Exxon Kuasai 100% Hasil Gas Di Natuna


Di MetroTV Rabu 3 September 2007 saya lihat bahwa Exxon berkeras menguasai 100% hasil gas di Natuna dengan alasan biaya operasionalnya tinggi sehingga rakyat Indonesia tidak dapat apa-apa. Padahal teman2 saya yang ke sana menyaksikan bagaimana fasilitas karyawan Exxon sangat mewah. Exxon sendiri mengantongi keuntungan hingga Rp 360 trilyun setiap tahun dari pengelolaan minyak dan gas di berbagai negara termasuk Indonesia.

Baca lebih lanjut

Iklan

Privatisasi Air dan Kepentingan MNC, IMF dan Bank Dunia


Privatisasi Air dan Kepentingannya

SUARA PEMBARUAN DAILY, Oleh SOEPARMONO, Para pembuat kebijakan, pengusaha dan aktivis di bidang keairan pada pertengahan Maret 2000 lalu yang telah berkumpul di Den Haag, Belanda melahirkan kesepakatan mengenai bahaya krisis yang paling penting di bumi ini, yaitu air. Forum yang dihadiri sekitar 3000 wakil dari berbagai sektor tersebut telah mengadakan ratusan lokakarya dan perundingan mengenai keberadaan dan pembagian air untuk memenuhi kebutuhan penghuni planet bumi ini. Bersamaan dengan acara tersebut juga diadakan pameran tentang problem yang dihadapi negara-negara di belahan dunia ini tentang kondisi airnya.

Baca lebih lanjut

Privatisasi Air Mulai Undang Kecaman


Hidayatullah.com, Jumat, 27 Pebruari 2004, Keputusan DPR mensahkan Rancangan Undang Undang (RUU) Sumber Daya Air (SDA) menjadi UU mengundang penolakan. Salah satunya Ketua Umum PB NUHasyim Muzadi

Hidayatullah.com–Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Hasyim Muzadi misalnya, sangat menyesalkan dan menolak keputusan DPR itu. “Saya sangat tidak setuju dengan privatisasi air itu,” kata Hasyim, sepeprti dikutip koran Tempo, Jum’at (27/2).

Baca lebih lanjut

Air Memang Target Privatisasi


SUARA PEMBARUAN DAILY, Ada informasi lain yang tidak terlalu baru berkaitan dengan penguasaan air. Informasi tersebut disampaikan pakar lingkungan, Dr Mulyanto, dalam surat elektroniknya. Menurut dia, masalah pengelolaan air ternyata sudah menjadi target perusahaan besar pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Bumi di Johanesburg, Afrika Selatan, tahun lalu.

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: