Adegan Mesum Perkosaan di SMP 4 Jakarta Pusat


adegan mesum
Orang tua korban meyatakan puterinya FP (16 tahun) diperkosa dengan ancaman pisau oleh AE (16 tahun) disaksikan dan divideokan oleh 5 siswa SMP 4 lainnya.
Polisi menganggap itu suka sama suka sehingga tidak harus dibawa ke pengadilan. Cukup selesai sampai di situ saja dengan alasan FP usianya lebih tua dari si pemerkosa. Padahal dari berita usia korban sama atau bahkan lebih muda.
Iklan

Opspek apa Memperkosa?


Opspek atau Perkosa

Ini Opspek apa Memperkosa?
Kok siswa senior pria menindihi siswa juniornya?
Ini di tempat ramai.
Bagaimana jika di tempat sepi?
Tak heran jika siswa SMP berani beradegan mesum berulang-kali sementara teman2nya yang lain memvideokannya dan menyebarnya.
Sepertinya moral sebagian siswa dan para guru kita sudah pada hancur. Jauh dari ajaran Islam.

Tabel Perkalian 1 Sampai 10


Tabel Perkalian

Buat yang punya anak-anak yang masih SD, inilah Tabel Perkalian 1 Sampai 10. Gambar bisa dicopy paste ke word atau pengolah kata lainnya untuk kemudian dicetak (print).

Untuk memperbesar, klik gambar di atas 2x.

Baca lebih lanjut

UAN Perlu Tapi Jangan Menentukan Kelulusan


Saat ini banyak orang berbeda pendapat tentang UAN (Ujian Akhir Nasional). Ada yang setuju UAN harus dilakukan dan menentukan kelulusan. Ada juga yang bilang tidak perlu sama sekali. Ada juga yang berdiri di tengah dengan mengatakan UAN perlu untuk standarisasi kualitas pendidikan, tapi jangan dipakai sebagai alat untuk menentukan kelulusan. Apalagi pemerintah saat ini belum mampu menstandarisasi kualitas pendidikan mulai dari bangunan fisik sekolah, buku teks, hingga pendidikan guru (ada yang setara SMA sementara di sekolah lain ada yang S1).

Baca lebih lanjut

Penghematan/Efisiensi Laboratorium Komputer dan Bahasa di Sekolah dengan NComputing


Saat ini banyak sekolah-sekolah yang menggunakan laboratorium komputer dan bahkan juga laboratorium bahasa agar proses belajarnya lebih efektif.

Meski sekolah-sekolah yang menggunakan laboratorium komputer dan bahasa umumnya mempunyai dana yang cukup besar, tapi banyak juga yang keuangannya pas-pasan. Sehingga biaya operasional yang besar dirasa cukup berat. Sebagai contoh jika di laboratorium ada 20 komputer di mana masing-masing komputer mengkonsumsi listrik sekitar 270 watt (CPU 200 watt dan monitor 70 watt), maka seluruh komputer tersebut mengkonsumsi listrik 5400 watt.

Baca lebih lanjut

Olimpiade Sains Dunia: Pelajar Indonesia Raih Medali Emas


Umumnya 95% lebih dari karyawan perusahaan MNC yang ada di Indonesia adalah putra-putri Indonesia. Pekerja di sektor gas Indonesia juga banyak ditarik oleh perusahaan gas Qatar: Qatargas. Para pelajar Indonesia Indonesia juga meraih medali emas dalam Olimpiade Sains dunia untuk Kimia dan Fisika. Begitu pula medali perak dan perunggu.

Ini merupakan satu tanda bahwa Indonesia bisa mandiri mengelola kekayaan alamnya sendiri. Tinggal bagaimana bangsa Indonesia memilih pemimpin yang mampu memimpin Indonesia jadi bangsa yang mandiri.

OLIMPIADE SAINS

Pelajar Indonesia Raih Medali Emas

Baca lebih lanjut

Biaya Sekolah yang Mahal – Uang Buku Rp 1 Juta/Semester


Biaya masuk SD cukup memberatkan bagi orang tua yang penghasilannya pas-pasan. Sebagai contoh anak saya yang masuk SD Swasta dengan level menengah harus membayar uang masuk sekitar Rp 1 juta. Ini ditambah lagi uang buku sebesar Rp 700 ribu/tahun di mana sekolah mendapat komisi 30% dari penerbit buku. Jadi total Rp 1,8 juta lebih dengan uang iuran bulanan Rp 130 ribu.

Kalau di sekolah swasta yang elit tentu lebih mahal lagi. Di SD Negeri ada yang gratis, namun ada informasi yang menyatakan SD Percontohan yang katanya gratis tapi harus bayar uang masuk Rp 500 ribu dan uang buku Rp 400 ribu/tahun. Jadi setahunnya untuk uang masuk dan uang buku Rp 900 ribu. Ini belum biaya lain-lain.

Uang sebesar itu tentu sulit dipenuhi bahkan bagi seorang wajib pajak yang penghasilannya Rp 2 juta/bulan.

Baca lebih lanjut

Universitas Mana yang Baik dan Murah?


Dengan program Privatisasi/Swastanisasi Perguruan Tinggi Negeri, jika dulu untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri cukup murah (tahun 1998 uang masuk dan semester sekitar Rp 200 ribu), maka sekarang uang masuknya saja bisa mencapai Rp 5-25 juta. Belum uang semester yang bisa mencapai Rp 7,5 juta. Jadi jika anda kuliah S1 selama 4 tahun, anda bisa mengeluarkan sampai Rp 85 juta. Jika anda punya 4 anak yang kuliah, biaya kuliah anak anda total Rp 180 juta. Cukup buat modal bikin perusahaan! Bahkan di Kompas disebut biaya masuk PTN sampai Rp 100 juta.

Lalu bisakah orang miskin kuliah? Ada fasilitas beasiswa (penuh atau sebagian) dengan syarat memiliki Surat Keterangan Tidak Mampu dari RT/RW dan diutamakan dari Keluarga Miskin. Tapi jika anda merasa sebagai calon pemimpin dan punya harga diri mungkin hal itu kurang menarik.

Baca lebih lanjut

Agar Sekolah Terjangkau oleh Rakyat Kecil


Sekolah Dasar Negeri No 21 Balio PontianakSaat ini biaya pendidikan begitu tinggi sehingga banyak anak yang tidak sekolah. Untuk masuk ke SMU Negeri uang masuk mencapai Rp 3-7 juta dan SPP antara Rp 100.000-500.000.

Jumlah pelajar dari SD hingga Mahasiswa di Indonesia sekitar 50 juta orang. Dengan anggaran pendidikan sekitar Rp 44,1 trilyun, per siswa mendapat sekitar Rp 73 ribu/bulan. Seharusnya bantuan tersebut cukup untuk membuat pendidikan di Indonesia jadi terjangkau karena jika 1 kelas ada 40 siswa, maka sebulannya terkumpul Rp 2,9 juta. Ini cukup untuk menggaji 1 guru yang gajinya berkisar Rp 1-2 juta per bulan (jika tak ada kebocoran).

Seandainya itu tidak mencukupi, maka perlu dibuat agar sekolah biayanya bisa seefisien mungkin. Saya akan mencoba menjelaskan pengalaman baik di SD dulu yang mungkin bisa diterapkan kembali agar sekolah bisa lebih terjangkau oleh rakyat kecil.

Baca lebih lanjut

Anak SD Bunuh Diri Karena Lapar


Baru-baru ini saya membaca tulisan anjuran kaya dari seorang ustad yang terkenal. Di antaranya ustad tersebut beralasan dengan jadi kaya kita bisa hidup enak, makan makanan yang enak, mobil mewah, bahkan pesawat jet pribadi.

Di sisi lain banyak rakyat di negara kita yang bunuh diri karena miskin (lihat http://www.infoindonesia.wordpress.com). Seharusnya niat kita mencari rezeki adalah untuk membayar zakat dan membantu orang miskin dengan tetap hidup sederhana. Bukan niat jadi kaya agar bisa hidup mewah dan bermegah-megahan seperti digambarkan surat At Takatsuur.

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: