Iklan

Efek Domino Berantai Kenaikan Harga BBM

Kenaikan Harga BBM Kartun

Kenaikan Harga BBM Kartun

Jumlah orang kaya pemilik mobil mewah seperti di kartun ini berapa sih? Tidak sampai 10%. Subsidi bisa ditarik dari mereka dengan pajak STNK 2-3x lipat dari sekarang. Lagi pula petugas SPBU kan bisa mempersilahkan mereka untuk pakai Pertamax. Jangan sampai 90% rakyat menderita karena mereka.

Ada efek dominonya. Ada Efek berantainya. Jika harga bbm naik, ongkos angkutan pasti naik. Pengeluaran karyawan yg naik kendaraan pasti naik.

Harga2 barang juga naik sebab dari sawah atau pabrik harus diangkut pakai kendaraan. Pakai bbm. Listrik juga naik sebab sebagian pakai bbm. Efeknya ke mana2 dan sudah terbukti.

Harga semen, pasir, batu bata, dan bahan bangunan lainnya juga pasti naik karena biaya angkutan naik. Otomatis biaya pembuatan rumah, sekolah, rumah sakit, dan juga berbagai proyek pemerintah akan naik. Pemerintah memang mendapat keuntungan dari kenaikan harga BBM. Tapi pemerintah juga harus membayar lebih untuk berbagai kenaikan bahan bangunan, biaya transportasi, makanan, obat-obatan, dsb. Sehingga jika satu proyek nilainya Rp 1 Trilyun misalnya, dengan berbagai kenaikan harga barang, biaya segitu jadi bengkak.

Simulasi Kenaikan Harga BBM

Simulasi Kenaikan Harga BBM

Anda bisa download spreadsheetnya untuk anda modifikasi tabel simulasi Efek Domino Kenaikan Harga BBM di sini:

https://docs.google.com/spreadsheets/d/1B63QjLGav8Xscyzxforei0polC6l5sC5D4NB7RsXtYw/edit?usp=sharing

Begitu BBM naik dari Rp 6500/liter jadi Rp 9500/liter, dalam hitungan bulan tarif bis dan angkutan umum naik minimal dari Rp 3000 jadi Rp 4000.  Bis AC yang tarifnya Rp 8500 jadi Rp 10.000. Kalau 4 kali naik PP, harus keluar uang tambahan Rp 4.000 – 6.000. Jika dikali 50 juta penumpang angkutan umum selama 365 hari, tambahan pengeluaran sekitar Rp 73 trilyun/tahun.

Pengeluaran makanan juga begitu. Nasi+Telor yang Rp 10.000, begitu BBM naik akan naik pula 10% jadi Rp 11.000. Sehari 3 x makan, Rp 3.000 tambahannya setiap orang. Berarti Rp 750.000.000.000 untuk 250 juta rakyat Indonesia setiap hari. Dalam 365 hari untuk 250 juta rakyat Indonesia, tambahan pengeluaran Rp 273,75 Trilyun/tahun. Fantastik bukan? Dari sebagian angka (belum semua seperti pendidikan yang bisa mencapai Rp 36 trilyun) saja sudah didapat angka Rp 642 trilyun lebih. Melebihi “keuntungan” yang didapat pemerintah sebesar Rp 150 Trilyun.

Dari APBN pemerintah yang Rp 2000 Trilyun, akibat kenaikan harga puluhan ribu barang (semua barang) jika rata2 10% saja maka pengeluaran akan bengkak jadi Rp 200 Trilyun/tahun. Jadi “tambahan” pendapatan pemerintah dari 1 BBM itu mendapat balasan kenaikan harga dari puluhan ribu barang. Efek Dominonya langsung atau tidak langsung jauh lebih besar daripada Rp 150 Trilyun yang diharap pemerintah.

Jumlah kerugian yang ditimbulkan oleh bengkaknya semua barang yang diangkut melalui angkutan umum yang menggunakan BBM jumlahnya bisa puluhan kali lebih besar daripada “keuntungan” yang didapat pemerintah dari kenaikan harga BBM.

Untuk mengurangi Subsidi BBM tanpa menaikkan harga BBM, harusnya pemerintah menggiatkan kendaraan hemat BBM. Dari KRL (Kereta Listrik), Mobil Listrik, dan Sepeda Listrik. Gas bisa dipakai sebagai sumber energi alternatif setelah listrik.

Ada pun PLN sebaiknya jangan memakai BBM sebagaimana yang dilakukan Dahlan Iskan saat membeli Pembangkit Listrik dengan bahan bakar BBM. Boros dan Mahal dan sekarang banyak yang rusak. Ini merugikan negara Rp 36,7 Trilyun. Bahkan menurut Dahlan Iskan sendiri lebih dari Rp 100 Trilyun (Kompas). Harusnya PLN menggunakan PLTA dan Panas Bumi sebagai sumber energi yang murah. Coba pula dieksplorasi Pembangkit Listrik dengan Tenaga Angin dan Matahari. Cari yang paling efektif dan efisien.

Simulasi Efek Domino Kenaikan Harga BBM

Dari Rp 6500/ltr jadi Rp 9500/ltr (Rp 3000) – 46%
Asumsi BBM Subsidi 50 juta kilo liter 50,000,000,000
Jumlah penduduk Indonesia = 250,000,000
jumlah liter tambahan jumlah

Tambahan Pengeluaran Bensin 50,000,000,000 3,000 150,000,000,000,000
Tambahan Pengeluaran Makanan 750,000,000,000 365 273,750,000,000,000
Tambahan Pengeluaran Kesehatan 75,000,000,000 365 27,375,000,000,000
Kenaikan Bahan Bangunan 250,000,000,000 365 91,250,000,000,000
Kenaikan Transportasi 200,000,000,000 365 73,000,000,000,000
Kenaikan Pakaian/Sepatu 75,000,000,000 365 27,375,000,000,000
Dsb (tidak diketahui)
Total Pengeluaran Tambahan     642,750,000,000,000

Dari total Pengeluaran Tambahan, 1/5 mungkin dari Pemerintah 128,550,000,000,000
Rupiah turun jadi sekitar Rp 13.000/dolllar turun dari 11.500 (-1500)
Persentase turunnya rupiah 13.04%
“Subsidi baru dari turunnya rupiah = 50,000,000,000 x 9,500 = 61,956,521,739,131

Dari Simulasi ini jelas kerugian sebesar Rp 642,7 Trilyun yang ditanggung masyarakat dan pemeritah
Tidak sebanding dengan tambahan pendapatan pemerintah sebesar Rp 150 trilyun
Turunnya nilai rupiah terhadap dollar mengakibatkan daya beli bangsa Indonesia turun dan
subsidi baru muncul karena itu

Itulah sebabnya kenapa langkah “Pencabutan Subsidi” ini juga ditentang oleh rakyat Miskin dan sering mengakibatkan kerusuhan yang biasa disebut IMF Riots. Percayalah orang2 kaya pemilik mobil bukan orang yang berbuat rusuh karena kantong mereka cukup tebal untuk menerima kenaikan harga BBM bahkan 3x lipat lebih. Justru orang2 miskin yang amat terpukul akibat kenaikan harga pangan, sandang, dan papan:

https://infoindonesiakita.com/2010/05/06/empat-langkah-strategi-world-bank-untuk-memperbudak-negara-berkembang/

PLN harusnya pakai sumber non BBM seperti PLTA dan Panas Bumi.
KRL dan kendaraan listrik seperti mobil listrik dan sepeda listrik harus digalakkan. Minimal sbg kendaraan dinas

Kenaikan Harga BBM Bikin Rakyat Susah

Kenaikan harga BBM dari Rp 150/liter di tahun 1980 hingga di tahun 2014 jadi Rp 6500/liter tidak membawa kesejahteraan rakyat. Dinaikkan jadi Rp 1 juta/liter pun Indonesia tidak akan maju.

Kenapa?
Pemerintah mungkin dapat tambahan uang banyak dari kenaikan harga BBM. Tapi harga2 barang juga naik. Dan justru uang rakyat jadi lebih sedikit karena harus bayar BBM lebih banyak.

Yang tidak punya mobil pun harus bayar angkot lebih mahal. Mereka juga harus bayar sembako lebih mahal karena ongkos distribusi juga naik.

Sebaliknya Arab Saudi yang menasionalisasi perusahaan minyak AS Aramco tahun 1975, berhasil meningkatkan pendapatan negaranya dengan amat besar. Ini karena keuntungan minyak yang didapat Aramco beralih ke Arab Saudi. Keuntungan bukan sekedar bagi hasil saja. Tapi juga penipuan besar produksi dari 4 juta bph dilaporkan cuma 1 juta bph.

Selama Kekayaan Alam Dirampok Asing Indonesia Akan Terus Miskin

https://infoindonesiakita.com/2009/06/30/selama-kekayaan-alam-dirampok-asing-indonesia-akan-terus-miskin/

Kenaikan Harga BBM Sejak 1980

Tahun Harga Premium Harga Solar Masa Pemerintahan
1980 Rp 150 Rp 52,5 Soeharto
1991 Rp 550 Rp 300 Soeharto
1993 Rp 700 Rp 380 Soeharto
1998 Rp 1.200 Rp 600 Soeharto
2000 Rp 1.150 Rp 600 Gus Dur
2001 Rp 1.450 Rp 900 Gus Dur
2002 Rp 1.550 Rp 1.150 Megawati
2003 Rp 1.810 Rp 1.890 Megawati
Maret 2005 Rp 2.400 Rp 2.100 SBY
Oktober 2005 Rp 4.500 Rp 4.300 SBY
2008 Rp 6.000 Rp 5.500 SBY
2009-2012 Rp 4.500 Rp 4.500 SBY

Sumber : Kementerian ESDM

http://www.kaskus.co.id/thread/520ba54119cb176c78000003/sejarah-kenaikan-harga-bbm-dari-masa-soekarno-hingga-sby-sudah-36-kali

https://infoindonesiakita.com/2014/08/25/kenaikan-harga-bbm-bikin-rakyat-susah/

kenaikan harga bbm jk
Ratna Sarumpaet
Sajak BBM : Adhie M Massardi

KALAU KAU BILANG

kalau kau bilang harga BBM di negeri ini
terlalu murah dibanding negara lain
naikan saja berapa kau suka

jangan perdulikan berapa pendapatan rata-rata
rakyat indonesia dibanding negara lain
karena tidak penting diperbandingkan

kalau kau bilang mensubsidi rakyat sendiri
haram, tidak mendidik dan tidak adil –
cabut saja subsidi itu kapan kau mau

mungkin benar seperti sering kau bilang –
subsidi BBM hanya dinikmati para pemilik mobil
yang setiap hari frustrasi dalam kemacetan

toh bagimu tidak penting memahami mereka
yang lebih separuh pemilik mobil murahan itu setiap bulan masih pening memikirkan cicilan

tapi rakyat sudah terbiasa hidup dalam penderitaan
dilatih penjajah selama ratusan tahun
sehingga penderitaan sudah menjadi hiburan

maka kalau kau mau bilang subsidi (BBM) sudah berlebihan – tak akan ada yang bisa membantah – bukan karena rakyat percaya kata-katamu

mereka memang tidak tahu 40% dari total subsidi
untuk membiayai pesta pora para mafia migas – sedang 20an persen akibat inefisiensi tata kelola dan tata niaga migas yang tidak jelas

jadi kalau kau tetap mau bilang membebankan dampak kebobrokan itu kepada rakyat adalah adil – kami mau bilang apa? Silahkan saja –

Dahlan Iskan Dilaporkan ke Bareskrim
JAKARTA, KOMPAS.com — Jaringan Advokat Publik (JAP) melaporkan Menteri Badan Usaha Milik Negera (BUMN) Dahlan Iskan ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Dahlan dilaporkan terkait kasus dugaan korupsi inefisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) untuk sejumlah pembangkit listrik di PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sepanjang tahun 2009-2010.

Anggota JAP, Rahmat Harahap, mengatakan, berdasarkan laporan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Nomor 30/Auditama VII/PDTT/09/2011 pada tanggal 16 September 2011 tentang laporan hasil pemeriksaan dengan tujuan tertentu sektor hulu listrik pada PT PLN, negara mengalami kerugian sebesar Rp 36,7 triliun.

Dahlan pernah menyebut bahwa inefisiensi biaya disebabkan PLN terpaksa memakai BBM untuk pembangkit listrik karena pasokan gas untuk pembangkit habis. Jika tidak menggunakan BBM, pilihan lain adalah mematikan listrik Jakarta selama setahun penuh.

Atas penggunaan BBM tersebut, biaya operasional PLN terpaksa membengkak hingga Rp 37,6 triliun. Bahkan, kata Dahlan, kerugiannya malah bisa menembus Rp 100 triliun.
http://nasional.kompas.com/read/2013/10/08/1623596/Dahlan.Iskan.Dilaporkan.ke.Bareskrim

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: