Iklan

Giant Sea Wall Proyek Rp 500 Trilyun yang Boros?

Ahok Giant Sea Wall

Giant Sea Wall Proyek Rp 500 Trilyun yang Boros? Dengan membangun tembok laut di sepanjang Jakarta, maka 2 PLTU milik PLN tidak bisa beroperasi sehingga listrik Jakarta bisa padam. Belum 2 pelabuhan nelayan akan tertutup sehingga ribuan nelayan tak bisa melaut. Begitu pula dengan pelabuhan Tanjung Priok, dsb.

Kalau Belanda tenggelam wajar karena mereka memang di bawah permukaan laut. Makanya namanya Netherland. Rata2 tanah di Belanda cuma 1 meter di atas permukaan laut dan 1/3 daratannya berada di bawah laut karena memang bangsa Belanda membendung laut guna dijadikan daratan.


Tapi kalau Jakarta sampai bikin Tembok Laut Raksasa senilai Rp 500 Trilyun padahal APBD Jakarta Rp 60 Trilyun/tahun, (maaf) apa tidak buang2 uang?
Apa sekarang Jakarta tenggelam karena air laut?

Giant Sea Wall
Jakarta itu tenggelam karena air dari bendungan Katulampa di Bogor. Bukan dari laut. Jadi bikin tembok laut senilai Rp 500 Trilyun itu selain mubazir / buang2 uang juga percuma.
Ujung2nya rakyat juga disuruh bayar dengan pajak yang mencekik.
Ini toh pemimpin yang bagus dan tidak korup? Jangan sampai Jakarta / Indonesia bangkrut gara2 pemimpin model begini.

Satu alasan membangun Giant Sea Wall adalah agar Jakarta tidak tenggelam oleh air laut karena terjadi penurunan tanah di Jakarta sebanyak 12 cm/tahun. Jadi dalam 50 tahun, tanah di Jakarta akan turun sebanyak 6 meter.

Ketinggian kota Jakarta

Ketinggian kota Jakarta

Sudah dihitung belum penurunan tanah tersebut? Di mana lokasinya dan sebutkan ketinggian tanahnya dari tahun ke tahun terutama 5 tahun terakhir ini sehingga timbul kesimpulan tanah di Jakarta turun sebanyak 12 cm/tahun?

Turunnya tanah katanya disebabkan oleh penyedotan air tanah oleh warga. Apa dengan membangun tembok di laut nun jauh dari pantai itu air tanah di Jakarta akan bertambah banyak sehingga permukaan tanah di Jakarta tinggi kembali?

Kurang masuk akal.

Tanpa tembok laut pun air laut bisa masuk ke kota Jakarta. Artinya air tanah akan tetap ada, cuma jadi lebih asin.

Kedua, jika ingin agar air tanah yang tawar tetap tinggi, membangun bendungannya harus di daerah yang airnya masih tawar. Minimal di wilayah Jakarta Pusat. Bukan justru di lepas pantai Jakarta.

Dan harus ada data pengukuran ketinggian tanah dengan altimeter agar klaim turunnya tanah di Jakarta itu beralasan. Sebab tiap tahun jalanan kota Jakarta ditinggikan sekitar 5 cm. Gedung2 pun saat dibangun dari baru, cenderung lebih tinggi dari jalan. Jadi sulit dikatakan permukaan tanah di Jakarta menurun.

Giant Sea Wall Tomi

Presentasi Giant Sea Wall oleh Tomy Winata ke Ahok:

Cegah Jakarta Tenggelam, Ahok Tetap Bangun Giant Sea Wall
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Chairul Tanjung (CT) mengaku, pemerintah menghitung kebutuhan dana dalam pembangunan tanggul raksasa tahap A, B, dan C tidak kurang dari Rp 500 triliun.
http://news.liputan6.com/read/2116000/cegah-jakarta-tenggelam-ahok-tetap-bangun-giant-sea-wall

Ada yang bilang Giant Sea Wall itu proyek Tomi Winata. Artinya pantai Jakarta yang direklamasi akan dikuasai TW / Swasta. Uangnya dari Swasta / Cina.Kebayang tidak nasib Pelabuhan Tanjung Priok, Sunda Kelapa, PLTU, dsb?

Proyek Tanggul Raksasa Bisa Ancam Pasokan Listrik Jakarta?

Liputan6.com, Jakarta – Pembangunan Tanggul Raksasa (Giant Sea Wall) di Teluk Jakarta ternyata bersinggungan dengan fasilitas pembangkit yang memasok listrik ke wilayah Jakarta. Bila tak berjalan dengan hati-hati dipastikan proyek ini akan mengganggu pasokan listrik Ibu Kota.

Direktur Perencanaan dan Pembinaan Afiliasi PT PLN (persero) Murtaqi Syamsuddin mengatakan, ada dua fasilitas Pembangkit Listrik Gas Uap (PLTGU) yaitu PLTGU Muara Karang dan Tanjung Priok berkpasitas total 4.000 Mega Watt yang dekat dengan proyek Giant Sea Wall.

Kedua pembangkit tersebut merupakan tulang punggung kelistrikan Jakarta. “Itu tulang punggung pasokan listrik Jakarta,” kata Murtaqi, di kantor Pusat PLN, Jakarta, Rabu (8/10/2014).

Murtaqi mengungkapkan, kedua pembangkit tersebut sangat bergantung pada pasokan air laut sebagai media pendinginan. Artinya bila proses pendinginan tersebut terganggu akan menimbulkan dampak penurunan kinerja pembangkit.

http://bisnis.liputan6.com/read/2115931/proyek-tanggul-raksasa-bisa-ancam-pasokan-listrik-jakarta

Sepertinya mereka akan mendirikan negara di dalam negara. Nanti di Giant Sea Wall tsb akan ada bandara dan pelabuhan laut tersendiri yang dikontrol sepenuhnya oleh Swasta. Jadi jika perlu sesuatu, mereka tak perlu lagi lewat Pelabuhan Tanjung Priok atau Bandara Soetta yang saat ini dimiliki pemerintah.

Dengan Tanggul Laut, bisa jadi aliran 13 sungai beserta limbah rumah tangga jadi sulit keluar dari Jakarta dan akhirnya menumpuk di Jakarta. Hebat…

Tanggul Laut Berisiko
“Kalau untuk mencegah bencana, itu jelas salah kaprah.”
Tanggul Laut BerisikoTeluk Jakarta dengan latar pembangunan. Berdasarkan kajian yang dilakukan oleh Indonesia Maritime Institute, Teluk Jakarta ibarat tong sampah yang menampung limbah rumah tangga dan limbah industri yang dibawa bersama 13 aliran sungai yang bermuara di Teluk Jakarta. (Yunaidi Joepoet/National Geographic Traveler)
Peneliti pada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dan Institut Teknologi Bandung menilai rencana pemerintah membangun tanggul laut raksasa Jakarta sia-sia. Bahkan, justru hanya akan merugikan negara karena dampak buruknya terhadap ekologi.
Ketua Kelompok Teknik Kelautan Institut Teknologi Bandung (ITB) Muslim Muin, Minggu (5/10), mengatakan, Jakarta tidak perlu tanggul laut raksasa. Tidak ada banjir dan badai besar dari laut seperti halnya badai Katrina di Amerika Serikat.
”Kalaupun terjadi rob, lebih disebabkan penurunan muka tanah, bukan kenaikan muka air laut,” ujarnya. ”Kawasan Pluit kebanjiran karena dibangun di tanah lunak. Kalau tanah ambles, cukup Pluit yang ditanggul. Menanggul di seluruh mulut Teluk Jakarta berkedalaman 20 meter jelas menghamburkan uang negara sangat besar.”

”Kalau alasannya untuk reklamasi, mungkin juga. Namun, kalau untuk mencegah bencana, itu jelas salah kaprah,” kata Muslim. Sebaliknya, menurut dia, proyek itu mengundang bencana baru.
”Tanggul laut raksasa akan memperparah banjir di Jakarta, Bekasi, dan Tangerang,” katanya. Tanggul laut akan menutup alur 13 sungai yang sebelumnya bermuara ke Teluk Jakarta.
Dampak lain, terjadi peningkatan laju sedimentasi karena menurunnya kecepatan aliran air. Dengan demikian, selain banjir, terjadi percepatan pendangkalan sungai yang perlu biaya besar untuk pengerukan rutin.

Menurut Muslim, selain terhadap lingkungan, dampak lain pembangunan tanggul adalah penutupan dua pelabuhan perikanan Nusantara. Ribuan nelayan harus dipindahkan. Pembangkit listrik Muara Karang juga harus ditutup karena aliran air pendingin tidak lagi tersedia.
(Sumber: Kompas/AIK)
http://nationalgeographic.co.id/berita/2014/10/tanggul-laut-berisiko

Giant Sea Wall Ditargetkan Rampung 100% Tahun 2030

Dalam bahasan yang disampaikan, mega proyek reklamasi National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) akan dibagi ke dalam 3 fase. Fase pertama akan memfokuskan perhatian pada upaya penguatan tanggul laut, memperlambat penurunan muka tanah, mempercepat sanitasi air, dan meningkatkan pompa drainage.

Pemda DKI Jakarta bersama dengan PU menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan program menarik untuk mengumpulkan dukungan berbagai pihak mengingat wilayah pantai sepanjang 32 km yang akan dimanfaatkan sebagai lahan realisasi NCICD, ternyata hanya 8 km yang menjadi tanggung jawab Pemerintah DKI Jakarta. Adapun sisanya dikelola oleh existing developer, seperti  PT Kapuk Naga Indah, PT Agung Podomoro Group, Jaya Ancol Developments, Intiland Development dan MKJ; serta pihak pelabuhan yang mana dalam hal ini adalah PT Pelindo II.
http://bappedajakarta.go.id/?p=1519

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: