About these ads

Cara dan Solusi Mengatasi Kemacetan di Kota Jakarta

macet.jpg

Jakarta adalah kota yang super macet. Sebagai contoh dari Thamrin ke Otista yang jaraknya hanya sekitar 13 km perjalanan dengan kendaraan mobil bisa mencapai 2 jam lebih. Bahkan kalau hujan bisa 3 jam lebih. Kalau anda bekerja di Jakarta dan rumah jauh di pinggiran, anda bisa menghabiskan waktu 3-5 jam lebih di jalan.

Beberapa alternatif mengatasi macet di Jakarta:

1. Waktu Lampu Merah sebaiknya 90-120 menit.

Waktu lampu hijau yang begitu cepat. Sering baru 4-5 mobil yang berjalan lampu sudah kembali merah. Padahal antrian bisa mencapai 1 km atau sekitar 200 mobil. Untuk hal ini mungkin solusinya adalah memperpanjang waktu lampu hijau di tiap tempat jadi 1,5 atau 2 menit. Contoh kemacetan ini adalah di lampu merah pertigaan jalan Otista III dengan Otista Raya.

2. Mendenda Angkutan yang Ngetem

Banyaknya kendaraan angkutan (terutama mikrolet dan metromini) yang berhenti menunggu penumpang. Nah ini perlu kesiagaan polantas untuk mengatur mereka. Contohnya adalah di dekat terminal Kampung Melayu

3. Mengatur Pedagang Kaki Lima agar tidak luber ke jalan

Pedagang kaki lima yang meluber ke jalan. Nah ini perlu ditertibkan

4. Antrian Pembayaran Jalan Tol sebaiknya di Pintu Keluar

Pintu masuk jalan Tol. Antrian kendaraan untuk membayar jalan tol sering membuat macet karena bisa memanjang sampai lebih dari 1 km. Contohnya di pintu masuk Tol Tebet Barat 2 yang membuat macet sampai ke jalan layang ke arah Mampang. Sementara pintu tol Semanggi juga menimbulkan kemacetan yang sama parahnya. Harusnya pada jam macet jalan tol digratiskan saja sehingga tidak ada antrian bayaran yang membuat macet.

Bisa juga pembayaran bukan di pintu masuk. Tapi di pintu keluar tol seperti di Tol Jagorawi. Sehingga antrian pembayaran tidak memacetkan pengguna jalan lainnya karena masih berada di jalan tol.

5. Bangun rel Kereta Api di Jalur Terkanan (Cepat) Jalan Tol

Jika memang bisa, sebaiknya 1 jalur terkanan (jalur cepat) di jalan tol dibangun rel Kereta Api. Karena jalur terkanan biasanya bebas hambatan/steril, maka KA bisa melintas setiap 5 menit.

Bayangkan jika 1 rangkaian 8 gerbong bisa membawa 1000 penumpang, jika 12 jam, maka bisa 144 ribu penumpang yang dibawa untuk 1 jurusan. Misalnya dari Tol Kebon Jeruk hingga Cawang. Bahkan jika lewat tol Jagorawi, bisa menembus hingga Bogor. KA juga bisa menembus jalan tol Cikampek sehingga bisa melintasi Bekasi, Cikarang, dan Purwakarta.

Cuma harus dikaji lebih jauh apa ini mungkin.

6. Adakan Kembali Bis-bis Besar yang Dihapus Saat Pengadaan Busway
Saat Busway diadakan, beberapa trayek bis besar dihapuskan. Contohnya ada 11 Bis jurusan KP Melayu-Blok M yang tidak beroperasi sejak tahun 2009. Padahal jika 1 bis mengangkut 1.000 orang/hari, maka 11 bis tsb bisa mengangkut 11.000 orang/hari. Hanya dengan 11 Bis, bisa mengurangi sekitar 3000 kendaraan pribadi. Jadi harusnya Bis-bis besar yang ada jangan dihapus. Ini agar Busway tidak terlampau penuh sehingga pengemudi mobil pribadi tertarik untuk naik angkutan umum.
7. Adakan Rumah Susun Sewa Murah di Pusat-pusat Perkantoran

Bangun rumah susun ataupun apartemen murah SEWA di dekat pusat-pusat perkantoran seperti di kawasan Jalan Sudirman, Jalan Thamrin, dan Kuningan. Dengan keberadaan hunian murah tersebut, karyawan bisa berjalan kaki atau naik bus ke tempat kerja di dekatnya jika jaraknya cuma 300 meter atau kurang. Ini mengatasi macet dan menghemat BBM.

8. Perlebar Titik-titik Macet di Jakarta dan Beri Jalan Layang/Terowongan

Pada titik macet seperti perempatan Pancoran dan Kuningan, harus diperlebar 1 jalur sepanjang 500 meter. Kemudian beri jalan layang minimal 2 jalur sehingga untuk yang lurus terhindar dari kemacetan lampu merah. Tahun 2008 kemacetan menyebabkan kerugian sebesar Rp 28 trilyun. Jadi biaya untuk mengurangi kemacetan lebih kecil dibanding dampaknya. Jalan layang ini tidak boleh terhambat oleh antrian pembayaran di pintu masuk jalan tol seperti di Pintu Tol Tebet II Pancoran yang distop polisi. Sehingga tak ada bedanya dengan jalan biasa. Jalan layang jika perlu diperpanjang sehingga melewati pintu masuk tol tsb.

 

9. Tambah Rangkaian Kereta Api

Tambah rangkaian KRL. Contohnya untuk KRL Jakarta-Bogor, bisa ditambah 5 rangkaian. Dengan 8 gerbong, maka sekali jalan bisa menampung 800 penumpang. Sehari total bisa 40 ribu penumpang. Apalagi jika 1 rangkaian bisa ditingkatkan jadi 10 gerbong. Tentu panjang peron juga harus ditambah.

10. Adakan Transportasi Air

Daya gunakan kanal yang ada (yang dalam dan lebar) sebagai angkutan air (Water Way). Jerman berhasil membuat angkutan umum dengan kanal-kanalnya (Elbe–Havel Canal 56 km dan Mittelland Canal 325 km) dengan panjang total 381 km dan lebar 60 meter yang menghubungkan bukan cuma Jerman, tapi Perancis, Swis, Benelux, dan laut Baltik. Jakarta kalau sekedar 30 km saja harusnya bisa.

Banjir Kanal Barat dan Banjir Kanal Timur harusnya bisa didayagunakan untuk angkutan air. Jembatan-jembatan harus dipertinggi agar perahu bisa lewat.

11. Gunakan Mass Rapid Transportation (MRT)

Mass Rapid Transportation (MRT) mungkin 5-10 tahun baru jadi. Tapi harus direncanakan dari sekarang. Bagaimana dibuat jalur kereta yang benar-benar bebas hambatan.

MRT tidak harus di bawah tanah atau di jalan layang. Di jalan biasa pun bisa seperti di rel KA yang ada atau pun di tengah jalan tol. Contohnya Trem di atas yang ada di kota Rotterdam. Yang penting jalurnya harus benar-benar bebas hambatan atau steril. Caranya dengan membuat jalan layang atau underpass di persimpangan.

BIaya subway pasti mahal karena perlu penerangan, AC/udara, dan listrik lainnya. Selain itu rentan banjir. Bahkan Subway New York saja sampai lumpuh berhar-hari akibat banjir setelah diterpa badai Sandy (CNN, NYT). Bayangkan apa yang terjadi dengan kota Jakarta yang memang langganan banjir.

Sudah saatnya pemerintah memeriksa titik-titik kemacetan dan memperlebar jalur di sana. Jika perlu melakukan penggusuran.

Pelebaran dan pendalaman kali Ciliwung dan kali-kali lainnya bisa membuat sungai yang ada di Jakarta sebagai jalan baru tanpa harus menggusur perumahan. Sekaligus juga mengurangi banjir karena daya tampung sungai jadi lebih besar. Solusi ini lebih murah daripada solusi monorail yang mencapai lebih dari 7 trilyun rupiah dan hanya mengcover daerah segitiga Sudirman, Gatot Subroto, dan Kuningan.

Satu ide lagi, tidak ada salahnya jika pagi jam 7-9 jalan tol dari Cawang-Semanggi dijadikan satu arah hanya ke arah Semanggi saja. Karena pada pagi hari yang ke arah Semanggi begitu padat dan macet sementara arah sebaliknya sangat lengang. Tidak pakai jalan tol juga lancar. Sebaliknya ketika jam pulang kantor, jam 5-7 sore jalan tol dibuat 1 arah hanya ke arah Cawang. Dengan cara ini minimal kemacetan di jalan Gatot Subroto, Mampang, dan Sudirman bisa dikurangi.

Alternatif yang lebih ekstrim adalah memindahkan ibukota dari Jakarta. Konon presiden Soeharto ingin memindahkan ibukota ke Jonggol sehingga pengusaha real estate Ciputra terlebih dulu sudah membuat perumahan di dekat Jonggol. Namun karena lengser rencana itu tidak terlaksana. Lebih baik lagi jika ibukota di pindah ke daerah yang kurang penduduknya seperti di Kalimantan sehingga penduduk pulau Jawa yang sangat padat bisa tersedot sebagian ke sana.

Silahkan baca ini:
http://infoindonesia.wordpress.com/2008/02/18/memindahkan-ibukota-dari-jakarta/

Lebih dari 80% uang yang ada beredar di Jakarta. Tak heran jika Jakarta terus bertambah padat bahkan saat ini jumlah penduduknya yang 8,7 juta jiwa (data tahun 2004) mengalahkan jumlah penduduk kota New York (8,1 juta). Ini karena Jakarta memonopoli semua kegiatan baik politik, ekonomi, budaya, dan sebagainya.

Amerika Serikat meski terjadi kemacetan namun berhasil mendistribusikan penduduknya sehingga tidak menumpuk di ibukota. Washington DC yang merupakan ibukota hanya menempati urutan ke 27 kota terpadat dengan jumlah penduduk sekitar 550 ribu jiwa. Sementara New York yang merupakan pusat bisnis di urutan pertama dengan 8,1 juta jiwa dan Los Angeles yang merupakan pusat hiburan di urutan ke 2 dengan jumlah penduduk 3,8 juta jiwa.

Referensi:

Jokowi berpendapat bahwa seharusnya ada rumah susun ataupun apartemen murah yang dibangun di dekat pusat-pusat perkantoran seperti di kawasan Jalan Sudirman, Jalan Thamrin, dan Kuningan. Dengan keberadaan hunian murah tersebut, karyawan bisa berjalan kaki atau naik bus ke tempat kerja di dekatnya jika jaraknya cuma 300 meter atau kurang.
http://pilkada.kompas.com/berita/read/2012/09/16/22040728/Solusi.Jokowi.untuk.Atasi.Problem.Transportasi?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Ktswp

“Saat ini satu set kereta rel listrik (KRL) menjalankan 8 unit kereta, sehingga jika akan dijalankan menjadi 10 unit kereta dalam satu rangkaian maka harus di lakukan perpanjangan peron,” jelas  Mateta Rijalulhaq, Kahumas Daop I PT KAI  hari ini (Kamis 20/9/2012).

http://m.bisnis.com/articles/krl-commuter-operasikan-krl-10-gerbong-kai-perpanjang-peron-27-stasiun

Subway bawah tanah pasti mahal karena perlu lampu, AC/udara, listrik, dsb. Belum lagi banjir. Subway New York saja setelah badai Sandy kemarin kebanjiran. Bayangkan dgn Jakarta yg memang langganan banjir: Subway New York saja lumpuh akibat banjir karena badai Sandy kemarin. Padahal di Jakarta Banjir adalah bencana rutin… Flooded Tunnels May Keep City’s Subway Network Closed for Several Days

http://www.nytimes.com/2012/10/31/nyregion/subways-may-be-shut-for-several-days-after-hurricane-sandy.html?_r=0 dan

http://online.wsj.com/article/SB10001424052970204840504578087113950736132.html

About these ads

46 Tanggapan

  1. menurut saya, kemacetan terutama disebabkan oleh kendaraan roda 4 pribadi. mengapa demikian:
    1. kendaraan roda 4 mengambil sebagian besar porsi ruang yang disediakan jalan.
    2. pertambahan jumlah kendaraan beroda 4 sangat luarbiasa dalam 5-10 tahun terakhir dan tidak ada upaya mengurangi, membatasi atau meregulasi pemilikan dan penggunaan kendaraan roda 4. akibatnya, jumlah endaraan ini membludak di jalanan besar maupun gang, parkir seenaknya, dan memenuhi jalan untuk pengguna jalan lainya (pengendara sepeda motor dan penumpang angkutan umum)
    3. jenis alat transportasi ini sangat tidak efisien. terlalu sering saya jumpai kendaraan roda 4 hanya berpenumpang 1 orang. dimana nurani mereka? ketika setiap orang berjuang mengejar jam kantor dengan berpeluh, panas, dan terkena polusi, para pengendara mobil menghabiskan ruang jalannya di dalam mobil ber-AC sendirian???

    jadi mana yang mestinya digusur/dibatasi?

    salam pahit

    • Solusi pemecahan atas macetnya Jakarta:
      1) Realisasi proyek yang sudah direncanakan bang yos ( 4 moda transportasi) dengan melakukan akselerasi secara ekstrim.
      2) Polisi lalu lintas wajib mensterilkan jalur busway dan dilarang melakukan kompromi.
      3) Tarik pungutan bagi setiap mobil dengan harga tinggi misal 100 ribu sekali masuk, dan gunakan uangnya untuk mensubsidi pengguna transport umum.
      4) Tidak ada parkir dibadan jalan ( tanpa kompromi)
      5) Jika masih berpikir tentang biaya proyek, pikir kerugian yang diderita rakyat Jakarta selama ini dan akan datang ( berapa trilyun lagi yang akan dibuang sia-sia).
      5) Jika dalam satu tahun kedepan bang foke tidak mampu mengurai kemacetan wajib menyerahkan wewenangnya sebagai gubernur kepada ahlinya.

      • solusinya yang tepat kurangi dan baTasi kendaraan roda 2 dan roda 4, sudah over load…….. kalau bisa produksinYa di kurangi aTau di eksporT…………..

    • Sertuju mas Bro. Ayo bangkitkan gerakan anti MBK (Mobil Bangku Kosong)

  2. betul -seharusnya ada peraturan mengenai kepemilikan kendaraan pribadi.
    dan industri otomotif mungkin perlu diawasi, jgn sampai negara kita terus menjadi lahan sebagai pangsa pasar kendaraan bermesin tanpa aturan yg seimbang.

    tidak usah dulu melakukan pemindahan ibukota, tapi sama-ratakan peredaran uang/pembangunan sehingga tidak melulu di jakarta.

    sebenarnya sudah banyak ide dan solusi yg diajukan oleh byk org cerdas untuk negara ini, namun semua kembali kpd penguasa.

    • pindah ibukotTa, para insinYur iTu di pemerinTahan dan pejabaT jangan cuma bengong saja..
      pikir dong mau dibawa kemana ini ibukoTa jakarTa…

    • Bener banget gan, w tau banyak orang punya ide briliant di indonesia, tapi siapa yg mau dengar mereka, dimana kita bersuara, kalo jadi artis kayaknya paling gampang dah kita blang apa aja di denger seantero negeri.

      • Gini aja Sekarang kita jangan mengharapkan pemerinTah
        Kita bisa koq Berdiri sendiri
        Karena saya Rasa pemerintah hanya bisa Ngomong Ngomong besar dan Iming Iming doang,Kita Harus Mandiri cara nya dengan ;
        – Lancar Membayar Pajak
        – TerTib
        Dan Lain-Lain
        Agar pemerintah maLu Rakyat nya aja Bisa Mandiri dan berpikir Rkyat nya aja Bisa Berpikir Maju ,,, Masa Kita Sebagai PemerinTah Enggak Bisaaa,, BUAT MALU PEMERINTAH DENGAN KEJAHATAN NYA . .

  3. pembuatan jalan layang ataupun pelebaran jalan, ataupun apapun yg sejenis bukanlah solusi terbaik, hal itu justru hanya akan menambah kendaraan bermesin.

    jika jalan layang/pelebaran jalan tidak lagi memberikan solusi, maka akan dibangun lagi jalan layang/pelebaran jalan kedua, dan kendaraan bertambah, lalu dibangun lagi jalan layang/pelebaran jalan ketiga dan kendaraan bertambah …dst. mau sampai kapan?

    tapi aturan mengenai kendaraan bermesin itulah menurut saya paling baik, seperti aturan kepemilikan, tegaskan kembali umur brp yg sudah boleh memiliki/mengendarai kendaraan. dll.

  4. Masalahnya penduduk Jakarta terus bertambah. Tahun 1975 jumlahnya hanya 3,5 juta jiwa. Tapi tahun 2008 ini sekitar 10 juta jiwa, sementara total penduduk Jabodetabek 23 juta jiwa. Jika jumlah kendaraan tidak ditambah, maka jutaan orang harus jalan kaki. Ada pun angkutan umum sudah berjubel sampai ke pintu. Coba lihat foto di situs ini di mana penumpang kereta api bukan cuma luber ke luar pintu, tapi juga hingga atap kereta.

    Sebaliknya jika jalan tidak ditambah, kemacetan akan semakin menjadi-jadi.

    Dan memang di seluruh dunia umumnya uang, kegiatan ekonomi, pembangunan, dsb itu mengikuti ibu kota yang merupakan pusat pemerintahan. Di situlah APBN yang besarnya sekarang sekitar rp 800 trilyun dibuat dan dikeluarkan. Oleh karena itu “Semut-semut” pada mengerumuni. Urbanisasi terjadi.

    Pemindahan ibukota adalah solusi umum yang dilakukan banyak negara termasuk negara maju. Sebagai contoh, Amerika Serikat pernah memindahkan ibukota mereka dari New York ke Washington DC, Jepang dari Kyoto ke Tokyo, Australia dari Sidney ke Canberra, Jerman dari Bonn ke Berlin, sementara Brazil memindahkan ibukotanya dari Rio de Janeiro ke Brasilia.

    Korsel dan Jepang sekarang juga tengah memindahkan ibukota mereka.

  5. Memang harus ada kebijakan yang langsung membatasi jumlah kendraan yang lalu lalang tiap hari tentu dinas pehubungan punya data berapa jumlah yang seharusnya aset jalan yg ada
    :untuk pemecahannya : 1. terapkan saja hari ini no Polisi Ganjil lusa Genap kan kurang separohnya dan hemat BBM ndak ada lg mobil
    menghabiskan BBM untuk antrian dan Ac

  6. coba cek web ini http://www.jakartacityview.com mungkin akan berguna walaupun tidak merupakan solusi kemacetan tapi minimal membantu bagi para pengguna jalan

  7. Solusi harusnya sih menyeluruh.
    Pertambahan penduduk harus dihentikan/minimal dikurangi.
    Pembangunan gedung2 tinggi lebih dari 10 lantai harus dibatasi karena berarti mengundang lebih banyak mobil.

    Kemudian sebelum diterapkan aturan nomor polisi ganjil dan genap bergantian, jumlah kendaraan umum, terutama untuk jalur yang padat, harus ditambah dulu.

    Saat ini angkutan umum seperti Bis 107, 921, 213, 502 pada jam sibuk begitu padat. Penumpang berjubel hingga ke pintu. Apalagi jika ditambah dengan 1 juta pengendara mobil pribadi nopol ganjil/genap. Para penumpang bisa tersiksa karena berdesakan seperti sarden. Silahkan perhatikan terminal Kampung Melayu atau Blok M pada jam 7-8 pagi.

    Lihat foto di:

    http://infoindonesia.wordpress.com/category/transportasi

    Bagaimana penumpang berdesakan hingga ke pintu bahkan atap.

    Minimal jumlah angkutan umum ditambah sehingga tidak ada lagi yang berdiri. Jadi begitu aturan diberlakukan, maka tambahan 1 juga pengendara mobil pribadi ini bisa berdiri.

  8. Kalau menurut saya, lebih baik dilakukan pembatasan kepemilikan kendaraan pribadi, yaitu dengan menggunakan pajak yang berkali-kali lipat lebih tinggi untuk kepemilikan kendaraan kedua dan seterusnya. Agar tidak terdapat penyelewengan/manipulasi, sebaiknya pemilik BPKB haruslah orang yang sudah memiliki NPWP. Kemudian membuat sarana transportasi massal lewat bawah tanah (subway) dengan menggunakan KRL (Kereta Listrik) yang kemudian terintegrasi dengan busway, selain menghemat konsumsi BBM, bebas polusi, nyaman, efisien serta efektif.

    • Saya setuju.. dengan pendapat anda hanya sedikit tambahan saja… Indonesia harusnya bisa meniru negara2 tetangga kita contohnya singapura yang membatasi masa pakai mobil.. Di jakarta jumlah mobil baru dan lama begitu banyak, Seharus di kota jakarta ini masa pakai mobil hanya berlaku 10 tahun yaitu 2 kali perpanjangan STNK.. dan mobil-mobil yang telah habis masa pakai nya bisa di jual dengan dimutasikan dengan biaya ringan ke daerah-daerah di indonesia yang masih lengang. terima kasih,, semoga bapak wakil rakyat di gedung DPR mendengar pendapat saya ini…

    • Sebaiknya yang dibatasi bukan kepemilikannya, kasian pabrik mobil dong. Lebih tepatnya batasi penggunaanya. Misal diterapkan 3 in 1 di semua jalan protokol di Jakarta.

      • Knp hrs dipikirkan. Psbrik berbuat apa thd kemacetan ini
        Pabrik hrs membantu pemerintah dalam infrastruktur kalau mau tetap produksi.klu tidak pemerintah jg kebingungan mengatasi pabrik yg meenikmati jualan saja dan efek ya macet. Klu tdk mau ya STOP produkzi

  9. Masalah transportasi memang sangat krusial saat ini. Macet di mana-mana. Bahkan dari Grogol ke Sudirman saja bisa 2 jam, setara dengan jakarta bandung. Untuk menaggulangi hal tersebut Pemda DKI membuat konsep MRT. Menurut saya jakarta akan menjadi kota yang luar biasa nantinya bila busway, monorail, dan subway beroperasi. Kota jakarta akan menuju megapolitan. Tapi megapolitan tanpa perancangan yg tepat juga akan mengkibatkan megabur (megapolitan babak belur). Untuk itulah ada regulasi tentang mobil genap-ganjil yang akan mengatasi kemacetan itu.

    Menurut saya regulasi dan MRT belumlah cukup untuk mengatasi kemacetan. Kemacetan di jakarta sendiri muncul karena banyak orang yang tinggal di suburban spt tangerang, bekasi, depok, bogor yg mengais rezeki di jakarta. Menurut saya untuk mengurangi resiko kemacetan karena masalah di atas adalah pembangunan rumah atau apartemen yang murah di tengah kota. Sehingga orang-orang yang tinggal di suburban tersebut mau tinggal di tengah kota dan tidak memerlukan mobil untuk pergi ke kantor atau sekolah. Cukup dengan MRT dan sepeda.

    Dengan adanya kebijakan untuk tinggal di tengah kota dengan harga yg murah itu menurut saya banyak masalah yang terselesaikan spt macet dan polusi yang menjadi primadona masalah jakarta.

  10. Kalau Subway sebaiknya dihapuskan. Jakarta kota Banjir. Bahkan pusat kota seperti Thamrin dan Sudirman pun kena banjir.

    Jangankan menjaga jalur Subway yang puluhan KM dari banjir, menjaga Terowongan di Dukuh Atas-Sudirman dan Terowongan Cawang yang panjangnya cuma 100 meter saja pemerintah tidak sanggup. Terowongan tersebut terendam air.

    Bayangkan jika Subway terendam air banjir berikut para penumpang keretanya? Bisa jadi satu film tragedi yang menyedihkan. Sebaiknya jalan ada di atas tanah.

  11. Iya..sih, komentar nizaminz boleh benar juga.:)) ga henti senyam senyum..habis lucu dan betul sih?
    Trus ada komentar diatas, yg bilang, rakyat indo byk kok yg cerdas, pintar dan bahkan super genius.
    Aku juga dulu sering banget kejebak macet, and honestly, mini van ku termasuk besar dr segi ukuran, tp kecil mesin, but tetap saja makan ruang.
    Nah..kadan aku sendiri juga harus bawa mobil, walau sdrian di dalam mobil. so other people might be the same. Kita tidak bisa bilang spy mrk ga bawa mobil dong.
    Saya sring berpikir, kok pengelola toll, pemerintah bisa iya..tidak memikirkan, brp byak gas yg terbakar dengan sia2 dr antara jam 6 sampe 10 pagi dan dr 5 sore mpe jam 9..kadang diang hari juga sangat macet, hanya krn satu kecelakaan kecil.
    Satu lagi penambah macet yg sering aku temukan, petugas bayar ato pemberi tiket, akan melambat klo mrk tau ada macet. Dan mrk dgn anteng aja trima uang..walaupun, jalan bebas hambatan “sangat terhambat 100%!”
    SUsah sih untuk mengatasi masalah kemacetan krn memang in and outnya kendaraan ga seimbang.
    Tapi untuk harga Toll bisa dikurangi kali, krn uang yg mrk buat setiap hari, tak terhitung kali, klo emang mo tetap mahal, cepatlah berinvestasi tuk pembuatan toll baru.

    Kita butuh monorail, yg nempel di toll. Sudah ada sih studi kelayakan untuk itu..cuma ga ada dana katanya.

  12. bener…pemilik kendaraan pribadi sudah terll banyak. di jakarta itu terhimpun tidak hanya massa jakarta, tapi daerah peripheri juga (bogor, tangerang, bekasi, depok). jadi solusi benernya….jalan kaki aja semua. ga usah bawa kendaraan pribadi…atau pemerintahnya tegas membuat program pengurangan kendaraan pribadi. (tapi pemerintahnya jg ga mau jalan kaki ya)

  13. gambarnya di jl s parman dpan kampus untar 1 tuh.. wkwkwk.. tiap hari lwat sana.. @.@

  14. salam;
    saya meminjam foto “macet” anda di blog saya

    ke

    http://cooneeng-orangkita.blogspot.com/2009/06/ide-daeah-segitiga-emas-jakarta.html

    terimakasih

    sekalian saya buat Ide tentang mengatasi macet, terutama di segitiga emas jakarta

  15. jangan mau dibohongi pemerintah.

    masalah jakarta:
    1. lahan untuk jalan sangat minimum
    di kota besar negara lain, lahan untuk jalan minimal 10%, banyak yg mendekati 20% lahan kota. di Jakarta, konon hanya 5% (hal yg sama berlaku bagi ruang hijau/taman/serapan air).
    2. transportasi publik.
    di kota besar negara lain: bus banyak, MRT (kereta ) ada, monorail juga ada. di Jakarta??? tahu sendiri kan.
    3. saluran air. banjir di jkt karena saluran air minim. di Kuala Lumpur, sering juga pas ujan ada genangan air. tapi dalam hitungan menit bisa abis tersalur melalui saluran pembuangan yg bagus.
    4. konsentrasi pembangunan.
    di Indonesia, yg dibangun Jakarta/Jawa terus, wajar Jakarta/Jawa jadi sumpek dan banyak masalah. secara siklus, konsentrasi pembangunan akan merusak wilayah tsb (Jakarta/Jawa). kemudian setelah daerah konsentrasi pembangunan rusak parah, daerah lain muncul dan maju. itu siklus evolusi kota yg sangat wajar. lihat aja Bintaro & Serpong yg skrg lebih menarik sbg daerah urban.

    kesimpulan:
    banyak orang dibohongi oleh pemerintah untuk membenci yg punya mobil. kemana uang pajak dari mobil yg dipungut oleh pemerintah? dikorupsi ramai2 kan. jadi masalah utama krn pemerintah korups dan brengsek. celakanya penduduk Indonesia umumnya bodoh dan mudah dibohongi.

    jangan mau diadu domba krn pemerintah gagal.

  16. tambahan info:

    Jakarta hanya memiliki jalan seluas 6,2 persen, dari luas ibukota 650 kilometer persegi. Idealnya luas jalan di Jakarta 10-14 persen.
    (sumber :
    http://sorot.vivanews.com/news/read/68289-macet_jakarta_salah_siapa )

    jakarta, Kompas – Ruang terbuka hijau di Jakarta terus tergerus akibat alih fungsi sepihak tanpa izin, antara lain diserobot untuk lahan parkir, pedagang kaki lima, dan stasiun pengisian bahan bakar. Di Jakarta Pusat, misalnya, saat ini baru tersedia 7,8 persen dari luas wilayah. Padahal, targetnya adalah 30 persen.
    (Sumber: http://jakartabanjir.wordpress.com/2007/06/23/rth-terus-beralih-fungsi-target-30-persen-sulit-dicapai/ )

  17. Kalau menambah jalan misalnya 5% dari luas Jakarta yang 650 km2, berarti harus membebaskan tanah 32,5 juta km2. Jika harga tanah/m2 Rp 2 juta, maka pemerintah harus menyediakan Rp 65 trilyun hanya untuk pembebasan tanah. Belum pembuatan jalan.

    Pemerintah kita karena kekayaan alam 90% dikelola oleh asing, nyaris tidak punya cukup uang. APBN kita yang Rp 1.037 trilyun saja kalah jauh dengan Anggaran militer AS yang US$ 655 milyar (Rp 6.600 trilyun/tahun). Agar makmur dan punya cukup dana untuk membangun kota, Indonesia harus mandiri menggunakan BUMN untuk mengelola kekayaan alam seperti Arab Saudi, Norwegia, Kuwait, Qatar, Iran, Venezuela, dsb.

    Selain itu, agar gelombang Urbanisasi ke Jabodetabek bisa dihentikan, ibukota Jakarta harus di pindah. Jika tidak Jakarta terus membengkak jumlah penduduknya.

    Jika Jakarta sudah bukan ibukota pemerintah (tetap ibukota bisnis), maka kedudukan Jakarta sama dengan Medan, Bandung, Semarang, Surabaya, dan kota2 lainnya. Sehingga perkembangan kota di Indonesia jadi lebih merata. Tidak tertumpu di Jakarta.

    Tapi untuk waktu singkat memang pembebasan lahan di titik2 Macet seperti di perempatan Pancoran, Kuningan, dan sebagainya HARUS dilakukan.

  18. ikut nimbrung, beberapa saran saya:

    1. adanya pembatasan kendaraan bermotor roda 4, caranya dengan menggolongkan kendaraan roda 4 kedalam 2 warna loh? Apapun warna mobil yang ada diwajibkan memilih warna hitam atau putih sebagai warna variasi dibagian kap mesin sampai bagian kap bagasi, setelah itu buat jadwal warna variasi putih hanya untuk senin dan selasa warna hitam untuk rabu dan kamis jumat sampai minggu normal.
    2. naikkan pajak kendaraan bermotor roda 4 hingga 300% untu kendaraan yang ingin digunakan tanpa menggunakan variasi warna.
    3.efektifkan bis antar jemput untuk kalangan pegawai pemerintan,tni, polri

    metodal warna ini patut dicoba karena murah, jika diterapkan dapat mengurangi penggunaan kendaraan roda 4 hingga 50% yang artinya dapat mengurangi kerugian akibat pemakain bahan bakar yang terbuang sia sia, metoda ini juga mudah dilihat oleh petugas maupun masyarakat dan jalur yang digunakan adalah jalur jalan utama di DKI sampai perbatasannya.

    masih banyak ide yang ada dikepala saya tapi cukup dulu sampai disini, semoga saran ini dapat bermanfaat untuk kita semua.

  19. Bagaimana kalau mengurangi ( mengatasi masih sulit ) kemacetan dengan cara yang sangat extrem ???
    A. Hilangkan angkutan umum secara total dari jakarta, kenapa? karena semua saya bilang semua sopir angkutan tidak punya kecerdasan yang memadai untuk memahami arti kemacetan itu sendiri di tambah juga tidak punya nurani, sebagai contoh

    1.sopir angkot menaik-turunkan penumpang sekehendak hatinya sendiri mau di pinggir jalan atau di tengah jalan mereka tidak peduli.

    2. Menunggu penumpang di sembarang tempat, tidak mikir di belakang dia mobil antri berpuluh meter.

    3. kalau ada jalan 3 lajur mereka pakai 2 lajur, 1 lajur untuk ngetem ( cari penumpang ) 1 lajur lagi buat menaik-turunkan penumpang demikian seterusnya.

    B. Para pedagang kaki lima yang memakan badan jalan juga penyebab kemacetan

    C. Tidak efektifnya pemakaian mobil mobil berbadan besar padahal yang memakai hanya 1 orang saja.
    misal mobil Pajero, Nisan Xtrail, Alphard, dsb

    D. Penggunaan gerbang tol masih manual, ini termasuk penyebab kemacetan juga. Kalau di buat otomatis sehingga tidak diperlukan transaksi secara tunai mngkin lebih baik. misal di negara Malaysia atau singapura

    Solusi :

    1. Jauh sebelum tindakan di atas di ambil pemerintah harus menyiapkan solusinya terlebih dulu.

    Ambil alih semua urusan transportasi oleh pemerintah atau pihak swasta yang ditunjuk dengan sopir sopir yang sudah dipilih secara ketat ( harus orang cerdas bukan orang tolol yang terjadi sekarang ini) dengan demikian sopir sopir ini juga berpikir untuk mengurangi kemacetan

    2. tidak ada kompromi pelanggar lalu lintas harus di hukum kalau perlu pencabutan SIM peermanen

    3. Penertiban pedagang kaki lima ini harus dilakukan dengan tangan besi dan tanpa kompromi

    4. Gerbang Tol harus otomatis, biarlah PHK besar besaran untuk penjaga tol, ini tugas pemerintah untuk menyalurkan mereka mendapat pekerjaan baru

    Ini memang benar benar extrem, mungkin atau tepatnya pasti saya juga bakal menerima imbas dari kebijakan kejam ini tapi setidaknya usaha untuk mengurangi kemacetan sudah di lakukan

    • kerete dibuat dibawah tanah, sungai di maximalkan pemanfaatannya, paling tidak supir angkot yg sudah tidak ngangkot bisa jadi supir BUS, ato angkutan air darat ato penjaga kebersihan sungai ato polisi sungai, pasar letaknya didalam, bukan dipinggir jalan seperti yg sering kita temui dimana-mana,

  20. maaf saya mau usul, sepertinya kurang banyak penjelasannya

  21. menurut saya solusi paling manjur mengatasi kemacetan di indonesia yang sangat sangat sangat parah ialah..:
    1.buat monorail
    2.tambah gerbong dan jalur kereta 100 gerbong kalo mau..hha
    3.perbanyak dan perbaharui angkutan umum.mobil angkutan umumnya harus yang canggih donk ah..!
    4.kurangi kendaraan pribadi..!
    5.beri harga tinggi klo ada yg mau parkir…!jangan tanggung2 100rb/mobil
    6.budayakan hidup sehat dengan berjalan kaki…
    go green..!
    dijamin mantap..

    salam solidarity

  22. betul betul betul.

  23. demi apapun macet bikin gue puyeng!!please kalo bisa kaya di saingapore deh,mobil yg lebih dr 5 / 6 tahun gaboleh dipake lagi.soalnya di jakarta mobil udah banayk kluaran baru.apalagi motor!!haduuuh bejibun!kurangin juga tuh motor

  24. seeep

  25. solusi tepat & murah :
    -PNS, Pemda, TNI & Departmen dan sejenisnya hadir dikantor
    7.00 tepat.
    -Pelajar, mahasiswa, guru, dosen & rombongannya 8.00
    -swasta dan sektor informal lainnya 9.00.
    dijamin kemacetan berkurang hingga 50% pada jam sibuk (Pagi & sore)
    intinya harus ada pemisahan waktu. karena pagi hari semua warga DKI keluar rumah secara berbarengan memenuhi ruas jalan DKI.

  26. menurut saya, tingkatkan saja pajak kendaraan bermotor di Indonesia. jadi memang orang” tajir aja yang punya kendaraan bermotor.
    orang” yang tingkat ekonominya menengah kebawah ya pakai transportasi umum, bis, busway, kereta api dll. selain mengurangi kemacetan, bisa ngurangin polusi, hemat BBM pula.
    ini,, beli motor udah kayak beli kacang goreng dengan uang muka 3jtan motor udah parkir di depan rumah hmmm

  27. Saran saya dibuatkan gorong2 beton diatas untuk mengalirkan banjir ke laut dan diatas gorong2 dibuat jalan untuk motor lebar paling tidak 10M dan sebagai penutup (lebar cukup 5M) dibuat betonan untuk tanaman jagung dan sebaiknya semua jalur hijau dan DAS ditanami jagung untuk kebersihan udara, tanah bisa diambil dari sampah2, sementara plastik2 dan benda2 keras lainnya diprocess menjadi batu2 untuk timbunan. Kalau dana memadai dibuat daratan selebar 500M kearah laut menutupi Muara sebagai cadangan air tawar dan Tambak2 sementara daratan bisa digunakan untuk hutan kota dan pabrik2. Semikian sumbang saran.

  28. sangat komplek dan rumit masalah kemacetan di jakarta ini.

  29. Saya punya solusi agar kemacetan berkurang
    Yaitu setiap orang maksimal mempunyai mobil 3 motor 4 dan bila ingin membeli mobil/motor dealer atau penjual harus melaporkan pembeli kendaraan
    Klo melebihi jmlh maksimal maka pembeli tidak bisa membeli kendaraan tersebut

  30. Buat yg hanya bisa menyalah orang lain lebih baik jangan berkomentar, disini sedang mencari solusi bukan mencari pelaku. Buat mereka yg melakukan atau menyebabkan masalah ini terjadi biarkan saja kita doa kan saja semoga mereka cepet disadarkan. Menurut saya solusinya ya kesadaran dari masing-masing orang saja untuk masalah kemacetan ini dan berdoa menurut agamanya masing-masing semoga tidak berkepanjangan mancetnya

  31. SOLUSI YANG TERBAIK DAN JITU :

    1. STOP PEMBELIAN KREDIT … merubah kebijakan dgn menghapuskan lembaga2 keuangan yg memberikan kredit sehingga tidak membuat masyarakat kecederungan berbuat konsumtif yg tidak perlu, hanya menguntungkan rentenir dan negara pengekspor kendaraan, diperbolehkan kredit hanya untuk kendaraan massal,

    2. bikin se luas2nya angkutan massal yang mewah dan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat…

    3. dari semua itu dapat mengefisienkan BBM dan devisa

    dan jumlah kendaraan pribadi yg beredar akan menurun

  32. Sebenar nya gampang gampang susah untuk mengatasi kemacetan..kenapa pemerintah tidak mengadakan program “bersepeda ke kantor dibayar’ spt yg dilakukan oleh negara perancis..disana para pesepeda dibayar 4 ribu rupiah utk per km nya..kalau di Indonesia saran saya seribu rupiah per km nya..mudah2an dengan cara ini banyak orang yg mau bersepeda ke kantor sehingga masalah kemacetan bisa diatasi..dampak positif yg dihasilkan dari bersepeda juga bagus selain membuat kita sehat tentu juga polusi bisa dikurangi. Apabila program ini berhasil maka subsidi bbm yg membeludak tiap thnnya bisa dikurangi,dan subsidi untuk bbm ini bisa dialokasikan ke para pesepeda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 135 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: