Iklan

Relawan Jokowi di Papua Akui Sekap Petugas KPU

Relawan Papua

Berita dari Tempo dan Kompas.
Ternyata kelompok yg menuduh orang lain penculik itu doyan menculik juga ya?
Kita analisa beritanya:

TEMPO.CO, Jakarta – Koordinator Relawan Indonesia for Jokowi-JK di Papua, Moses M., membenarkan relawan di Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua, menyekap staf Komisi Pemilihan Umum setempat bersama seorang politikus Partai Amanat Nasional.

===
Komentar: Relawan itu bukan berwenang. Staf KPU itu pihak yg berwenang yg membawa kotak suara ke kelurahan atau kota terdekat untuk direkap. Biasanya ada saksi dari pihak Prabowo dan Jokowi. Jadi tinggal ditemani saja dari kubu Jokowi. Bukan menyekap/menculik. Itu kriminal/curang kan?


Tempo:
Tindakan tersebut dilakukan karena keduanya hendak membawa kotak suara ke Wamena untuk dimanipulasi. “Kami minta tukar sandera dengan kotak suara,” katanya saat dihubungi Tempo, Kamis, 17 Juli 2014.

===

Komentar: “HENDAK” dan “UNTUK” itu adalah dugaan yang belum terbukti. Penyekapan itu sudah terjadi. Bolehkah “RELAWAN” minta kotak Suara yg harusnya dibawa petugas KPU?

Tempo:
Dia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima, oknum tersebut mencuri kotak suara karena mengetahui seluruh warga di sana memilih pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Rencananya, seluruh surat suara akan dicoblos ulang untuk pasangan Prabowo-Hatta setibanya di Wamena.

===

Komentar: Validkah informasinya? Kenapa tak lapor polisi? Jika seluruh warga memilih Jokowi, andai dicoblos ulang kan tetap saja suaranya hangus sebab ada 2 lubang?
Lagi pula kan harusnya ada formulir rekap C1 yang ditanda-tangani para saksi. Ini tak bisa diubah2. Jika berubah, saksi Jokowi bisa lapor.

Tempo dan Kompas tidak meng-cross-check berita tsb dgn staf KPU dan politikus PAN yang mungkin jadi saksi. Padahal harusnya media yg benar cover both sides of a story. Di Tempo dan Kompas Jokowi selalu benar. Bahkan penyekapan/penculikan pun sepertinya dianggap benar.

Jika sudah berani menyekap petugas KPU, apa sulitnya mereka merampas semua surat suara dan mencoblos untuk Jokowi semuanya?

Tak heran jika Prabowo meminta kecurangan ini, yang dibuktikan dgn berita dari Tempo dan Kompas agar ditindak. Caranya pun fair: Pemilu Ulang di 52 ribu TPS dgn 21 juta suara.
Jika Jokowi menang secara jujur dan adil, harusnya tak perlu takut dgn tantangan “Tanding Ulang” tsb. Jika memang menang, niscaya akan menang lagi.

Tapi jika curang, maka mereka akan takut akan pemilihan ulang.

Relawan Jokowi di Papua Akui Sekap Politikus PAN
http://pemilu.tempo.co/read/news/2014/07/17/269593725/Relawan-Jokowi-di-Papua-Akui-Sekap-Politikus-PAN

Relawan Jokowi di Papua Menyandera Orang-orang yang Hendak Bawa Kotak Suara
http://indonesiasatu.kompas.com/read/2014/07/16/15141261/relawan.jokowi.di.papua.menyandera.orang-orang.yang.hendak.bawa.kotak.suara

Iklan

4 Tanggapan

  1. makin runyam aja urusannya,semoga indonesia lebih baik

  2. Seorang pemimpin adalah seorang satria. Apalagi memimpin rakyat jadilah anda seorang pemimpin jujur dan adil. Jangan wajah polos tapi hati iblis .ingat keadilan itu milik allah untuk rakyat. Rakyat jgn sampai engkau bohongi .

  3. aku rakyat kecil…! pertarungan pilpres yg kemarin 9 / 2014 itu, aku menilai pemerintah di indonesia skr itu, ga’adil & ga’ sesuwai dgn undang2 tambah parah hukum…! & jokowi-jk itu,bukan menang , bukan terpilih dari rakyat…! yg benar jokowi-jk itu dipilih sendiri sama semua petugas KPU & KPKnya.

  4. Ya Allah tunjukanlah kebenaran sesegera mungkin, agar RI berjalan damai dan maju. Kalau yang saat ini melakukan kecurangan tolong cari jalan keluar diganti oleh yang dicurangi. Dan sebaliknya kalau memang jujur beri dia kekuatan untuk memimpin. Tolong doaku ini dikabulkan secepatnya ya Allah. Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: