Iklan

Mafia Tambang Di Kalsel Membunuh dan Menggusur Tanah Rakyat?


Lili Dewi dari Banjarmasin bersedih karena selama 7 tahun, kasus pembunuhan terhadap suaminya belum diselesaikan aparat secara adil. Pembunuhnya hanya dihukum 4 bulan. Sementara orang yang menyuruh si pembunuh justru bebas tidak terhukum.
Kepada siapa dia harus mengadu?
Inilah berbagai kumpulan beritanya. Meski sudah dimuat di berbagai media massa, namun kasus ini belum tuntas jua.
Tempo, 23 MEI 2011

Mengejar Dalang dengan Testimoni

Mata Lilik Dwi Purwaningsih berkaca-kaca. Kamis pekan lalu itu, perempuan 50 tahun ini baru berobat di Rumah Sakit Ulin, Banjarmasin. Hari itu Lilik, yang sehari-harinya tinggal di Tanah Bumbu, sekitar 300 kilometer dari Banjarmasin, datang ke Ulin untuk memeriksakan penyakit radang empedu yang sudah dua tahun terakhir diidapnya.

Baca lebih lanjut

Iklan

Jaksa Agung Hendarman Supandji Minta Rp 10 Trilyun untuk Bersihkan “Markus” (Makelar Kasus)


Jaksa Agung Hendarman Supandji pada rapat DPR mengakui adanya “MARKUS” (Makelar Kasus) atau Mafia Peradilan yang tak jarang “menyulap” yang benar jadi salah dan yang salah jadi benar.

Jaksa Agung mengakui ada “baunya”, tapi sulit membersihkannya. Untuk memberantas “Markus”, Jaksa Agung minta uang Rp 10 trilyun agar gaji para jaksa yang semula hanya Rp 3 juta bisa dinaikkan jadi Rp 12 juta. Dengan anggaran Rp 2 trilyun, sulit memberantas “Markus”, begitu kata Supandji.

Baca lebih lanjut

Aparat Hukum Berusaha Memenjarakan Konsumen yang Mengeluh?


PRITASaya lihat di Anteve tadi pagi (15 Oktober 2009), Roy Suryo menyatakan bahwa Prita yang mengirim email keluhan ke milis itu salah. Roy menyatakan itu sebagai saksi Ahli di Bidang TI.

Kalau saya pribadi melihat bahwa koonsumen komplain ke milis atau pun surat pembaca ke media massa seperti Koran atau majalah itu adalah hal yang wajar. Bahkan untuk media seperti Koran atau Majalah itu dari dulu sudah lama biasa terjadi.

Baca lebih lanjut

Transkrip Rekaman Anggodo, Jaksa, dan Pengacara


Di bawah adalah transkrip rekaman Anggodo dengan Jaksa, Pengacara, dan juga seorang Wanita (yang ternyata suka “memijat” di hotel-hotel) dari media massa seperti Kompas dan Vivanews.com.

Di situ disebut bagaimana seorang pejabat tinggi Kejaksaan minta “dipijat” dan juga pencatutan nama RI-1 untuk menangkap pimpinan KPK.

Besar harapan kita berita di media massa ini tidak benar. Jika pun benar, semoga revolusi hukum (sebab reformasi tidak akan berhasil) dapat menyingkirkan Markus (Makelar Kasus) dan juga Mafia Peradilan yang sering membuat yang salah jadi benar dan benar jadi salah.

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: