Iklan

Penjelasan tentang Fitnah di TPS Hong Kong

PEMILU DI HONGKONG

Penjelasan tentang Fitnah di TPS Hong Kong. Jumlah pemilih ada 25.000 orang. Pemilu dari jam 7 pagi hingga jam 5 sore. Ternyata ada 100 orang yang datang terlambat sehingga tidak bisa mencoblos.
Sudah tahu Pemilu itu penting, kok mereka melambat2kan datang hingga jam 5 sore?
Ada lagi yang bilang, kalau nyoblos 1 boleh masuk. Kalau nyoblos 2 tidak boleh.
Tahu dari mana? Pemilu itu kan bebas dan rahasia. Darimana panitia tahu kita nyoblos 1 atau 2? Aneh kan?
Lagi pula jumlah 100 dari 25.000 orang itu tidak signifikan. Kurang dari 0,5%.

PEMILU DI HONGKONG 1

Hati2 terhadap kelompok tukang fitnah ini. Ujung2nya mereka bisa bikin ribut dgn fitnahnya. Penyerangan kantor TV One dan Pengepungan Kantor PKS apa belum cukup?

PEMILU DI HONGKONG 2

Ini Penjelasan KPU Soal Ratusan WNI Tak Bisa Mencoblos di Hong Kong

Suasana TPS di Hongkong (Foto: Anis Hidayah/Migrant Cara)
Jakarta – Pemungutan suara di Victoria Park, Hong Kong, pada Minggu (6/7) kemarin diwarnai kericuhan karena ratusan WNI tidak bisa mencoblos lantaran TPS sudah ditutup. Ketua Pokja Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Wahid Supriyadi, mengatakan mereka yang tidak bisa mencoblos karena datang terlambat.

“Yang di Hong Kong PPLN diberi waktu sampai pukul 17.00 (oleh pemerintah setempat-red), sampai pukul 16.00 mereka (PPLN) sudah menyampaikan pengumuman 1 jam lagi TPS ditutup,” kata ketua Pokja PPLN Wahid Supriyadi di kantor KPU Jalan Imam Bonjol, Jakpus, Senin (7/7/2014).

“Mereka datang setelah TPS ditutup,” lanjutnya.

Wahid menerangkan, secara keseluruhan di Hong Kong total ada 13 TPSLN yang disediakan PPLN. Pemilih yang sudah mencoblos ada 25 ribu orang. Nah, ada sekitar 100 orang di Victoria Park yang belum mencoblos dan datang terlambat.

Mereka yang terlambat itu, kata Wahid, adalah WNI yang tidak masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT). KPU lalu memfasilitasi mereka bisa mencoblos dengan paspor dan dimasukkan Daftar Pemilih Khusus Tambahan (DPKTb).

“Sudah (diberi tahu TPS tutup pukul 17.00), kan dari awal sudah diberitahu,” tegas Wahid.

Akhirnya, melihat TPS yang sudah harus ditutup sesuai izin pukul 17.00, maka PPLN tak bisa memfasilitasi WNI yang baru datang.

http://news.detik.com/pemilu2014/read/2014/07/07/130832/2629952/1562/ini-penjelasan-kpu-soal-ratusan-wni-tak-bisa-mencoblos-di-hong-kong?9911012

Pendukung Jokowi Siap Mati dan Bikin Rusuh?
https://infoindonesiakita.com/2014/07/02/pendukung-jokowi-siap-mati-dan-bikin-rusuh/

Foto2 dan Tulisan seorang Facebooker di Hong Kong:

Adnan R. Widjaja added 6 new photos — feeling wonderful at Victoria Park. Hongkong.
Pemilihan Presiden 2014 di Victoria Park, Hongkong berjalan tertib dan tidak rusuh seperti diberitakan kemarin oleh orang tidak bertanggungjawab melalui youtube. Mereka adalah sekelompok pemilih yang terlambat sampai di TPS dan TPS sdh dinyatakan tutup. Jadi tidak benar ada Pemilih dipaksa pilih Nomor.1
Lagipula TPS harus ditutup pukul 17.00 waktu setempat sesuai izin yg diberikan pemerintah Hongkong, selain itu, pencoblosan yang digelar di Hongkong digelar di ruang publik di Taman Victoria.
Demikian informasinya, bantu di-share ke teman-teman spy tidak termakan isu murahan menjelang pencoblosan.. Salam Indonesia Raya..!!!
Thanks!!

Saksi Mata, Babu Ngeblog:

Protes Pilpres di Hong Kong

jam 5, pintu utama sudah tutup.

Foto by Kyteth asti
Saya merasa mempunyai kewajiban untuk menuliskan kericuhan pelaksanaan pilpres di Hong Kong. Beberapa e-mail, whatsapp dan inbox FB dari kawan-kawan menanyakan berita-berita yang tumpang tindih di media sosial (medsos) dan meminta kejelasan dan kesaksian saya tentang apa yang saya lihat dan saya dengar di TPS. Sebagai mantan reporter di beberapa media cetak berbahasa Indonesia di Hong Kong, insting saya menuntun saya ke mana saya harus bergerak dan menyaksikan kejadian yang patut digarisbawahi (bukan berniat menyombong tapi karena ada beberapa komentar dan pesan yang meragukan kebenaran postingan saya).

Berita di medsos terlalu banyak MSG dan ditambahi di sana-sini. Entah pula dari mana medsos itu mendapat keterangan. Apakah dari orang yang menyaksikan langsung atau sekedar berita “katanya”?

Saya bolak-balik ke lapangan rumput Victoria Park, tempat pesta terbesar sepanjang sejarah berbangsa dan perpolitikan Indonesia di Hong Kong. Saya dan beberapa kawan juga sudah menduga akan adanya kesemrawutan dan keramaian, ketimpangan berita dan ketimpangan pelaksanaan pilpres 20014 di Hong Kong.

Pilpres dimulai tepat pukul 9 pagi. Beberapa kawan yang sudah mengantri memasuki pintu masuk menuju TPS.

Ada 13 TPS di lapangan rumput itu yang dikelilingi oleh pagar besi dua lapis dan hanya ada satu pintu masuk menuju TPS-TPS itu.

Antrian mengular, cuaca panas. Saya sendiri mengabaikan kepala saya yang sedang kebul-kebul kepanasen kemudian bergabung di antrian nyoblos pada pukul 1.15 PM dan baru selesai pukul 2.15 PM. Bagi saya pribadi kalau mau jujur, yang gagal nyoblos itu sebenarnya bisa nyoblos kalau mereka on time dan tidak takut panas. Meskipun begitu, pelaksanaan Pemilu di Hong Kong seharusnya bisa diminimalisir keruwetannya mengingat pengalaman pileg pada Maret lalu. Kalau pada pileg pemilihnya bertambah, maka pada pilpres bukan lagi bertambah tapi berkelipatan.

15 menit sebelum coblosan selesai petugas PPLN lewat pengeras suara (sekali lagi, lewat pengeras suara) mengumumkan bahwa pilpres akan selesai (pilpres selesai pukul 5 sesuai jadwal & ijin dari pihak Victoria Park). Kondisi pintu masuk menyepi PPLN menyilakan kawan-kawan yang berada di depan pintu masuk untuk segera ke TPS lalu menutup pintu masuk.

Namun tepat pukul 5 sore, pintu masuk digrudug oleh kawan-kawan yang berlari-lari mau nyoblos. PPLN dan KJRI menyatakan telah tutup tapi mereka meminta untuk diberi sedikit kelonggaran waktu. Maka diberilah kompensasi perpanjangan waktu selama 20 menit. Pintu samping dibuka oleh Sam Jauhari, ketua PPLN, dan masuklah beberapa kawan yang telat datang ini. Garis besar hanya BEBERAPA, tak lebih dari dua puluh orang.

Antrian mengular, cuaca panas. Saya sendiri mengabaikan kepala saya yang sedang kebul-kebul kepanasen kemudian bergabung di antrian nyoblos pada pukul 1.15 PM dan baru selesai pukul 2.15 PM. Bagi saya pribadi kalau mau jujur, yang gagal nyoblos itu sebenarnya bisa nyoblos kalau mereka on time dan tidak takut panas. Meskipun begitu, pelaksanaan Pemilu di Hong Kong seharusnya bisa diminimalisir keruwetannya mengingat pengalaman pileg pada Maret lalu. Kalau pada pileg pemilihnya bertambah, maka pada pilpres bukan lagi bertambah tapi berkelipatan.

15 menit sebelum coblosan selesai petugas PPLN lewat pengeras suara (sekali lagi, lewat pengeras suara) mengumumkan bahwa pilpres akan selesai (pilpres selesai pukul 5 sesuai jadwal & ijin dari pihak Victoria Park). Kondisi pintu masuk menyepi PPLN menyilakan kawan-kawan yang berada di depan pintu masuk untuk segera ke TPS lalu menutup pintu masuk.

Namun tepat pukul 5 sore, pintu masuk digrudug oleh kawan-kawan yang berlari-lari mau nyoblos. PPLN dan KJRI menyatakan telah tutup tapi mereka meminta untuk diberi sedikit kelonggaran waktu. Maka diberilah kompensasi perpanjangan waktu selama 20 menit. Pintu samping dibuka oleh Sam Jauhari, ketua PPLN, dan masuklah beberapa kawan yang telat datang ini. Garis besar hanya BEBERAPA, tak lebih dari dua puluh orang.

Pemilu Hong Kong

Herannya setelah yang nyoblos di dalam TPS kelar, ada lagi sekitar 40-70 orang (lihat gambar samping!) menyatakan mau mencoblos. Apakah foto disamping (foto sebelum mbak-mbak berteriak-teriak meminta masuk) itu ada 500 hingga seribu? TIDAK!

Semua TPS sudah tutup dan staf Victoria Park sudah ancang-ancang melakukan kegiatannya untuk membersihkan Victoria Park.

Hal ini diperburuk dengan mbak-mbak yang tadinya sudah mencoblos ikut-ikutan berteriak.

“Buka! Buka! Buka!”

Sebagian ada pula meneriakkan nama capres nomor urut dua.

“Jokowi! Jokowi! Jokowi!”

Kemudian mereka merangsek ke pintu masuk meminta untuk TPS dibuka kembali dan menyilakan kawan yang belum menggunakan hak pilihnya untuk masuk. Mbak-mbak yang gagal nyoblos dan mbak-mbak yang sudah nyoblos yang demo inipun berjumlah tak lebih dari 200 orang, bukan 500-1000 seperti yang diberitakan oleh medsos.

http://babungeblog.blogspot.hk/2014/07/protes-pilpres-di-hong-kong.html

Status FB Tina Manyun, Pendukung Jokowi:

Tiña Mañyuñ
18 hours ago
Meluruskan simpang siurnya pemberitaan di media tentang jumlah calon pemilih yang tidak bisa memilih karena terlambat hadir ke TPS yang mengatakan ada 500 orang 1000 orang bahkan ada yg menyebutnya 2000 (ribuan orang).

Ini foto hasil jepretan sahabat saya Kirara Kariri, yang waktu itu ada di TKP bersama saya. Dan ini adalah foto teman2 BMI yang tidak bisa mencoblos karena keterlambaran mereka.

Kronologi kejadiannya seperti ini;
Saat itu waktu sudah menunjukan jam 5sore (lewat beberapa menit malah di arloji saya). Petugas / panitia sedang menutup pintu TPS (pintu besi / pembatas). Dia melihat ada beberapa orang (calon pemilih) yang datang tergopoh2, oleh dia lalu di bukakan pintu kembali, disuruh cepat2 masuk.

Selama pintu belum di tutup, ada juga beberapa orang yang senasib dengan mereka, kami yang ada di luar juga menyuruh mereka cepat masuk (termasuk saya) karena kami juga sadar kalau waktu memang sudah habis, dari yang di jadwalkan. Ada belasan orang yang waktu itu berhasil masuk pintu saat di buka kembali (-+15-20orang)

Nah bersamaan dengan itu, ada beberapa orang diluar (bukan panitia) nyari2 orang yang belum mencoblos sambil bilang “ayo mbak, yang belum nyoblos cepet2, masih bisa nyoblos nih, buruan, buruan!!”. Setelah berkumpul kira2 10 orang, pintu sudah ditutup kembali, lalu orang2 ini tadi menyuruh mereka untuk menunggu di depan pintu.

Setelah beberapa saat menunggu, petugas dateng lagi, dan ternyata memberitau kalau TPS udah tutup.

Nah orang2 yang tadi mengumpulkan mereka ini melarang mereka bubar, malah mencari lagi teman2 lain yang belum bisa nyoblos. Setelah banyak yang terkumpul dia bilang ke mereka, “kumpul mbak, kumpul kita foto, untuk di laporkan siapa2 yang belum bisa nyoblos, kalau perlu kita demo” katanya.

Jadi keterangan foto di bawah ini adalah;
~ Yang memegang amplop adalah calon pemilih yang punya undangan
~ Yang pegang HKID card adalah pemilih tambahan (yang tidak punya undangan)

Jumlahnya, silahkan teman2 hitung sendiri dan bandingkan dengan berita2 yang beredar di media.

Pemilu Hong Kong Gagal Nyoblos

Dan sekali lagi saya katakan bahwa “saya pendukung Jokowi-JK” tapi dalam hal ini saya tidak berpihak pada siapa pun, tujuan saya hanya ingin meluruskan simpang-siurnya berita berdasarkan dengan apa yang saya lihat, dan saya dengar.

Terimakasih
Salam damai untuk semua dalam persatuan Indonesia _/|\_

https://www.facebook.com/tina.cuantix?fref=ts

Foto orang yang “DIDUGA” Provokator. Sumber dari Socmed:

Pemilu Hong Kong 2

Ini videonya:

 

KRONOLOGI KEJADIAN DARI PETUGAS KPPSLN HONGKONG .
Dhieny Megawati menulis catatan baru: Catatan Kecil
Petugas KPPSLN Hong Kong .
Bismillahirohmanirohim
Tidak ada niat untuk mencari pembenar atau mencari
kesalahan orang lain ketika saya menuliskan catatan ini.
Anggap saja ini sebagai curahan hati saya sebagai salah
satu petugas KPPSLN di Hong Kong.
Semenjak pukul 07.00 waktu Hong Kong panitia sudah
berkumpul di Lapangan Rumput Victoria Park sebagai tempat perhelatan akbar PILPRES kali ini. Cuaca yang sangat ekstrem kali ini sudah menjadi tantangan bagi kami semua, panas dan pengap lagi puasa pula, sungguh menjadi tantangan bagi umat muslim yang sedang menjalankan puasa di bulan suci Ramadhan kali ini. Kurang lebih pukul 08.30 TPS telah selesai di tata dan siap, seluruh petugaspun kembali ke TPS masing-masing dan dalam keadaan yang sudah basah kuyup, sekali lagi basah kuyup mandi keringat. Petugaspun berkumpul dan mulai disumpah serta berdoa sebelum menjalankan tugas. Sejurus kemudian saya menengok ke arah selatan dimana terletak pintu utama/ gerbang wow… sudah ratusan yang antri. Kamipun sesama petugas saling berbisik siap-siap ya … pemilih akan lebih banyak dari pemilu legislatif kemaren.
Jam 9.00 kami sudah kebanjiran para pemilih dan itu
berlangsung tanpa jeda sedikitpun hingga pukul 17.30. TPS
kami melayani hampir 1800 pemilih. Bila dalam pemilu
legislatif lalu satu TPS hanya berkisar 400-600 pemilih, kali
ini setiap TPS rata-rata 1400- 1800 pemilih dengan jumlah
petugas 7 orang di setiap TPS. Ada 13 TPS di HK dan 2 TPS di Macau.
Mbak, Mas, Ibu, Bapak… ketika anda semua mengeluhkan
kepanasan kamipun sama kepanasan semenjak anda semua belum antri. Ketika mbak-mbak marah-marah mengatai kami tidak becus dan hanya duduk di dalam TPS, kami tidak hanya duduk. Dua orang (ketua TPS dan satu anggota) menulis pada setiap kertas suara yang akan pemilih gunakan, menandatanginya dan menyerahkan ke tangan anda semua. Tangan-tangan merekapun protes sebenarnya, ketika letih dan keju menyerang nulisin kertas suara 1800 tanpa henti, tapi kembali sadar bahwa kami harus melayani, memastikan bahwa semua harus berjalan dengan baik.Sebelumnya dua orang yang anda anggap duduk saja di ujung pintu masuk, mengecek data anda, memastikan benar dan suara anda tidak tertukar atau telah disalah gunakan.
Sebab di ujung bilik suara sana ada 2 saksi dan satu orang
panwaslu yang juga memastikan kerja kami harus benar dan clean.
Ketika kami memilih tidak duduk diam di dekat bilik suara,
bertugas berbicara tiada henti menjelaskan kepada anda
semua bagaimana cara mencoblos yang benar, memastikan kertas suara tidak cacat, mengingatkan dan memastikan bahwa anda tidak boleh membawa camera, HP serta tas anda ke dalam bilik suara. Sebab di ujung bilik suara ada 2 saksi yang juga mengawasi kerja kami, yang sering juga dengan sering berkata-kata pedas ketika mata kami meleng belum antri. Ketika mbak-mbak marah-marah mengatai kami meleng sedikit kemudian ada salah seorang pemilih tasnya ikut kebawa masuk, Tapi kembali kami harus menyadari semua menjalankan tugas masing-masing dan ingin memastikan bahwa semua harus berjalan lancar dan baik. Kadang dengan santainyapun pemilih tersebut juga berkata ” Ribet amat sih, ntar kalau barangku hilang piye? kamu mau tanggung jawab!” Demi Allah dada saya berdesir ingin menangis ketika menjawab “Iya Mbak, kami akan jaga kok” hampir 1500 kali menjawab dan mengeluarkan suara kami.
Tapi kamipun sungguh sadar dan terus berusaha mengerti
bahwa anda semua juga telah antri, berdiri kepanasan
berjam-jam. Untuk ketidaknyamanan dan kekurangan
pelayanan kami, saya sebagai salah satu petugas mohon
maaf. Di tenda besar tengah sana, tak henti-hentinya petugasmengingatkan agar teman-teman tetap menjaga kesehatan,tetap tertib dan dan berbagi payung, sebab mendadak jam10.00 turun hujan, sungguh cuaca sangat ekstrem.
Kami di TPS juga kalang kabut, menyelamatkan kertas suara, komputer yang basah, bilik suara yang mendadak kebanjiran bahkan di TPS 13 sempat ambruk karena angin sangat kencang. Akibatnya sedikit ricuh, antrian semakin mengular, komputer ada yang Hang. Berkali-kali kami harus berkoordinasi memanggil Pak Didi, Pak Fajar, Pak Bukit untuk membuka password komputer yang mendadak eror atau macet. Dan beliau-beliau datang dengan sigap dengan keadaan basah setelah berhujan-hujan. Ya Allah, saya masih beruntung bisa berteduh dibawah tenda.
Pukul 16.00, semakin sering petugas melalui pengeras suara mengingatkan bahwa TPS akan di tutup jam 17.00, berharap agar teman-teman segera datang dan antri. Hong Kong adalah negara yang super ketat, mungkin tidak banyak yang tahu ketika kami sering di datangi petugas Victoria park, Polisi dan security yang daoso atau warning .
Memperingatkan bahwa pengeras suara kita terlalu keras dan menurut aturan Hong Kong itu tidak di perbolehkan. Bahwa arah speaker sound system itu tidak boleh mengarah ke pemukiman, harus mengarah ke arah laut. Seberapa sering pihak HK terus mengawasi memastikan bahwa tidak ada keributan, mengingatkan bahwa waktu ijin bagi KJRI hanya sampai jam 17.00. Ah.. saya rasa semua kawan-kawan di HK sudah mahfum seberapa cerewetnya dan ketat orang Hong Kong tentang peraturan/perijinan.
16. 30 semua proses dipermudah untuk memberi kesempatan kepada semua pemilih, dan kami memasukkan ke DPT ( Daftar pemilih tambahan) semua yang hanya menggunakan KTP, Paspor Indonesia kami terima. Tentu saja kami tidak mengabaikan bahwa tetap harus jeli memeriksa jari dan ID yang digunakan memperhatikan wajah mereka sesuai atau tidak dengan fotonya.
17.03 setelah tak henti-hentinya ketua PPLN Pak Sam Aryadi mengumumkan ,mengingatkan bahwa gerbang akan ditutup akhirnya ditutuplah gerbang tersebut. Akan tetapi kami masih melayani para pemilih yang sudah masuk dalam area hingga kurang lebih pukul 17.20 menit, jadi TPS benar-benar tutup.
sekitar 17.30 an. Barulah kami semua mempersiapkan semua administrasi laporan. Saya yakin dengan yakin-yakinnya bahwa pada pukul 17.03 itu sudah tidak ada antrian di gerbang utama, semua sudah masuk dalam area dalam. Sebab posisi duduk saya adalah menghadap ke gerbang selatan.Ketika kami sedang berberes menyelesaikan laporan itulah datang dari arah timur segerombolan mbak-mbak yang mengacung-acungkan tangan, jumlahnya sekitar 50-70an orang awalnya.
Saya segera berlari ke Pak Sam dan Pak fajar yang ada di
TPS 10 bertanya siapa itu dan ada apa, kami semuapun
terkejut dan saling pandang, ada apakah ini? Bukankah tadi sudah hening, sudah aman dan tidak ada orang. Jeda
peristiwa ini kurang lebih 30 menit setelah TPS
ditutup.
Semakin lama, semakin banyak yang berdatangan
dengan meneriakkan yel-yel capres tertentu. Jumlahnya saya yakini tidak seperti di berita-berita sampai ribuan, awalnya hanya beberapa puluh dan kemudian semakin banyak sekitar 100- 200 an orang. Sungguh kami hanya bisa saling pandang ketika dengan mereka semakin banyak yang datang dari berbagai arah, seperti ada yang menggerakkan. Sayapun berusaha mendekat, dan inilah sekarang menjadi salah satu penyesalan saya. Saya tidak membawa camera saat itu,
ketika mereka berteriak-teriak meminta pagar dibuka dan
berteriak ingin nyoblos sembari meneriakkan nama salah
satu capres, banyak juga diantara tangan-tangan mereka
sudah yang berwarna alias bertinta. Saya pun menebah
dada, Ya Allah, sudah demikian gampangkah teman-temanku terprovokasi? sudah sedemikian hebatnyakah aksi untuk memecah belah ini?
Saya semakin dibuat melongo ketika bertemu salah seorang kontributor media HK yang kebetulan adalah teman saya pula, Mbak Wijiati Supari. Beliau menyampaikan bahwa beliau menyaksikan bahwa ada seorang lelaki di luar sana yang sepertinya menggerakkan ini dan kemudian dia menghilang begitu saja ketika massa sudah tidak terkendali.
Sayang ketika kami berusaha mencari jejak foto orang yang dimaksud di kamera Mbak Wiji, kami belum berhasil
menemukannya. Kemudian kami berdua mencoba
mendatangi Bu Helena (Konsul Sosbud KJRi HK) mencoba
bertanya dan beliaupun sama bingungnya, mengapa
mendadak bisa begini. Hal ini menguatkan pemikiran saya
bahwa ada pihak-pihak yang tidak menginginkan PEMILU di HK ini damai, sebagai mana berbulan-bulan ini kita dibuai dengan segala macam berita hoak dan black campaign.
Begitu mudahnya kita dibuat untuk saling menghujat,
mengumbar aib calon pemimpin kita dan mempermalukan
bangsa kita sendiri. Astaghfirulah….
Semalam ketika saya mendengar dari salah satu teman FLP di WA FLP sedunia berkaitan dengan TPS 13 yang diduga membuka TPS lagi, saya bisa jelaskan itu TIDAK BENAR, bahwa saat itu saya tahu teman-teman saya di TPS 13 sedang membuat laporan administrasi dan kemungkinan menghitung/ mencocokkan surat suara yang telah terpakai, bukan membuka TPS lagi.Mengenai ada oknum yang mengatakan bahwa memperbolehkan masuk bagi pencoblos capres 1, hal ini masih menjadi penyelidikan panitia. Yang pasti tidak ada TPS yang dibuka kembali saat kami di demo, tidak ada satu TPS pun yang menerima pemilih lagi setelah TPS ditutup.
Saya berharap BMI HK yang sudah pintar dan cerdas semua,melek tehnologi ini tidak gampang menjadi obyek yang di manfaatkan oknum-oknum dalam kancah politik ini. Jangan mudah percaya dan menyebarkan hal yang anda sendiri tidak tahu kebenarannya. Satu tambahan kalimat opini anda dalam menyebarkan berita, itu adalah blunder dan bisa menjadi fitnah-fitnah baru yang siap dimanfaatkan banyak pihak.Sekali lagi anggap saja ini curahan hati saya sebagai salah satu petugas yang sama sekali tidak sempurna, tapi tolonglah dimengerti bahwa kami seluruh Petugas PPLN HK sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mensukseskan PEMILU. sekali lagi mohon maaf yang sebesar-besarnya bila masih banyak kekurangan di sana sini.
**UNTUK INDONESIA YANG LEBIH BAIK
Dhieny Megawati /Dian Tri Megawati
Petugas KPPSLN TPS 12

Iklan

Satu Tanggapan

  1. ohh begitu ternyata kronologinya. bagus. thx infonya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: