Ibukota Baru Jangan di Jonggol! Tapi di Kalimantan!


Sebaiknya ibukota baru jangan di Jonggol. Tapi di Kalimantan.

Kenapa?

Karena pemindahan ibukota ke Jonggol justru akan menambah masalah.

Pertama Jonggol yang saat ini hijau dengan sawah dan kebunnya merupakan satu pemasok udara bersih bagi kota Jakarta. Jika kita lihat peta kota Jakarta dari Google Map, kita lihat Jakarta sudah berubah jadi hutan beton dan aspal. Area coklat/merah keputihan menandakan tanah tersebut sudah jadi hutan beton dan aspal. Sementara area yang hijau masih didominasi kebun/sawah.

Baca lebih lanjut

Pemindahan Ibukota Negara Indonesia dari Jakarta


Usulan Lokasi Ibukota Baru Kota MerdekaPertama-tama kita harus sadar bahwa pemindahan ibukota dari satu kota ke kota lain adalah hal yang biasa dan pernah dilakukan. Sebagai contoh, Amerika Serikat pernah memindahkan ibukota mereka dari New York ke Washington DC, Jepang dari Kyoto ke Tokyo, Australia dari Sidney ke Canberra, Jerman dari Bonn ke Berlin, sementara Brazil memindahkan ibukotanya dari Rio de Janeiro ke Brasilia. Indonesia sendiri pernah memindahkan ibukotanya dari Jakarta ke Yogyakarta.

Ibukota AS, Kanada, dan Australia jumlah penduduknya cuma 0,5 juta. Tidak sampai 1 juta. Justru kota2 besar/bisnis bukan di Ibukota. Misalnya New York pusat Bisnis, Los Angeles tempat pusat Perfiliman Hollywood, dan juga Sydney.

Over Populasi (Jumlah penduduk melebihi daya tampung) merupakan penyebab utama kenapa banyak negara memindahkan ibukotanya. Sebagai contoh saat ini Jepang dan Korea Selatan tengah merencanakan pemindahan ibukota negara mereka. Jepang ingin memindahkan ibukotanya karena wilayah Tokyo Megapolitan jumlah penduduknya sudah terlampau besar yaitu: 33 juta jiwa. Korsel pun begitu karena wilayah kota Seoul dan sekitarnya jumlah penduduknya sudah mencapai 22 juta. Bekas ibukota AS, New York dan sekitarnya total penduduknya mencapai 22 juta jiwa. Jakarta sendiri menurut mantan Gubernur DKI, Ali Sadikin, dirancang Belanda untuk menampung 800.000 penduduk. Namun ternyata di saat Ali menjabat Gubernur jumlahnya membengkak jadi 3,5 juta dan sekarang membengkak lagi hingga daerah Metropolitan Jakarta yang meliputi Jabodetabek mencapai total 23 juta jiwa.

pembangunan

Jadi pemindahan ibukota bukanlah hal yang tabu dan sulit. Soeharto sendiri sebelum lengser sempat merencanakan pemindahan ibukota Jakarta ke Jonggol.

Kenapa kita harus memindahkan ibukota dari Jakarta? Apa tidak repot? Apa biayanya tidak terlalu besar? Jawaban dari pertanyaan ini harus benar-benar tepat dan beralasan. Jika tidak, hanya buang-buang waktu, tenaga, dan biaya.

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: