Iklan

Perusahaan Asing Bohong Soal Produksi Tambang

Masjidil Haram Sebelum Nasionalisasi

Asing bisa bohong soal produksi minyak.
Contoh Menkeu Agus Martowardoyo dapat laporan ekspor tambang Indonesia cuma 5 juta ton.
Dia baru tahu itu bohong saat memeriksa laporan impor negara lain. Negara tsb impor tambang tsb dari Indonesia sebesar 20 juta ton. 4 x lipat selisihnya!

Ini Alasan Pemerintah Beli Saham Newmont

Menkeu Agus Martowardojo juga menyatakan bahwa ada ilegal ekspor tambang. Penambang asing cuma mengaku mengekspor 5 juta ton hasil tambang. Sementara data impor tambang tersebut di luar negeri dari Indonesia mencapai 20 juta ton:

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/04/22/10264265/Ini.Alasan.Pemerintah.Beli.Saham.Newmont

Tulisan seorang mantan pejabat Pertamina yang sudah pensiun:

@ pak Agus dkk..
Pertimbangan sy memilih “balik” mengabdi di Pertamina, ketika ada opsi tetap bergabung dg BPMIGAS atau kembali ke Pertamina…th 2003, Disamping krn sy sbg Ketum SP Pertamina sbg Pemohon Judicial Review UU 22/2001 ttg Migas, juga krn sy mencium “bau busuk” di BPMIGAS.

Ketika itu sy membuat gagasan Format Database dari XL n akhirnya dikirim o/BPMIGAS secara resmi ke seluruh kontraktor migas n setiap akhir bulan kami ingatkan agar format tsb yg berisi mulai dari produksi migas/ hari sampai gaji pekerja per bulan n per tahun.

Ternyata “mereka” sesama operator/kontraktor migas tsb “kompak” dlm enam bulan tdk satupun yg mengumpulkan database tsb yg sy beri judul “20 years activities PSC in Indonesia”.

Maksud sy (kami) dg database tsb u/memudahkan mengetahui kontraktor mana yg paling efisian n patut menjadi benchmark bagi lainnya.

Ketika itu sy berkesimpulan bhw mereka memiliki “pembukuan ganda” dg satu pembukuan melaporkan ke Indonesia kalau mereka merugi (agar tdk membagi hasil), padahal sesungguhnya mereka untung. Tidak ubahnya, mereka itu manusia2 biadab yg “menari” di atas penderitaan orang lain, rakyat Indonesia….
===

Komentar saya:
Itulah sebabnya nasionalisasi perusahaan minyak asing harga mati.
Saudi, Qatar dsb kelola sendiri minyak mereka via BUMN

Dirjen Pajak Tak Percaya Lifting Minyak Indonesia

Rista Rama Dhany – detikFinance
Jakarta – Pembentukan Kantor Pelayanan Pajak Sektor Minyak dan Gas Bumi serta Pertambangan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) salah satunya dikarenakan sampai hari ini, Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Fuad Rahmany tidak percaya produksi minyak indonesia berapa.
“Ada yang bilang produksi minyak (lifting) 950.000 barel per hari (bph), bahkan saat ini turun 930.000 bph, atau bahkan pada jaman Presiden Suharto 1,4 juta bph. Jujur saya tidak percaya, pasalnya siapa yang menentukan lifting produksi minyak kita,” kata Fuad di Kantor Wilayah DJP Wajib Pajak Besar Gambir, Senin (2/4/2012).
Ketidakpercayaan ini sebelumnya juga didasarkan, pada saat dirinya belum menjabat sebagai Dirjen Pajak sempat bertanya dengan Dirjen Migas.
“Waktu itu saya belum jadi Dirjen Pajak, ketemu sama Dirjen Migas (tapi bukan Evita Legowo), bertanya, pak siapa yang nentuin dan periksa berapa lifting minyak kita kok bisa nentuin 1,4 juta barel atau 950 ribu barel per hari? Nah Dirjen tersebut bilang dengan nada sedikit kesal, lah saya aja ngak boleh periksa,” ungkap Fuad didepan para pegawai pajak.
Apalagi Fuad sendiri yang lama di Pasar Modal, hafal benar kelakuan perusahaan besar di sektor Migas. “Saya itu lama di Pasar Modal jadi tahu kelakuan perusahan besar di sektor migas entah itu dia perusahaan terbuka (tbk) atau terbatas, mereka tidak bisa dipercaya,” ujarnya.
Fuad membayangkan kondisi dilapangan, dengan kelakuan perusahaan Migas seperti itu, mereka tinggal bilang bahwa produksi minyaknya sekian sudah dipercaya begitu saja. “Mereka tinggal bilang produksi kita sekian, orang Pertamina atau BP Migas datang lihat dan percaya saja, bayangkan itu, itukan produksi minyak kita, itu ada pendapatan pajak kita,” tambahnya.
“Mereka bilang kita perusahaan besar Bing Four, ada yang mengawasi, ya yang mengawasi kan pegawai mereka juga, bisa dicincai lah,” tandasnya.
http://finance.detik.com/read/2012/04/02/143757/1882885/4/dirjen-pajak-tak-percaya-lifting-minyak-indonesia

Ini contoh mark-up luar biasa dari perusahaan asing seperti Exxon yang juga beroperasi di Indonesia dan merebut blok migas Cepu dari Pertamina. Exxon mengklaim pemerintah Venezuela harus membayar asetnya senilai US$ 12 Milyar. Padahal lembaga Arbitrase Internasional Mahkamah Kamar Dagang Internasional (ICC) menyatakan nilainya hanya U$ 907 juta. Exxon menggelembungkan asetnya sebesar 1300% lebih!

Venezuela Menang Lawan ExxonMobil

Pemerintah Venezuela, Senin (2/1), mengatakan akan membayar perusahaan ExxonMobil sebesar 255 juta dollar AS sebagai ganti rugi untuk aset-aset yang dinasionalisasi. Jumlah itu kurang dari sepertiga dari yang diputuskan lembaga arbitrase.

Perusahaan minyak negara Petroleos de Venezuela SA (PDVSA) menyatakan, utang Exxon dan tindakan pengadilan mengurangi apa yang harus dibayar berdasarkan putusan Mahkamah Kamar Dagang Internasional (ICC). ICC sebelumnya memutuskan, Pemerintah Venezuela harus memberi ganti rugi sebesar 907 juta dollar AS kepada ExxonMobil.

Perusahaan minyak negara Venezuela itu menyebut keputusan ICC sebagai sebuah ”pembelaan yang berhasil”. Apalagi, semula ExxonMobil menuntut ganti rugi sekitar 12 miliar dollar AS sambil mengupayakan dua klaim kepada badan arbitrase internasional.

http://internasional.kompas.com/read/2012/01/04/07205958/Venezuela.Menang.Lawan.ExxonMobil

Arab Saudi saat minyaknya dikelola perusahaan AS hingga tahun 1974 tetap miskin. Setelah dinasionalisasi raja Faisal, baru penerimaan negara bertambah sehingga Masjidil Haram yang dulu seperti pasar malam, kini megah luar biasa. Ini karena penerimaan Arab Saudi dari minyak bertambah secara luar biasa.

Saudi Arabia

The latter development, along with Saudi Arabia’s 1974 takeover of controlling interest in the huge oil company Aramco, greatly increased government revenue, thus providing funds for another massive economic development plan.

[Ensiklopedi MS Encart]

Iklan

Satu Tanggapan

  1. Ciptakan agus martowardoyo lebih bayak lagi. Pak agus martowardoyo perlu dcloning.untuk mengontrol perusahaan asing yang nipu
    Tapi p agus siap2 dicaci maki kelompok2 penganut2 koruptor yg dipelihara perusahaan asing.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: