Keanehan Hasil Pilpres di NDUGA, Papua


Papua Nduga

Coba ke website KPU:
http://pilpres2014.kpu.go.id/db1.php
Pilih Propinsi: Papua
Kabupaten: NDUGA
Scroll hingga halaman paling bawah.
Apa iya 31 Kecamatan jumlah penduduknya sama semua dgn “Angka Kramat”: 4587 ?
Bisakah hasil KPU dipercaya?
Baca lebih lanjut

Relawan Jokowi di Papua Akui Sekap Petugas KPU


Relawan Papua

Berita dari Tempo dan Kompas.
Ternyata kelompok yg menuduh orang lain penculik itu doyan menculik juga ya?
Kita analisa beritanya:

TEMPO.CO, Jakarta – Koordinator Relawan Indonesia for Jokowi-JK di Papua, Moses M., membenarkan relawan di Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua, menyekap staf Komisi Pemilihan Umum setempat bersama seorang politikus Partai Amanat Nasional.

===
Komentar: Relawan itu bukan berwenang. Staf KPU itu pihak yg berwenang yg membawa kotak suara ke kelurahan atau kota terdekat untuk direkap. Biasanya ada saksi dari pihak Prabowo dan Jokowi. Jadi tinggal ditemani saja dari kubu Jokowi. Bukan menyekap/menculik. Itu kriminal/curang kan?

Baca lebih lanjut

Hasil Pilpres 2014 oleh KPU


Hasil Pilpres 2014

Inilah Hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 oleh KPU yang ditetapkan tanggal 22 Juli 2014.

H. Prabowo Subianto dan Ir. H. M. Hatta Rajasa  mendapatkan jumlah suara sebesar 62.576.444 (46,85 %) sedang Ir. H. Joko Widodo dan Drs. H.M. Jusuf Kalla mendapat 70.997.833 (53,15 %). Selisih sebesar 8.421.389 suara. Jokowi unggul di 23 propinsi, sementara Prabowo di 10 propinsi.
Baca lebih lanjut

Pemimpin Indonesia yang Ideal


SOEKARNO BERDIKARI

Pemimpin Indonesia yang ideal itu adalah sederhana dan merakyat. Satu faktor penyebab kemenangan Jokowi adalah tampil sederhana dan merakyat. Meski ada berita Kompas dan Tempo yang menyatakan sebaliknya, tapi mayoritas berita menyatakan Jokowi sederhana dan merakyat. Sehingga banyak rakyat yang simpati.

Pemimpin ini harus jujur, cerdas, amanah, dan komunikatif. Pintar berpidato itu satu keunggulan untuk menarik simpati rakyat. Contohnya Bung Karno merupakan orator yang ulung. Dia harus merupakan tokoh masyarakat yang teruji. Biasa memimpin.

Baca lebih lanjut

Berjuang Agar Indonesia 100% Merdeka


Yang penting adalah kita senantiasa benar dan berada di atas kebenaran. Bukan kezaliman.
Bagaimana kita berjuang agar rakyat Indonesia berdaulat. Bisa menikmati kekayaan mereka. Tidak dikuras lagi oleh perusahaan2 asing.
Berjuang agar Indonesia mandiri. Bisa berkarya sehingga memiliki rumah bukan buatan Aseng, dan motor, mobil, kapal serta pesawat buatan sendiri. Bukan Asing.

Baca lebih lanjut

Prabowo Tolak Pilpres 2014


Prabowo Tolak Pilpres 2014

Sikap Prabowo yang menolak menghadiri Rekapitulasi KPU 22 Juli sebelum kecurangan dibersihkan itu benar.
Harusnya KPU tidak seperti Diktator yang memaksakan kehendak. Jalankan rekomendasi Bawaslu yang menyuruh Pemilu Ulang di lebih dari 5000 TPS yang bermasalah. Jika sudah dijalankan dgn benar, apa pun hasilnya harus diterima.
Ada berita 58 juta suara “Hilang”. Harus jelas ini karena Golput atau “DIHILANGKAN”. KPU harus bisa menjelaskan ini.
Apa karena “Bill Clinton” ada di Jakarta maka KPU jadi begini?

Baca lebih lanjut

Dibayar Berapa Sama Prabowo?


Ada yang nulis: “Semangat banget dukung Prabowo. Dibayar berapa?”
Kalau Prabowo membayar saya, alhamdulillah… 🙂  Kenyataannya hingga saat ini satu sen pun saya tidak pernah dapat dari Prabowo. Dan tidak terlalu banyak berharap soal itu.
Sama dengan saat tahun 2012 saya mendukung Jokowi sbg Gubernur DKI, saya tak pernah dapat bayaran dari Jokowi. Dan juga tidak berharap banyak.

Baca lebih lanjut

Exit Poll Bukan Quick Count!


Selisih Polling

EXIT POLL BUKAN QUICK COUNT!

RRI, Indikator, LSI, CSIS, Kompas, dsb ternyata cuma melakukan  “EXIT POLL”. Artinya mereka tidak menghitung hasil perhitungan TPS. Tapi cuma mewawancarai beberapa orang dari sekitar 400 pemilih secara acak. Jadi jangankan menghitung suara Nasional. Menghitung Hasil TPS yang disurvey pun bisa meleset jauh. Tak heran hasilnya meleset di Malaysia, Aceh, Saudi, dsb

Pantas saja jam 2:00 menurut lembaga “Quick Count” pro Jokowi 70% suara sudah masuk dgn hasil Jokowi menang 52%. Padahal TPS itu tutup jam 13:00 dan penghitungan selesainya sekitar jam 15:00.

Ternyata dari RRI yang terjadi bukan “Quick Count” yang menghitung hasil dari penghitungan TPS. Tapi “EXIT POLL”. Polling menanyai beberapa dari sekitar 400 pemilih yang telah mencoblos. Dari 400 pemilih, kira2 berapa % yang mau menjawab bahwa dia memilih capres X? Soalnya itu kan Bebas dan RAHASIA.
Baca lebih lanjut

Keanehan Lembaga Quick Count Pro Jokowi


Penghitungan TPS

Dari 4 TPS yang saya datangi sekitar jam 2:40 siang di Kebon Nanas Jaktim, hanya 2 yg sudah selesai menghitung suara dgn jumlah total @ sekitar 420 suara per TPS. Prabowo menang sekitar 70%. Ada pun di komplek TNI AD hasilnya berimbang meski Prabowo sementara unggul tipis.
Aneh juga jika jam 2 tadi kata lembaga quick count seperti Saiful Mujani perolehan Nasional sdh lebih dari 70% dgn keunggulan Jokowi. Soalnya di dusun / desa tentu akses internet lebih sulit.

4 Lembaga Survey di MNC, RCTI, Global TV, dan TV One memenangkan Prabowo. Sebaliknya sekitar 6 Lembaga Survey di TVRI, Kompas TV, dan MetroTV memenangkan Jokowi. Selisih kurang dari 5%.

Baca lebih lanjut

Jumlah Pengunjung GBK Jokowi < 80 Ribu Orang


Pengunjung GBK

Jumlah Pengunjung GBK Jokowi < 80 Ribu Orang

Analisa dari gambar video yang diambil dari Drone, ternyata jumlah pengunjung GBK Bung Karno saat Jokowi kampanye dengan ratusan artis termasuk Slank tidak lebih dari 75.000.
Asumsi luas lapangan GBK sekitar 10.000 m2. Kepadatan kurang dari 5 orang/m2. Jumlah orang di lapangan tak lebih dari 50.000 orang. Sementara di Tribun tak lebih dari 25% dari kapasitas total 100 ribu orang. Jadi di Tribun cuma 25 ribu orang. Total cuma sekitar 75.000 orang saja.
Jika Tribun penuh, total pengunjung 100.000 orang. Jika lapangan penuh, total 200 ribu orang.
Kenapa terkesan penuh?

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: