Iklan

Cergam Penjajahan Gaya Baru / Neo Kolonialisme / Neo Imperialisme


penjajahan
Ini adalah Cergam (Cerita Bergambar) Penjajahan Gaya Baru. Bung Karno sering menyebutnya sebagai Neo Kolonialisme / Neo Imperialisme.
Zaman dulu, yang menjajah Indonesia adalah Kompeni. Perusahaan. Bukan negara. Yaitu: VOC: Verenigde Oost-Indische Compagnie.

Baca lebih lanjut

Iklan

Tanah Dibebaskan dari Rakyat Indonesia untuk Investor Asing?


Jokowi Pembebasan Lahan

Yang saya ngeri cuma masalah “PEMBEBASAN LAHAN”.
LAHAN/TANAH ini dibebaskan dari SIAPA? Dan “DIBEBASKAN” UNTUK SIAPA?
“DIBEBASKAN” dari Rakyat Indonesia yang dulu memang mayoritas hidup bertani/berkebun untuk mata pencariannya?
“DIBEBASKAN” untuk INVESTOR asing yang duduk mendengar presentasi Jokowi di forum internasional seperti APEC, G20 dsb?

Jika lahan sudah dibebaskan dari rakyat dengan bantuan senjata BRIMOB dan TNI, lalu rakyat Indonesia yang dulu memanfaatkan lahannya, lalu rakyat Indonesia kerja jadi apa? Makan apa keluarga mereka? Coba anda bayangkan.

Baca lebih lanjut

Foto2 Negara2 yang Ditangani Demokrasi Amerika Serikat


US Iraq

Foto2 Negara2 yang Ditangani Demokrasi Amerika Serikat

Foto di atas adalah foto Iraq sebelum dan sesudah diserang oleh Amerika Serikat (AS).

Negara2 di atas seperti Taliban Afghanistan, Qaddafi Libya, Saddam Iraq, Assad Suriah itu kan berani menentang AS dan tak mau menyerahkan kekayaannya. Makanya dihancurkan. Di Indonesia kan sudah ada boneka yang bersedia menyerahkan migas ke Chevron, Exxon, dsb serta emas ke Freeport, Newmont, dsb. Jadi aman… Kecuali jika boneka mereka dilenyapkan.

Baca lebih lanjut

Perusahaan Asing Bohong Soal Produksi Tambang


Masjidil Haram Sebelum Nasionalisasi

Asing bisa bohong soal produksi minyak.
Contoh Menkeu Agus Martowardoyo dapat laporan ekspor tambang Indonesia cuma 5 juta ton.
Dia baru tahu itu bohong saat memeriksa laporan impor negara lain. Negara tsb impor tambang tsb dari Indonesia sebesar 20 juta ton. 4 x lipat selisihnya!

Ini Alasan Pemerintah Beli Saham Newmont

Menkeu Agus Martowardojo juga menyatakan bahwa ada ilegal ekspor tambang. Penambang asing cuma mengaku mengekspor 5 juta ton hasil tambang. Sementara data impor tambang tersebut di luar negeri dari Indonesia mencapai 20 juta ton:

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/04/22/10264265/Ini.Alasan.Pemerintah.Beli.Saham.Newmont
Baca lebih lanjut

Nasionalisasi Perusahaan Minyak Asing!


Masjidil Haram Sebelum Nasionalisasi

Jika mau Indonesia makmur, solusinya adalah Nasionalisasi perusahaan minyak AS seperti Chevron, Exxon, Conoco, dsb. Bukan menaikkan harga BBM.
Arab Saudi meski jual minyaknya dgn harga Rp 2000/liter, tapi tetap untung dan makmur karena mereka menasionalisasi perusahaan minyak AS Aramco di tahun 1974. Peningkatan mereka naik besar2an sejak Nasionalisasi tsb.
2 foto terlampir adalah foto Masjidil Haram saat Arab Saudi masih dilanda kemiskinan, meski saat itu mereka sudah memproduksi minyak lewat perusahaan AS, Aramco. Dan foto Masjidil Haram saat Arab Saudi kaya setelah menasionalisasi Aramco.

Baca lebih lanjut

Lobi Nasionalis Pengusaha Nasionalis


Lobi Zionis

Di AS yang sesungguhnya berkuasa itu bukan Presiden. Tapi Lobi Zionis. Merekalah yang mendanai para politikus dan kampanye para presiden AS. Jadi siapa pun pemenangnya, tunduk pada kepentingan Lobi Zionis. Dengan menguasai The Fed (Bank Sentral AS – Mesin Pencetak Uang) dan juga hasil tambang seperti migas dan emas (termasuk tambang emas Freeport di Indonesia), Lobi Zionis ini memiliki dana berlimpah untuk membiayai Media Massa dan juga para intelektual / think tank yang akan mencuci-otak rakyat AS dan juga negara-negara lain seperti Indonesia.

Dengan Presiden AS itulah mereka menekan negara2 lain di seluruh dunia, termasuk Indonesia untuk menyerahkan kekayaan dan juga ekonomi Indonesia kepada pengusaha / MNC Zionis ini. Kita biasa mengenalnya dengan: “Investor Asing”.

Baca lebih lanjut

Beda Penjajahan Gaya Baru dengan Gaya Lama


Investor Asing

Penjajahan dulu dengan kapal2 perang
Sekarang cukup dengan “INVESTOR ASING” yang membawa kertas yang mereka cetak jadi uang Dollar dengan membawa Bulldozer2 guna mengeruk kekayaan alam negara2 berkembang…
Walhasil, cuma dgn Kertas Dollar, kekayaan alam kita dikeruk, bumi, sungai, dan laut kita rusak. Itu pun cuma dibagi receh saja. Cuma bisa memakmurkan segelintir pejabat saja.
Baca lebih lanjut

Stasiun TV Swasta, Capres, dan AS


Stasiun TV Swasta

Biaya pembuatan dan operasional sebuah stasiun TV Swasta Nasional amat besar. Bisa mencapai trilyunan rupiah per tahun. Selain harus menyewa satelit agar bisa memancarkan siaran ke pulau2 lain di seluruh Indonesia, mereka juga harus membuat berbagai pemancar TV di seluruh kota agar siaran TV mereka bisa ditangkap dgn antena biasa. Belum lagi biaya untuk program TV yang per jamnya bisa menelan ratusan juta rupiah. Tak heran meski pendapatan iklan cukup besar, namun karena biaya operasional yang amat besar, banyak stasiun TV Nasional yang merugi.
Baca lebih lanjut

Arti Nasionalisme


NASIONALISME

Saat ini banyak orang yang bicara soal Nasionalisme.
Bangga jadi seorang Nasionalis.
Di sisi lain, banyak juga orang yang mengaku sebagai Nasionalis itu rajin menjual aset2 bangsa / BUMN2 untuk dikuasai asing.
Bangga jika bisa beli berbagai produk asing seperti Bis Cina, Monorail Cina, dsb padahal bangsa Indonesia sudah bisa membuat itu.

Baca lebih lanjut

Kata AS: Anda Merdeka Selama Kami Menguasai…


BEBAS

Kata AS: Anda Merdeka

Selama kami menguasai kekayaan alam anda
Selama kami menguasai pendidikan anda
Selama kami menguasai mata uang anda
Selama kami menguasai internet anda

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: