Iklan

Prabowo atau SBY yang Bisa Kalahkan Jokowi di Pilpres 2019?


presiden

Umur Prabowo dgn SBY ternyata cuma beda 2 tahun. SBY lahir September 9, 1949 (67 thn) dan Prabowo October 17, 1951 (65 thn). Tahun 2019 berusia 69 dan 67.

Kalau SBY masih bisa nyapres, lebih tinggi elektabilitas SBY sebetulnya. SBY 2x terpilih jadi presiden. Sementara Prabowo 3x gagal di Pilpres. Kalau Prabowo sudah mentok di situ. Jika melawan Jokowi yg sama2 belum jadi presiden saja kalah, apalagi kalau melawan Jokowi yg sudah jadi presiden.

Baca lebih lanjut

Iklan

Surat Teguran KPI untuk ILC (Indonesia Lawyers Club)


suratkpi

Ini adalah Surat Teguran KPI untuk ILC (Indonesia Lawyers Club). Dianggap acara ILC yang berjudul “Setelah Ahok Minta Maaf” adalah SARA. Setelah peringatan ini, ILC pun tidak mengudara lagi.

Represif seperti Orba. Padahal ILC saya lihat berimbang karena semua kelompok yg terlibat diundang. Beda dgn MetroTVi yg cenderung cuma mengundang kelompok tertentu saja. Sehingga yg lain tak bisa bersuara.

Baca lebih lanjut

Mengapa Pendukung Jokowi dan Pengritiknya Beda Pendapat?


beda

Mengapa terjadi perbedaan pendapat antara pendukung Jokowi dan pengkritiknya?
Ada pengkritik yg berlebihan sehingga condong menghina. Masalah bayangan matahari yang tak penting saja dipersoalkan. Ada juga rakyat biasa yang protes kok harga bensin Rp 7000 per liter padahal harga minyak dunia cuma US$ 28/brl sementara waktu harga minyak US$ 100/brl harga bensin di zaman SBY cuma Rp 6500/liter. Harusnya menurut Okezone cukup Rp 3800/ltr. Oh dolar naik, kata pendukung Jokowi. Lah zaman SBY dollar Rp 12.000 sementara sekarang Rp 14.000 atau kurang dari 20% naiknya. Sementara turunnya minyak sampai 70% lebih. Tetap saja harusnya turun. Nah karena tidak beres macam inilah maka rakyat yang tidak kebagian apa2 pada protes. Soalnya harga2 barang lainnya juga ikut jadi mahal. Pabrik banyak yang tutup dan rakyat banyak yang menganggur.

Baca lebih lanjut

Kenapa Arab, Jepang, Korsel Kaya dan Indonesia Miskin?


Arab vs Indonesia

Boleh dikata 95% kiri kanan di Arab itu jika tidak pasir ya batu. Tapi mereka makmur.
Jepang, Korsel, Swiss tak punya minyak juga makmur.
Indonesia dgn tanah dan laut yang luas, berbagai pepohonan tersedia,, punya minyak, gas, batubara, perak, emas, dsb dan juga mutiara. Berbagai batu permata, zamrud, intan, dsb ada di Indonesia.
Baca lebih lanjut

If You Fail to Plan, You Plan to Fail


Jokowi programmer
Optimisme jika tidak dibarengi dengan kemampuan akhirnya berakhir dengan kegagalan. Bahkan mungkin lebih parah.
Orang yang Omdo paling cuma omong doang.
Tapi orang yang over optimis dan berusaha mengerjakan sesuatu tapi tidak dgn perencanaan dan cara yang benar dan kemudian gagal, ini bisa menghabiskan dana puluhan milyar hingga ratusan trilyun. Tergantung besar dan banyak proyek yang dia kerjakan.

Harus dengan perencanaan yang baik dan tim yang capable.
If You fail to plan, You plan to fail.
Jika anda gagal membuat rencana, Anda membuat rencana gagal.

Baca lebih lanjut

Pembangunan Rumah dengan Atap Baja Ringan


Atap Baja Ringan

Inilah Pembangunan Rumah dengan konstruksi Atap Baja Ringan. Kenapa pakai kerangka baja ringan? Karena penulis kapok dengan rangka kayu yang habis lapuk karena dimakan rayap. Laron juga kadang jadi banyak sekali.

Baca lebih lanjut

Ternyata Tank Leopard Tidak Rusak Aspal Jalanan Surabaya


Tank Leopard

Ternyata Tank Leopard Tidak Rusak Aspal Jalanan Surabaya.
Ini sekedar masalah Fisika. Kenapa kapal besi yang berat tidak tenggelam di air? Kenapa pesawat terbang dari besi yang besar kok bisa terbang di udara? Kenapa Tank Leopard yang berat itu tidak ambles / merusak jalan? Itu semua masalah Fisika.
Jika orang paham Fisika, niscaya tahu Tank Leopard tidak akan merusak aspal jalanan Surabaya, Jakarta, atau pun kota2 lainnya. Dan dalam perang di mana gedung2 dan jalan2 serta jembatan akan hancur dibom lawan, jangan mikirin jalan rusak lagi. Langsung saja pakai tanknya buat perang…
Baca lebih lanjut

Dalam 31 Tahun Kenaikan Harga di Arab Saudi Cuma 2x, di Indonesia 60x!


Tarif Angkutan Umum Naik

Tarif Angkutan Umum Naik

Pro Rakyat? Wong Cilik?
Bagaimana rakyat kecil mau naik angkutan umum jika makin mahal?
Paling2 mereka pada naik motor semua… 🙂

Saat saya ke Arab Saudi tahun 1983, harga minuman kaleng seperti Pepsi Cola hanya 1 real. Tahun 2014 harganya jadi 2 real. Cuma naik 2x lipat dalam 31 tahun.

Sementara di Indonesia tahun 1983 tarif angkutan umum hanya Rp 50. Namun tahun 2014 jadi Rp 3.000 sekali naik. Dan sekarang mau dinaikkan lagi. Dalam 31 tahun tarif angkutan umum naik 60x lipat. Padahal pendapatan rakyat tidak sebesar itu naiknya. Jadi ini namanya pemiskinan rakyat. Padahal dari Rp 1665 trilyun pendapatan negara di tahun 2014, Rp 1280 trilyun berasal dari pembayaran pajak rakyat. Jadi melemahkan/memiskinkan rakyat pada akhirnya akan memiskinkan negara.

Baca lebih lanjut

KTP dan KK Harusnya Cukup untuk Kesehatan dan Pendidikan


Kad Pengenalan Malaysia

Kad Pengenalan Malaysia

KTP Malaysia ternyata lebih canggih. Dilengkapi dengan kartu chip sebesar SIM Card, KTP ini selain sebagai KTP bisa berfungsi sebagai SIM, Kartu ATM, Asuransi, Akte Lahir, dsb. Beda dengan Indonesia yang pakai banyak kartu. Di Indonesia kita harus punya kartu KTP, SIM, Akte Kelahiran, Kartu Keluarga, NPWP, ATM, Kartu Pintar, Kartu Sehat, dsb. Ribet.

Kartu itu justru mempersulit. Kalau tak punya Kartu, berarti tidak dilayani.
Harusnya KTP atau KK saja cukup.
Sepertinya Pemerintah cuma jadi Salesman Asuransi Kesehatan dgn Kartu-kartuan ini. Waktu muda doyan main kartu gaplek kali…

Hilman R S: Eheheheheheh… dimalaysia saja KTP multi fungsi, selain bisa buat ATM otomatis bisa buat ASURANSI… Indonesia kok bikin ide nya itu bertele-tele… kartu gaplek lah, kartu poker lah, dll…
Perhatikan Pak, di ktp malaysia ada semacam chip kecil/ seukuran sim card… Fungsinya banyak… Bisa dipake ATM, asuransi, dll… Itu baru ide yang bermutu

Baca lebih lanjut

Kelompok Ekstrim Bisa Bikin Rusuh Indonesia


Ribka

Maaf tulisan saya pahit dan pedas. Tapi moga jadi masukan/peringatan sehingga kita bisa menghindarinya sekuat mungkin.
Ibu Tri Mumpuni tanya soal Islam radikal seperti FPI dsb. Itu sekedar Reaksi dari Aksi. Kata orang dulu: Ada Ubi ada Talas. Ada Islam Ekstrim karena ada Anti Islam Ekstrim seperti PKI, Serikat Jesuit, Kristen Evangelis, Syi’ah garis keras, Liberal, dsb. Nah kelompok ekstrim bebas ini jika saling gebuk bisa bayangkan sendiri. Dan FPI ini termasuk “jinak”. Paling cuma menggebuk warung minuman keras/pelacuran. Ada kelompok lain yang jauh lebih keras dan terorganisir hingga ke seluruh dunia dengan tujuan mendirikan “Negara Islam”. Tujuannya bagus, namun caranya dengan pertumpahan darah seperti di Suriah dan Iraq.
Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: