Iklan

Jakarta Banjir, Ahok Curiga Disabotase


Jakarta Banjir

Jakarta Banjir, Ahok Curiga Disabotase
Ahok… Ahok… Kalau memang Jakarta banjir ya itulah kenyataan yang ada. Tidak perlu curiga pakai ada yang sabotase segala.
Apa mungkin Habib Rizieq dari FPI mensabotase Ahok dengan sholat istisqo minta hujan sehingga Jakarta diguyur hujan terus menerus dan banjir?
Ini kan karena kerja Jokowi Ahok kurang maksimal.
Sudetan Ciliwung yang melewati Jalan Otista 3 misalnya. Itu tidak ada manfaatnya. Gagal total. Cuma bikin macet.
Baca lebih lanjut

Iklan

Kenapa Kampung Pulo Selalu Banjir dan Paling Parah Banjirnya?


Kampung Pulo

Kenapa Kampung Pulo Selalu Banjir dan Paling Parah Banjirnya?

Ya jelas banjir. Lebar Kali Ciliwung di daerah Bidaracina (Gang Asem, Kebon Sayur, dsb) yang lebarnya mencapai 38 meter, saat di Kampung Pulo menyempit hingga tinggal 6 meter saja. Artinya, yang 32 meter lagi ke mana? Harusnya sungai itu makin ke hilir makin lebar.

Baca lebih lanjut

Pantas Katulampa Tak Bisa Cegah Banjir di Jakarta


Bendungan Katulampa yang Dangkal

Bendungan Katulampa yang Dangkal

Setiap musim hujan/musim banjir tiba, warga DKI Jakarta berharap-harap cemas menyaksikan perkembangan status tinggi air di Bendungan Katulampa. Jika mencapai batas siaga/bahaya, maka pintu air pun dibuka sehingga membuat Jakarta, khususnya di daerah aliran sungai Kali Ciliwung seperti di Kalibata, Cawang, Kampung Melayu, dsb jadi banjir.

Saya pikir Bendungan Katulampa itu begtu besar. Tapi ternyata kecil saja. Paling kurang dari 0,5 hektar. Kalau dihitung dengan sungai Ciliwung hingga ke jalan tol Jagorawi sekitar 450 meter panjangnya dengan lebar rata2 30 meter. Dan memang sebetulnya Bendungan Katulampa berfungsi untuk mengalirkan air sungai Ciliwung ke lahan persawahan seluas 5000 hektar di sepanjang kiri kanan bendungan. Karena persawahan habis, di Bogor tinggal kurang dari 100 hektar sementara di Jakarta tidak ada sama sekali, maka air tidak terserap dan jadi banjir.

Baca lebih lanjut

Penyebab dan Solusi Banjir di Jakarta


Ilustrasi Banjir dan Permukaan Tanah di Jakarta

Banjir yang melanda Jakarta umumnya disebabkan oleh banjir kiriman dari Bogor atau hujan lokal yang sangat deras dengan waktu lama antara 1-3 hari. Ada pun banjir karena pasang laut boleh dikata agak jarang dan hanya melanda kawasan tertentu di pesisir (Jakarta Utara seperti Rawa Buaya) jika ada tanggul yang jebol. Boleh di kata kawasan banjir Cawang, Kampung Melayu, bahkan jalan tol Cengkareng terlepas dari banjir pasang laut karena posisinya yang lebih tinggi dari permukaan laut.

Banjir karena pasang laut hanya bisa dihindari dengan pengadaan tanggul yang kuat dan menyeluruh tanpa celah sedikit pun bagi air laut masuk ke darat. Meliputi pesisir pantai dan juga pinggiran sungai yang posisinya masih di bawah permukaan laut.

Baca lebih lanjut

Banjir di Jakarta – Penyebab dan Solusinya


Banjir di Jalan Otista Raya Jakarta Timur tahun 2007

Berulangkali banjir melanda Jakarta. Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso berdalih itu karena 40% wilayah Jakarta berada di bawah permukaan laut. Artinya karena rendah, maka air laut masuk dan menggenangi wilayah tersebut.

Tapi dari Peta Banjir Jakarta yang dimuat di Tempo, hal itu tidak benar. Struktur tanah di Jakarta makin ke selatan (ke arah Bogor) permukaan tanah makin tinggi. Makin ke utara (ke arah laut) makin rendah. Buktinya dalam air kali Ciliwung mengalir ke laut (ke bawah). Harusnya wilayah Tanjung Priok yang berbatasan pantai yang terendam paling parah.

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: