Buah-buahan dan Sayuran Impor dari Cina Berbahaya

imporsayur.jpg

Sayuran itu gampang layu dan busuk. Dalam 7 hari saja sudah tidak layak makan.
Jadi kalau kita impor sayur dari Cina, itu dari segi kesehatan berbahaya. Pasti busuk. Jika tidak busuk, pasti diberi pengawet yang berbahaya bagi kesehatan.
Lama perjalanan dgn kapal laut dari Cina ke Jakarta itu 21 hari. Di Tanjung Priok, 9 hari baru bisa bongkar barang. 30 hari baru bisa dijual. Jadi sayuran dan buah2an yg alami pasti busuk. Cuma pengawet kimia saja yg bisa membuatnya terlihat bagus.

https://m.liputan6.com/bisnis/read/3816235/impor-sayuran-ri-capai-116-ribu-ton-di-november-2018-terbanyak-dari-china

Kalau sekarang banyak orang ginjalnya rusak dan cuci darah ya karena sayur dan buah2an impor dari Cina ini.

Apa cuma buah-buahan dan sayuran impor dari Cina saja yang berbahaya?

Tidak juga. Semua buah-buahan dan sayuran impor dari negara mana saja yang perlu waktu seminggu lebih sampai ke Indonesia ya berbahaya. Misalnya kita impor kol dari Arab Saudi, kalau sampainya setelah 10 hari ya tetap bahaya

https://media-islam.or.id/2012/05/14/makanan-yang-halal-dan-baik-halalan-thoyyiban/

Al Qur’an, Surat Al Maidah : 88 yang artinya:

“dan makanlah makanan yang halal lagi baik (thayib) dari apa yang telah dirizkikan kepadamu dan bertaqwalah kepada Allah dan kamu beriman kepada-Nya”

https://m.liputan6.com/bisnis/read/3816235/impor-sayuran-ri-capai-116-ribu-ton-di-november-2018-terbanyak-dari-china

Impor Sayuran RI Capai 116 Ribu Ton di November 2018, Terbanyak dari China
Oleh Merdeka.com pada 17 Des 2018

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: