.kompasiana.com/2014/04/14/jokowi-capres-setengah-ronin-648705.html

Berita ini juga terlalu berlebihan. 17 Capres lainnya meski digabung bersama tidak akan bisa mengalahkan Jokowi. Walhasil Jokowi presidennya.

pencitraan 3

Wow…Elektabiltias 17 Capres Kalau Digabung Ternyata Tak Bisa Kalahkan Jokowi
Jumlah elektabilitas 17 capres kalau digabung mencapai 31,4 persen. Sedangkan Jokowi sendiri elektabilitasnya 36 persen.  Dengan demikian, jika pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres) digelar sekarang, maka Jokowi menjadi presiden.
http://www.suarapembaruan.com/home/wowelektabiltias-17-capres-kalau-digabung-ternyata-tak-bisa-kalahkan-jokowi/43266

Menurut perkiraan saya dari berbagai polling yang saya buat di Blog saya, Jokowi itu 41%, Prabowo 30%, dan Mahfud MD 10%. Artinya dengan 3-4 Capres saja sudah seimbang.

Untuk jadi Presiden, minimal dipilih 50%+1. Artinya dengan 41% suara, Jokowi harus bertarung dengan 1 Capres lain di putaran ke2 untuk mendapatkan itu. Nah sisa yang 59%, belum tentu memilih Jokowi.

Jika Prabowo yang maju jadi Capres, bisa jadi Prabowo yang menang dengan suara 55:45 melawan Jokowi. Tapi jika Capres yang diajukan koalisi Partai Islam (termasuk PAN) yang perolehan suaranya 30% itu adalah Rhoma Irama, bisa jadi Jokowi yang menang dengan angka 60:40 melawan Rhoma Irama. Parpol Islam itu cuma dapat suara 30%. Sulit rasanya meyakinkan 60% sisanya untuk memilih Rhoma. Meski Islamnya bagus, tapi rakyat Indonesia yang biasa2 saja banyak yang menganggap Rhoma tidak mampu untuk jadi presiden.

Pembuatan Foto

Pembuatan foto/video Jokowi dan JK makan bersama 2 orang rakyat dgn sederhana. Ongkos makan mungkin cuma Rp 60 ribu. Tapi sewa fotografer dengan video camera yang canggih, lighting, beserta 3 pemegang reflektor itu minimal Rp 3 juta. Dan memang sudah diatur oleh sutradara. Jadi seperti Sinetron. Tidak alami.

https://infoindonesiakita.com/2014/06/01/cara-membuat-sinetron-kesederhanaan

Tukang Becak

Jokowi jualan: KESEDERHANAAN. Padahal sih kaya juga sebenarnya. Contohnya Foto Jokowi dgn BECAK seolah2 pengemudi becak. Rakyat mungkin mengira dia tukang becak. Miskin. Padahal hartanya Rp 27 Milyar. Jika Jokowi naik becak setiap hari/minggu, itu bukan pencitraan. Tapi jika sebulan sekali pun tidak, kemudian foto dgn becak seolah2 dia tukang becak, kemudian fotonya disebar ke mana2, percayalah: itu pencitraan. Sebetulnya yg dibutuhkan rakyat adalah Sederhana dan JUJUR. Apa adanya. Tidak berlebihan. Dan bukan penipuan.

https://infoindonesiakita.com/2014/06/01/sama2-jual-pencitraan

Pesawat Jet Pribadi

Di pesawat Jet Prbadi atau Bajaj Udara?

Sederhana?
Foto model begini jarang ditemui di Media Massa. Sebab tidak untuk disebar-sebar… 🙂

Iklan

6 Tanggapan

  1. gombal memang, mau jadi presiden bohongnya berjuta-juta

  2. Pembual buang pada tempatnya…… sedih melihat Masyarakat ysnh masih bisa dibohongi…. Semoga Allah menunjuksn titik terang kebenarannya…. dan seorang Pembual, Pembohong bertopengkan pahlawan agar bisa dibuang pada tempatnya…

  3. puih ah ,,,! blm jdi presiden aja bohongnya udah pintar banget ,,,,

  4. Hanya orang yang biasa bohong yang akan memilih orang yang juga biasa bohong,”jokowi=83 di Alquran surat 83 =orang orang pendusta

  5. gak respect lagi sama jokowi…

  6. Jokowi antek AMERIKA, semoga Allah memberinya azab, amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: