Iklan

Rakyat Kalimantan: Menunggu Tewas Keracunan Asap?

Kebakaran Hutan 3

Dengan kebakaran hutan yang melanda Kalimantan (dan juga Sumatera), Kalimantan bagaikan kamar gas terbesar di dunia. Bumi dan udara pulau Kalimantan dipenuhi oleh asap sehingga beberapa warga tewas karena penyakit saluran pernafasan. Kami tinggal menunggu mati saja karena asap bukan cuma ada di luar rumah. Di dalam rumah pun kami harus pakai masker. Begitu kata warga yang dikutip oleh Prokal. “Warga Palangkaraya: Kami Tinggal Menunggu Mati!!” itulah judul berita dari Prokal.

Sepupu saya yang tinggal di Amuntai juga menelpon bahwa jarak pandang di Amuntai Kalimantan Selatan cuma 50 meter saja. Bukan cuma pandangan yang jadi masalah. Kerusakan alat pernafasan yang berakibat kematian massal tentu lebih berbahaya lagi. Bukan cuma 1 atau 2 orang. Tapi bisa jutaan rakyat Kalimantan yang menderita jika pemerintah tidak bertindak cepat dan tepat.

Di bulan Oktober yang menjelang musim hujan ini awan mendung sudah banyak. Pemerintah harusnya bisa mengerahkan pesawat2 Hercules guna membuat hujan buatan sehingga asap bisa diminimalisir.

Kebakaran Hutan 2

Selain itu munculnya pohon-pohon kelapa sawit di tempat2 hutan yang terbakar itu menunjukkan kebakaran disengaja agar mereka bisa melenyapkan pohon2 yang ada guna diganti dengan pohon kelapa sawit. Ini jelas 1 kejahatan. Denda maksimal RP 10 milyar itu sudah tidak sepadan mengingat kerugian yang ditimbulkan itu ratusan trilyun rupiah dan keuntungan yang didapat oleh pengusaha perkebunan kelapa sawit ini bisa puluhan trilyun rupiah.

Selain korban tewas, keragaman hayati juga musnah. Banyak species2 pohon atau juga hewan yang musnah. Padahal ada banyak tanaman2 obat di Kalimantan seperti pasak bumi, dsb. Haruskah semua itu dilenyapkan dan diganti dengan kelapa sawit?

Kebakaran Hutan 3

Foto Satelit NASA tentang kebakaran hutan menunjukkan pulau Kalimantan yang diselubungi warna putih itu merupakan pulau yang terparah terkena dampak dari kebakaran hutan tersebut.

Video saya marah, oleh Chanee, warga Eropa yang sudah 17 tahun tinggal di Palangkaraya dan sudah jadi WNI. Marah karena anak dan istrinya keracunan asap. Saat titik2 api masih kecil, pemerintah tidak segera memadamkannya. Baru bergerak setelah 2 bulan kebakaran terjadi:

Balita Nabila yang tewas karena asap. Padahal sebelumnya segar bugar diberitakan di Okezone. Semoga anak saya saja yang jadi korban asap yang tidak kunjung berhenti ini ya Allah, begitu doa ibu Nabila.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: