Iklan

Jokowi Vs Tukang Sate

Jokowi VS Tukang Sate

Ada yang membandingkan kasus tukang sate dengan Monang.

Kalau Tukang Sate itu menghina di FB. Dari 60 juta pemakai FB, bisa jadi 1% (600 ribu) seperti tukang sate tsb. Menghina orang. Jika semua dijadikan kasus, penjara penuh.

Nah Monang ini bukan menghina SBY di FB. Tapi sengaja demo di depan Istana Negara. Ketika demo di Istana Negara itulah Monang pidato di depan peserta demo dan aparat polisi sambil menghina SBY sebagai Anjing, Babi, dsb. Nah yang begini memang cuma segelintir orang yang bisa. Jelas beda…

SBY dan pendukungnya tidak pernah melaporkan Monang ke Polisi sebagaimana yang dilakukan Eva Sundari dan Tjahjo Kumolo. Tapi polisi yang mendengar Monang menghina Kepala Negara langsung menangkapnya karena memang melanggar hukum karena Monang menghina Simbol Negara.

Nah saat Tukang Sate menghina, Jokowi itu cuma Capres. Belum jadi presiden. Jelas beda.

SBY dan pengikutnya tidak pernah melaporkan ke Polri orang yang menghinanya di FB. Selama 10 tahun tidak pernah. Si Monang itu demo ke Istana Negara dan di depan polisi bilang SBY itu Anjing, Babi, dsb. Jadi ditangkap polisi. Bukan karena SBY dan pengikutnya yang melaporkan.
Apa yang dilakukan tukang sate itu salah. Tapi kejadiannya itu saat kampanye pilpres. Saat itu seperti perang. Saling hina yang amat berlebihan baik terhadap Jokowi maupun Prabowo. Jadi sebetulnya ada lawan yang memprovokasinya yang sayangnya tidak ditangkap. Beberapa hari dipenjara rasanya cukup. Tinggal Jokowi minta dia membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya itu. Jika tidak mau, penjara terus. Jika mau, lepaskan.

Menghina Presiden Saat Demo, Divonis 6 Bulan Penjara

Monang, Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), ikut demo menentang kenaikan harga BBM yang saat itu memang marak di depan Istana Negara. Ia sempat berbicara menggunakan mikrofon di depan peserta aksi. Saat itulah ia dinilai aparat hukum mengeluarkan kalimat yang menghina Presiden SBY.

Majelis hakim pimpinan Cicut Sutiarso berpendapat, kata-kata yang diucapkan Monang seperti SBY anjing, SBY babi terbukti ditujukan kepada Susilo Bambang Yudhoyono selaku Presiden Republik Indonesia. Majelis menilai alat bukti dan saksi yang hadir di persidangan menguatkan pendapat majelis.

Ini silahkan aparat mengusutnya:

Video seorang pendeta menghina Al-qur’an, dan Nabi Muhammad SAW ……….Siapa saja yang melihat video ini. tolong sebarkan dan cari orang keparat ini yang telah mendiskriminasikan agama ALLAH SWT, agama Rasulallah dan agama kaum muslimin wal muslimat seluruh indonesia , laporkan kepada MUI dan FPI seluruh indonesia, krna tak seharus nya kita saling menghina keyakinan atw agama orang lain. CAMKAN ITU………. http://s1380.vuclip.com/40/7c/407c4c573b43c6223dc51cea600c4cae/ba123207/menghinaIslam_407c_w_2.3gp?c=293612842&u=4236982019&s=BRaOq6&frm=w&z=1201 ‪#‎sbc‬. Sebarkan BC ini agar dpt di lacak keberadaan nya ”

Sepertinya Kronologinya adalah Eva Sundari, Politikus PDIP, dapat laporan dari para Jasmev bahwa ada yang menghina Jokowi dan Mega. Eva melaporkannya ke Sekjen PDIP, Tjahjo Kumolo, yang kemudian meminta Henry Yosodiningrat untuk melaporkan ke Polri. Oleh Polri, itu ditindak-lanjuti termasuk memeriksa Jokowi.

Alangkah baiknya para Jasmev yang membully Prabowo dan SBY juga diusut tuntas oleh Polri. Toh Fadli Zon sudah minta polisi melakukan itu biar adil. Dan penghinaan ini kata Henry bukan delik aduan.

Kok masalah begini dibikin panjang ya?

Kapan kerjanya?

Apa ini yang dimaksud kerja?

Jika Jokowi dan Kapolri Sutarman serta PDIP benar2 serius memberantas pornografi, coba tangkapi pelaku pornografi lain. Misalnya Majalah Playboy Indonesia beserta para modelnya.

Kami tunggu… 

Diketahui, pihak yang melaporkan Arsad adalah PDI Perjuangan.

“Iya kita laporkan sebelum pilpres karena membuat konten pornografi antara Pak Jokowi dengan Ibu Megawati,” ujar mantan tim sukses Jokowi-JK yang juga politikus PDIP, Eva Sundari kepada merdeka.com, Rabu (29/10).

Eva mengatakan, awal pelaporan itu berawal saat mendapat laporan dari para relawan bahwa tersebar gambar bugil hasil editan dengan wajah Jokowi dan Megawati Soekarnoputri di Facebook. Lalu, Eva menunjukkan gambar tersebut ke Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo.

“Pak Sekjen bilang ini sudah tidak pantas dan harus dilaporkan ke polisi,” katanya.

Pembully Jokowi ditangkap, Menkum HAM sebut polisi over reaktif

Sementara politikus PDIP Henry Yosodiningrat mengatakan, kasus ini dilaporkan sebelum Jokowi terpilih menjadi presiden, saat kampanye Pilpres beberapa waktu lalu. Ketika itu, ia diminta untuk melaporkan adanya gambar yang menghina Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Jokowi, yang saat itu sebagai calon presiden.

“Jadi, ini perlu saya tegaskan. Kasus ini bukan delik aduan dan biarkan hukum yang berbicara. Saya laporkan ke Mabes Polri kira-kira pada dinihari saat kampanye pilpres atau sebelum pencoblosan. Kemudian, saya diperiksa sebagai saksi pelapor sebagai tim kuasa hukum Jokowi. Pak Jokowi juga sudah diperiksa oleh pihak Mabes Polri,” cerita Henry.

Tukang tusuk sate hina Jokowi pakai akun Facebook Arsyad Assegaf

http://www.merdeka.com/peristiwa/tukang-tusuk-sate-hina-jokowi-pakai-akun-facebook-arsyad-assegaf.html

Tjahjo minta aktor di balik tukang tusuk sate hina Jokowi diusut

http://www.merdeka.com/peristiwa/tjahjo-minta-aktor-di-balik-tukang-tusuk-sate-hina-jokowi-diusut.html

Tukang Sate Penghina Jokowi Dibela Netizen

“Loh, kok, belum apa-apa sudah mau ikut-ikutan gaya orba?” cuit akun @kang_aden

http://www.tempo.co/read/news/2014/10/29/078617841/tukang-sate-penghina-jokowi-dibela-netizen

Ibu Pembantu Tukang Sate Menangis Mohon Jokowi Maafkan Anaknya

“Saya minta pertolongan, mohon banget anak saya dipulangin Pak, dia penopang hidup saya. Tolong. Saya kalo dia nggak ada mendingan saya mati aja Pak, saya nggak tahu, saya nggak sanggup. Saya pengen mohon-semohonnya, mohon dimaafkan anak saya sebesar-besarnya Pak. Mohon dimaafkan Bapak Presiden, anak saya ya Allah, dia penopang hidup saya,” ucap sang Ibu, Mursida sambil terus menangis.

http://news.liputan6.com/read/2126130/ibu-pembantu-tukang-sate-menangis-mohon-jokowi-maafkan-anaknya

Tukang Sate Hina Jokowi

Ibu Tukang Sate Siap Sujud Minta Maaf Pada Jokowi

“Saya mohon ketemu Pak Jokowi, saya minta maaf pak, maafin anak saya. Anak saya nggak tahu apa-apa, saya siap sujud minta maaf di kaki Pak Jokowi. Saya mohon pak,” kata Mursidah yang terus menangis saat ditemui di Jalan Haji Jum RT 09/01 Kelurahan Rambutan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (29/10/2014) pagi.

“Kalau perlu tukar nyawa anak saya dengan saya. Saya mohon bebaskan anak saya pak,” kata Mursidah terus menerus sujud di hadapan wartawan.

http://wartakota.tribunnews.com/2014/10/29/ibu-tukang-sate-siap-sujud-minta-maaf-pada-jokowi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: