Iklan

Impor Tambang Indonesia 20 Juta Ton, Tapi Ekspor Cuma 5 Juta Ton


Pemerintah beli 7% saham Newmont?
Untuk apa menghamburkan trilyunan rupiah untuk membeli perusahaan tambang Newmont? Bukankah emas dan perak yg ditambang Newmont di NTB itu milik rakyat Indonesia?
Harusnya pemerintah menggunakan uang tsb agar BUMN seperti ANTAM bisa mengelola emas dan perak di situ sehingga kekayaan alam Indonesia tidak dibawa asing.

Apalagi ternyata perusahaan tambang asing tidak jujur. Buktinya impor tambang dari Indonesia 20 juta ton, tapi dicatatan ekspor satu tambang itu cuma 5 juta ton. Artinya 15 juta ton hasil tambang (emas) dikorupsi. Artinya korupsinya bisa mencapai 75%!

Jika perusahaan asing tidak bisa dikontrol, lebih baik pakai BUMN saja. Jika macam-macam, Dirutnya bisa dipecat dan dihuium.

Baca lebih lanjut

Iklan

Selama Kekayaan Alam Dirampok Asing Indonesia Akan Terus Miskin


Ladang Minyak dan Gas Indonesia Dikuasai Asing

Ladang Minyak dan Gas Indonesia Dikuasai Asing

Kenapa Pesawat dan Helikopter TNI Indonesia sering jatuh sehingga lebih dari 150 orang tewas di tahun 2008-2009?

Kenapa 11,5 juta rakyat Indonesia menderita busung lapar atau gizi buruk?

Kenapa 120 juta rakyat Indonesia hidup dalam kemiskinan (versi Bank Dunia)?

Kenapa meski SD-SMP gratis tapi SMU dan Perguruan Tinggi Negeri justru mahal dan tidak terjangkau bagi rakyat miskin?

Baca lebih lanjut

Diskusi dengan Faisal Basri tentang Neoliberalisme dan Privatisasi


Berikut adalah diskusi saya dengan pak Faisal Basri di milis Forum Pembaca Kompas tentang Neoliberalisme dan Privatisasi:

Terimakasih pak Faisal Basri atas tanggapannya

“Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat” [UUD 1945 Pasal 33 Ayat (3)]

Baca lebih lanjut

Parpol dgn Ekonomi Rakyat VS Kapitalis Neoliberalis – Gerindra Ajukan Sosialisme


Terlepas dari Prabowo yang orangnya mungkin agak emosional, namun boleh dikata Gerindra memang mengusung ekonomi rakyat yang mengandalkan kemandirian Indonesia.

Saat ini parpol di Indonesia seperti Golkar, PD, PDIP itu mengusung sistem Kapitalis/Neoliberalis. Sistem ini mengandalkan Bursa Saham yang menurut Prabowo tak lebih dari tempat perjudian kelas kakap. Kemudian sistem Ekonomi Pengemis yang mengandalkan datangnya “Investor Asing” yang tak lebih dari spekulan saham/valas yang begitu krisis langsung kembali ke negaranya. Sistem ini juga mengandalkan “Privatisasi” berikut penyerahan kekayaan alam Indonesia ke perusahaan2 asing.

Baca lebih lanjut

Arab Saudi dan Venezuela Nasionalisasi Perusahaan Minyak. Kapan Indonesia?


Di Ensiklopedi MS Encarta dengan topik “Saudi Arabia” dan “Venezuela” dijelaskan bahwa kedua negara tersebut Menasionalisasi perusahaan minyak yang ada di sana. Pengambil-alihan perusahaan ARAMCO (Arabian American Oil Company) oleh pemerintah Saudi terbukti meningkatkan pendapatan negara sangat besar. Begitu pula Venezuela. Padahal SDM di kedua negara tersebut sangat terbatas. Arab Saudi bahkan kerap meminta tenaga kerja dan juga tenaga ahli ke Indonesia.

Nah kapan pemerintah Indonesia punya nyali untuk mandiri dan menasionalisasi perusahaan Migas yang ada di negara ini? Pendapatan Migas lebih dari RP 300 trilyun/tahun harusnya cukup untuk itu.

Baca lebih lanjut

Ibu dan Anak Tewas Usai Mencari Kayu Bakar


Tak mampu membeli gas dan minyak tanah yang harganya terus meroket, nyonya Sawiyah 48 tahun dan anak bungsunya tewas tenggelam di kolam bekas galian usai mencari kayu bakar.

Tak seperti pemerintah Venezuela yang tidak tunduk pada “Pasar” dan menjual bensin hanya Rp 460/liter pada rakyatnya, Pemerintah Indonesia tak mampu menahan kenaikan harga minyak tanah dan gas. Akibatnya harganya terus meroket sehingga sebagian ibu tidak mampu lagi memasak dengan minyak tanah dan gas. Mereka terpaksa harus mencari kayu bakar meski dengan resiko kematian.

Demi Sekolah Anak, Sawiyah Tewas

KOMPAS/IWAN SANTOSA, Jumat, 8 Agustus 2008 | 03:00 WIB

Nyonya Sawiyah (48 ) dan anak bungsunya tewas tenggelam di kolam bekas galian usai mencari kayu bakar, Rabu Baca lebih lanjut

GD dan Amien Rais Deklarasikan Komite Penyelamat Kekayaan Negara (KPKN)


Gus Dur dan Amien Rais ‘Join’ Selamatkan Kekayaan Negara

Muhammad Nur Hayid – detikNews

Detik.com. Jakarta, Senin, 28/07/2008 – Sejumlah tokoh nasional mendeklarasikan Komite Penyelamatan Kekayaan Negara (KPKN). Mereka bertujuan menyelamatkan kekayaan negara yang dinilai salah urus. Tampak Amien Rais, Abdurahman Wahid, dan Hidayat Nur Wahid, dalam pertemuan itu.

Baca lebih lanjut

USAID Buat Draft UU MIGAS 2000: Indonesia Dijajah AS?


Berikut adalah dokumen USAID (United States Agency for International Development, Lembaga Pemerintah AS) tentang “Penguatan Pengaturan Bidang Energi” di Indonesia yang menunjukkan campur tangan pemerintah AS mengenai sektor energi Indonesia.

Sekitar 90% migas Indonesia “dikelola” oleh perusahaan Multi National Companye (MNC) seperti Exxon Mobil, Chevron, Halliburtons, Unocal, yang mayoritas berasal dari AS. Dari “kerjasama tersebut” MNC dari AS mendapat keuntungan yang sangat besar melebihi dari kontrak bisnis yang wajar. Sebagai contoh jika ongkos pompa minyak (tidak termasuk pengilangan dan distribusi ke SPBU) yang wajar hanya sekitar US$ 4/barrel (Rp 231/liter), maka MNC mengeruk keuntungan hingga US$ 50/barrel atau lebih dari 12 kali lipat. Jika dikalikan dengan 365 juta barrel/tahun maka keuntungan lebih MNC tersebut adalah Rp 154,5 trilyun.

Baca lebih lanjut

Download Revisi File Presentasi “Tak Ada Subsidi BBM” dan Penjajahan Kompeni


Secara matematis memang dengan jumlah konsumsi minyak 1,2 juta bph (barrel/hari), produksi 1 juta bph, dan impor 0,2 juta bph dengan biaya produksi US$ 15/barrel, harga jual US$ 77/barrel dan harga minyak Internasional US$ 125/barrel Indonesia harusnya untung US$ 49,4 juta per hari atau Rp 165,8 Trilyun/tahun(1 barrel=159 liter dan 1 US$ = Rp 9.200). Anda juga bisa menghitung sendiri dengan spreadsheet/kalkulator anda.

Tapi pernyataan rugi pemerintah bisa jadi satu kebenaran/bukan kebohongan karena “Cost Recovery” tahun 2008 untuk produksi sekitar 1 juta bph besarnya menurut LMND Rp 74 trilyun ditambah bagi hasil 15%. Deputi Operasi Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) Dodi Hidayat mengungkapkan bahwa bagi hasil berikut cost recovery bisa mencapai 60:40.

Baca lebih lanjut

Download File Presentasi Solusi Hemat BBM, Listrik, dan Energi Terbarui


Harga BBM kian meroket dari US$ 20/barrel di tahun 2002 menjadi US$ 138/barrel di tahun 2008. Bahkan seorang “Pelaku Pasar” memperkirakan akan naik hingga US$ 200/lebih. Artinya harga bensin bisa naik hingga Rp 12.500/liter lebih.

Jika anda naik mobil dengan rasio 1:10, maka untuk setiap km anda harus mengeluarkan uang Rp 1.250 untuk BBM. Padahal dengan Mobil listrik anda hanya mengeluarkan kurang dari Rp 100/km. Bahkan jika anda pakai sepeda listrik, uang yang dikeluarkan cukup Rp 10/km padahal sepeda listrik ini bisa melaju hingga 40 km/jam. Anda bisa menghemat sampai 125 kali lipat.

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: