Iklan

Produksi Minyak dan Gas Indonesia

Produksi Minyak dan Gas Indonesia

Produksi Minyak dan Gas Indonesia (BPS)

Produksi Minyak dan Gas Indonesia dari tahun ke tahun terutama setelah dikelola BP Migas yang dilanjutkan SKK Migas kian menurun.

Inilah data produksi dari BPS:

PRODUKSI MINYAK

Tahun MinyakMentah Kondensat GasAlam Pengelola
(barel) (barel) (MMscf) .
1996 485,574 63,075 3,164,016 Pertamina
1997 484,341 59,412 3,166,035 Pertamina
1998 480,110 54,782 2,978,852 Pertamina
1999 440,462 54,181 3,068,349 Pertamina
2000 434,369 50,025 2,845,533 Pertamina
2001 432,588 47,528 3,765,829 Pertamina
2002 351,950 45,359 2,289,374 BP Migas
2003 339,100 44,600 2,142,605 BP Migas
2004 354,352 50,641 3,026,069 BP Migas
2005 341,203 46,451 2,985,341 BP Migas
2006 313,037 44,440 2,948,022 BP Migas
2007 305,137 43,211 2,805,540 BP Migas
2008 314,222 44,497 2,790,988 BP Migas
2009 301,663 44,650 2,887,892 BP Migas
2010 300,923 43,965 3,407,592 BP Migas
2011 289,899 39,350 3,256,379 BP Migas
2012 279,412 35,254 2,982,754 BP Migas

 

Perusahaan Asing Bohong Soal Produksi Tambang

Asing bisa bohong soal produksi minyak.
Contoh Menkeu Agus Martowardoyo dapat laporan ekspor tambang Indonesia cuma 5 juta ton.
Dia baru tahu itu bohong saat memeriksa laporan impor negara lain. Negara tsb impor tambang tsb dari Indonesia sebesar 20 juta ton. 4 x lipat selisihnya!

Menkeu Agus Martowardojo juga menyatakan bahwa ada ilegal ekspor tambang. Penambang asing cuma mengaku mengekspor 5 juta ton hasil tambang. Sementara data impor tambang tersebut di luar negeri dari Indonesia mencapai 20 juta ton:

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/04/22/10264265/Ini.Alasan.Pemerintah.Beli.Saham.Newmont

Tulisan seorang mantan pejabat Pertamina yang sudah pensiun:

@ pak Agus dkk..
Pertimbangan sy memilih “balik” mengabdi di Pertamina, ketika ada opsi tetap bergabung dg BPMIGAS atau kembali ke Pertamina…th 2003, Disamping krn sy sbg Ketum SP Pertamina sbg Pemohon Judicial Review UU 22/2001 ttg Migas, juga krn sy mencium “bau busuk” di BPMIGAS.

Ketika itu sy membuat gagasan Format Database dari XL n akhirnya dikirim o/BPMIGAS secara resmi ke seluruh kontraktor migas n setiap akhir bulan kami ingatkan agar format tsb yg berisi mulai dari produksi migas/ hari sampai gaji pekerja per bulan n per tahun.

Ternyata “mereka” sesama operator/kontraktor migas tsb “kompak” dlm enam bulan tdk satupun yg mengumpulkan database tsb yg sy beri judul “20 years activities PSC in Indonesia”.

Maksud sy (kami) dg database tsb u/memudahkan mengetahui kontraktor mana yg paling efisian n patut menjadi benchmark bagi lainnya.

Ketika itu sy berkesimpulan bhw mereka memiliki “pembukuan ganda” dg satu pembukuan melaporkan ke Indonesia kalau mereka merugi (agar tdk membagi hasil), padahal sesungguhnya mereka untung. Tidak ubahnya, mereka itu manusia2 biadab yg “menari” di atas penderitaan orang lain, rakyat Indonesia….
===

Komentar saya:
Itulah sebabnya nasionalisasi perusahaan minyak asing harga mati.
Saudi, Qatar dsb kelola sendiri minyak mereka via BUMN

 

Dirjen Pajak Tak Percaya Lifting Minyak Indonesia

Jakarta – Pembentukan Kantor Pelayanan Pajak Sektor Minyak dan Gas Bumi serta Pertambangan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) salah satunya dikarenakan sampai hari ini, Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Fuad Rahmany tidak percaya produksi minyak indonesia berapa.
“Ada yang bilang produksi minyak (lifting) 950.000 barel per hari (bph), bahkan saat ini turun 930.000 bph, atau bahkan pada jaman Presiden Suharto 1,4 juta bph. Jujur saya tidak percaya, pasalnya siapa yang menentukan lifting produksi minyak kita,” kata Fuad di Kantor Wilayah DJP Wajib Pajak Besar Gambir, Senin (2/4/2012).
Ketidakpercayaan ini sebelumnya juga didasarkan, pada saat dirinya belum menjabat sebagai Dirjen Pajak sempat bertanya dengan Dirjen Migas.
“Waktu itu saya belum jadi Dirjen Pajak, ketemu sama Dirjen Migas (tapi bukan Evita Legowo), bertanya, pak siapa yang nentuin dan periksa berapa lifting minyak kita kok bisa nentuin 1,4 juta barel atau 950 ribu barel per hari? Nah Dirjen tersebut bilang dengan nada sedikit kesal, lah saya aja ngak boleh periksa,” ungkap Fuad didepan para pegawai pajak.

http://finance.detik.com/read/2012/04/02/143757/1882885/4/dirjen-pajak-tak-percaya-lifting-minyak-indonesia

https://infoindonesiakita.com/2014/08/27/perusahaan-asing-bohong-soal-produksi-tambang/

Sumber:

http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php?kat=1&tabel=1&daftar=1&id_subyek=10&notab=1

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: