Iklan

Solusi Ekonomi: Turunkan Harga. Bukan Naikkan Upah

KENAIKAN HARGA BARANG

Ketua KSPI menyatakan di TV One (20 Oktober 2015) solusi masalah PHK dan pengangguran adalah menaikkan upah buruh agar bisa beli barang. Apa tidak kebalik?

Kalau upah dinaikkan, biaya operasional perusahaan tambah berat dan makin banyak lagi perusahaan yang bangkrut. Pengangguran makin merajalela.

Solusi yang tepat adalah menurunkan harga. Misalnya bensin diturunkan jadi rp 5000/ltr. Ini membuat biaya operasional lebih rendah, harga barang turun dsb. Daya beli rakyat juga meningkat.

Kalau upah naik, malah bikin penyakit. Harga barang juga naik. Tidak semua orang merasakannya. Malah bisa bikin bangkrut perusahaan dan pengangguran makin banyak.

Zaman Soeharto UMR cuma rp 180.000. Lebih baik daripada sekarang yg rp 2,7 juta tapi harga barang lebih tinggi.

Pemerintah harus mengembangkan BUMN2 pertanian dan peternakan bekerjasama dengan para petani dan peternak guna memenuhi kebutuhan beras, sapi, dan susu rakyatnya. Buat pertanian inti dan pertanian plasma yang dikelola rakyat. Demikian pula peternakan.

Nanti dipasarkan di pasar2 yang dikelola pemerintah seperti Pasar Induk dan Pasar Jaya dulu. Jangan biarkan pasar dimonopoli segelintir pengusaha swasta.

Jokowi sudah menurunkan harga bensin. Turunnya cuma Rp 200/liter. Dari Rp 7400 jadi Rp 7200. Ini tidak berpengaruh besar. Kalau turunnya ecek-ecek begitu, bagaimana supir angkot bisa menurunkan tarif? Tidak mungkin tarif turun dari Rp 3000 jadi Rp 2800. Capek cari uang recehnya.

Harusnya seperti SBY yang berani menurunkan harga BBM dari Rp 6000 jadi Rp 4500/liter karena harga minyak dunia turun. Turun Rp 1500/liter. Nah ini baru mantap. Para sopir pun menurunkan tarif angkot dari Rp 3000 jadi Rp 2000. Para pedagang lain pun menurunkan tarif dagangan mereka.

Iklan

2 Tanggapan

  1. Upah buruh tuch cuman 5%-10% dari biaya produksi mas.. Jd upah naik itu sebenarnya ga ngaruh banget apalagi mereka adalah aset yg produktif.. Beban perusahaan itu sebenarnya ada di pungli baik yg berseragam ataupun tidak yang mencapai 20%-40%… Jd yg harus dibenahi adalah selain turunkan harga juga berantas pungli..

  2. Tanpa kenaikan upah saja sudah banyak PHK mas. Apalagi kalau UMR naik. Di tempat saya dgn omset Rp 900 juta, upahnya rp 110 juta/bulan. Sekitar 12%. Sekarang saya kerja cuma hari Senin, Rabu, dan Jum’at. Gaji turun.
    Kalau upah dinaikkan, perusahaan bisa bangkrut.
    Kalau upah naik, memang harga tidak akan naik?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: